Southampton vs Man United: Daniel James Tebar Ancaman

Analisis

by Evans Edgar Simon

Evans Edgar Simon

Death. Glory. Rock n Roll. Kontributor Pandit Football Indonesia.

Southampton vs Man United: Daniel James Tebar Ancaman

Daniel James menjalani awal karier yang cukup memuaskan bersama Manchester United. Ia mampu mencatatkan dua gol dalam tiga pertandingan. Ia dapat kembali menjadi andalan ketika bertandang ke Stadion St. Mary untuk menghadapi Southampton, Sabtu (31/8).

Manajer Man United, Ole Gunnar Solskjær, hanya melakukan satu perubahan dalam susunan starter yang diturunkan sepanjang tiga laga pertama Premier League 2019/20. Perubahan itu adalah mengganti Andreas Pereira, yang tampil sebagai starter ketika menghadapi Chelsea dalam laga pembuka, dengan James.

saksikan cuplikan pertandingan Liga Primer Inggris pada link berikut ini.

Bukan tanpa alasan pemain berkebangsaan Wales itu dipercaya mengisi sisi kanan penyerangan. Ia memiliki kecepatan yang kerap memaksa pemain lawan untuk menjatuhkannya. Ia adalah pemain yang paling sering dilanggar (11 kali) —setara dengan gelandang Aston Villa, John McGinn, yang memiliki menit bermain lebih banyak — di Premier League sejauh ini.

Kecenderungan James memaksimalkan akselerasinya untuk menusuk ke dalam kotak penalti patut diwaspadai oleh barisan pertahan Southampton. Bukan hanya karena Man United berpotensi menjadi tim pertama yang mendapatkan penalti dalam empat laga pertama Premier League berturut-turut, melainkan juga karena James cukup banyak menciptakan peluang. Ia total telah melepaskan enam tembakan — tertinggi di skuat Man United — yang seluruhnya berada di dalam kotak penalti.

Secara umum, total tendangan James adalah yang tertinggi keempat di skuat Man United dengan enam tendangan. Jumlahnya memang masih kalah banyak dibandingkan Marcus Rashford (10 tendangan), Anthony Martial (8), dan Paul Pogba (7). Namun, patut dicatat bahwa di antara mereka berempat akurasi tendangan James (33,3%) hanya kalah dari Martial (37,5%).

Melihat rekor pertemuan antara kedua tim di ajang Premier League, rasanya pantas menempatkan Man United di atas angin. Mereka hanya kalah tiga kali dalam 15 pertemuan terakhir, memenangi tujuh di antaranya.

St. Mary pun merupakan tempat yang sangat bersahabat bagi Man United. Mereka mampu memenangi delapan dari 11 lawatan terakhirnya di seluruh kompetisi. Kekalahan terakhir dirasakan pada 2003.

Meski demikian, Man United tetap perlu ekstra waspada jika ingin membawa pulang tiga poin. The Saints, yang kalah dalam dua laga Premier League pertama, mulai menunjukkan tanda kebangkitan dengan memenangi dua laga terakhir di seluruh kompetisi (2-0 atas Brighton Hove & Albion di Premier League dan 1-0 atas Fulham di Piala Liga Inggris).

Salah satu kunci suksesnya adalah perubahan taktik yang dilakukan pelatih Ralph Hassenhüttl. Ia memainkan formasi tiga bek ketika kalah dari Burnley dan Liverpool. Namun, Ia mengubahnya menjadi formasi 4-2-2-2 kala menghadapi Brighton dan Fulham.

Hal lain dari Soton yang patut mendapatkan perhatian khusus oleh Setan Merah adalah serangan balik. Mereka adalah tim dengan jumlah operan jauh tertinggi kedua di liga (224 operan) - hanya kalah dari Sheffield United (227 operan).

Jumlah peluang yang diciptakan Soton juga terbilang banyak. Meski rataan penguasaan bolanya terendah kedelapan (46,6%) di Premier League, mereka total telah mencatatkan 37 tendangan (tertinggi kesembilan). Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan Everton (34 tendangan) dan Arsenal (32 tendangan).

Pertandingan antara Southampton menghadapi Man United berlangsung pada Sabtu (31/08) pukul 18.30 WIB. Pertandingan ini dapat disaksikan melalui aplikasi mobile Mola, Mola Parabola, dan Mola Polytron Streaming.



Komentar