Mengalahkan Manchester United dengan Meredam Paul Pogba

Analisis

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Mengalahkan Manchester United dengan Meredam Paul Pogba

Catatan tak terkalahkan Manchester United sejak dilatih Ole Gunnar Solskjaer terhenti di angka 11. Pada pertandingan ke-12 Solskjaer menjadi manajer sementara United pengganti Jose Mourinho, United takluk 0-2 dari Paris Saint-Germain (PSG). Pemain PSG, Marquinhos, punya andil besar.

PSG sejatinya kehilangan Neymar Jr., Edinson Cavani dan Thomas Meunier pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018/19 ini. United tampil hampir dengan kekuatan penuh, plus tren positif menang 10 kali dan imbang satu kali sejak dilatih Solskjaer. United cukup diunggulkan karenanya.

Tapi pelatih PSG, Thomas Tuchel, memilih strategi jitu untuk membalik prediksi. Melalui pola dasar 3-4-2-1 dan disempurnakan dengan permainan Marquinhos, PSG berhasil membuat United kelabakan dan harus kebobolan dua gol pada laga yang digelar Rabu (13/2) dini hari WIB tersebut.

Tuchel memberikan instruksi khusus pada Marquinhos. Sebagaimana biasanya, pemain asal Brasil tersebut ditempatkan sebagai gelandang tengah menemani Marco Verratti. Tapi eks bek AS Roma ini ditugaskan untuk selalu membayangi gelandang United, Paul Pogba. Pogba harus selalu berada dalam pengawasannya.

"Pelatih memberiku misi penting," ujar Marquinhos usai laga. "Aku harus waspada dan mengawasinya karena dia [Pogba] sedang penuh kepercayaan diri; dia bermain bagus di beberapa laga, mencetak banyak gol dan menciptakan banyak asis. Kami tahu mereka akan bermain melaluinya. Aku harus fokus dan menghentikan transisi menyerang Manchester."

Tidak seperti Verratti, Marquinhos memang terus mengawasi pergerakan Pogba. Ketika gelandang Timnas Perancis tersebut menerima bola, Marquinhos akan langsung mendekati dan menekan pemain berusia 25 tahun tersebut sehingga tidak bisa bebas menguasai bola. Marquinhos tak segan untuk mengikuti Pogba jauh hingga area depan kotak penalti United, area di mana Pogba mengawali serangan. Verratti, sementara itu, melakukan penjagaan area (zonal marking). Dia tidak akan terdistraksi oleh pergerakan Ander Herrera, Nemanja Matic, dan Pogba, juga Jesse Lingard jika pergerakan mereka jauh dari kotak penalti PSG.

Pogba saat ini memang sedang dalam performa terbaik. Dalam 11 laga bersama Solskjaer, eks pemain Juventus ini mencetak 8 gol dan 5 asis. Sebagai otak serangan United, dia juga masih jadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak plus jumlah pelepas umpan kunci terbanyak di United. Menurut Whoscored, dari 30 laga (di Liga Champions dan Liga Primer Inggris), dia berhasil mencatatkan 92 tembakan. Marcus Rashford yang berada di bawahnya memiliki 77 tembakan dari 29 laga.

Perlu diketahui, sejak ditangani Solskjaer, jumlah tembakan Pogba pun meningkat. Jika dalam 20 laga bersama Mourinho "hanya" mencatatkan 53 tembakan alias 2,6 tembakan per laga, bersama Solskjaer kini Pogba memiliki catatan 39 tembakan dalam 10 laga, alias nyaris empat tembakan per laga. Tak mengherankan karena pada laga melawan Burnley dan Brighton saja dia bisa melepaskan 7 tembakan dalam satu laga.

Dengan catatan empat tembakan per laga dan 1,9 umpan kunci per laga, Pogba adalah ancaman di kotak penalti lawan. Akan tetapi pada laga melawan PSG, dia tak berkutik hampir di sepanjang laga. Penjagaan Marquinhos membuatnya hanya mencatatkan satu kali tembakan.

Pogba sebenarnya mampu melepaskan diri dari pengawalan Marquinhos dengan bergerak ke sebelah kanan sehingga ia masih bisa mencatatkan dua umpan kunci. Tapi hal itu juga jadi indikasi bahwa Marquinhos berhasil menjauhkan Pogba dari sekitaran kotak penalti. Situasi ini juga terjadi baru sejak menit ke-80.

Kelemahan Pogba juga yang kemudian berhasil dimanfaatkan Marquinhos. Setiap kehilangan bola, peraih trofi Piala Dunia pada 2018 lalu itu memang selalu tidak langsung melakukan pressing atau berupaya merebut bola kembali. Sial bagi United satu keunggulan duel Marquinhos atas Pogba menjadi momentum awal terjadinya gol kedua PSG untuk melengkapi gol pertama yang diciptakan Persnel Kimpembe. Sebelum Angel Di Maria memberikan umpan terukur pada Kylian Mbappe, lini tengah United kocar-kacir oleh kombinasi operan Marquinhos-Verratti-Bernat-Kimpembe.



Sebenarnya penjagaan terhadap Pogba dan Verratti yang pasif dalam menjaga pemain membuat Herrera punya lebih banyak ruang tembak di depan kotak penalti. Gelandang asal Spanyol ini jadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak pada laga ini (empat tembakan). Tapi karena dia bukanlah gelandang penyelesai akhir serangan, tak ada satupun tembakannya yang mengarah ke gawang. United sendiri pada laga ini hanya mencatatkan satu tembakan (dari total 10 tembakan) ke gawang, yang artinya gawang Gianluigi Buffon terbilang cukup aman dari serangan-serangan United.

Lawan-lawan United sebelumnya bukan tanpa upaya menjaga Pogba seketat mungkin. Pada laga ini, Marquinhos yang tampil disiplin memang patut mendapatkan kredit khusus. Penampilannya nyaris tanpa cela. Apalagi tidak hanya ketika menjaga Pogba, dalam satu momen pun dia bisa menambal kebocoran di lini pertahanan PSG.

Pergerakan dan pengawalan ketat Marquinhos, yang tak terhitung oleh statistik, membuat Matic-Herrera atau pemain belakang United tidak bisa membangun serangan melalui Pogba. Ditambah lagi posisi Marquinhos yang berada dekat dengan Daniel Alves, Thilo Kehrer dan Verratti yang membuat Pogba sangat kesulitan menemukan ruang untuk mengkreasi serangan United.

"Marqui tampil luar biasa. Menghadapi Paul (Pogba) sangat sulit, tapi dia mengerahkan seluruh kemampuannya," ujar kapten PSG, Thiago Silva dikutip dari sport24.

Manchester United sendiri, meski berstatus tuan rumah dan berupaya menguasai jalannya pertandingan, hanya menguasai 45% penguasaan bola. Pogba menguasai bola sebanyak 55 kali tapi hanya mampu melepaskan 42 operan (tingkat akurasi 74%). Di antara tiga gelandang United, Pogba adalah pencatat umpan paling sedikit. Apalagi cuma 16 operan yang ia lakukan ke arah sepertiga akhir serangan.

Ada kaitannya atau tidak, Pogba gagal menyelesaikan pertandingan hingga menit akhir. Pada menit ke-89 ia harus diusir wasit karena menerima kartu kuning kedua. Ini artinya, Pogba tidak bisa berlaga pada leg kedua yang akan berlangsung di Stade Parc des Princes, markas PSG. Dia tak bisa "membalas dendam" kekalahan United sekaligus "membalas dendam" pada Marquinhos yang berhasil menguncinya sepanjang laga leg pertama.

Komentar