Statistik Gemilang Tak Membuat Mereka Dilirik Timnas Indonesia

Analisis

by Ardy Nurhadi Shufi 25482

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Statistik Gemilang Tak Membuat Mereka Dilirik Timnas Indonesia

Timnas Indonesia sudah mengumumkan 23 nama yang disiapkan untuk menghadapi Piala AFF 2018. Mayoritas pemain yang dipanggil merupakan pemain yang membela Indonesia di Asian Games 2018 ditambah pemain-pemain senior yang dianggap sedang dalam performa terbaik.

Dari 23 nama tersebut, hanya ada 8 pemain yang sebelumnya tampil di Piala AFF 2016. Tiga pemain sudah bermain sejak Piala AFF 2014 —Rizky Pora, Evan Dimas, dan Fachrudin Ariyanto. Indonesia tampil dengan skuat yang terbilang baru. Hanya ada 7 pemain yang punya caps timnas senior lebih dari 10 kali.

View this post on Instagram

Kalau dinilai dari angka 1-10 berapa skor skuat Timnas Indonesia ini dan kenapa?

A post shared by PanditFootball.com (@panditfootball) on

Dari 23 pemain, hanya Barito Putera dan Bhayangkara FC yang menyumbang tiga pemain (terbanyak). Kebanyakan setiap klub hanya diwakili dua pemain. Kali ini sebenarnya tidak seperti Piala AFF 2016 yang bentrok dengan Indonesia Soccer Champions, di mana setiap klub wajib maksimal diwakili dua pemain sebagaimana yang ditentukan PSSI. Tapi aturan tersebut seperti menjadi aturan tak tertulis karena sejumlah pemain yang sedang tampil prima pun tak dipanggil.

Berjalannya Liga 1 berbarengan dengan Piala AFF membuat timnas tidak leluasa dalam memilih pemain. Jika timnas memanggil enam pemain dari sebuah kesebelasan, artinya kesebelasan tersebut akan berkompetisi dengan setengah kekuatan karena para pemain terbaik mereka dipanggil timnas. Belum lagi jika beberapa pemain penting di sebuah kesebelasan papan atas dipanggil, PSSI bisa dianggap sedang mencoba melemahkan kesebelasan tertentu.

Perlu diketahui, hanya Liga 1 Indonesia yang liganya masih berjalan di tengah-tengah Piala AFF 2018. Oleh karenanya tak salah jika menilai skuat Indonesia saat ini tidak diperkuat dengan skuat terbaiknya. Berikut adalah beberapa nama yang juga sebenarnya layak dipanggil timnas karena performa individunya sedang menanjak.

Penjaga Gawang

Andritany Ardhyasa merupakan penjaga gawang Timnas Indonesia nomor 1 setelah era Kurnia Meiga berakhir. Berkat kehebatannya di bawah mistar, Persija Jakarta sejak tiga musim terakhir (termasuk Indonesia Soccer Championship) selalu menjadi kesebelasan dengan pertahanan terbaik. Di Piala AFF 2018, Andritany akan di-backup oleh Awan Setho dan Muhammad Ridho.

Sebenarnya, ada satu kiper lain yang juga performanya tengah impresif dan membantu timnya menjadi salah satu kesebelasan yang sulit dibobol. Ia adalah Wawan Hendrawan, kiper Bali United. Wawan menjadi kiper dengan catatan nirbobol terbanyak (11 kali dari 27 kali bermain) juga penyelamatan terbanyak (63 penyelamatan). Ia juga hanya kebobolan 30 kali dari 27 kali bermain. Bali United, kesebelasan yang ia bela, saat ini berada di urutan keempat.

Persentase nirbobol Wawan sebenarnya kalah dibanding Andritany, Rivki Mokodompit, dan Jandia Eka Putra. Namun dibanding ketiga kiper tersebut, juga kiper tangguh lain seperti Deden Natshir, catatan penyelamatan Wawan jauh lebih baik. Bisa dibilang, Bali United berada di papan atas klasemen berkat penyelamatan-penyelamatan Wawan, sementara kesebelasan lain seperti PSM, Persib, dan Persija, lebih sedikit mendapatkan ancaman ke gawang. Bahkan Anditany, Rivki, dan Deden tidak masuk dalam lima kiper dengan penyelamatan terbanyak dalam statistik resmi Liga 1.

Perlu diketahui juga, catatan Awan Setho dan M. Ridho pun sebenarnya tidak sebaik kiper-kiper di atas. Bahkan jika melihat catatan individu, Rivki lebih unggul dari Andritany. Jika persentase nirbobol Andritany berada di angka 41,2% (7 nirbobol dari 17 kali bermain), Rivki mencatatkan 9 nirbobol dari 21 kali bermain, yang artinya punya persentase 42,9%. Angka yang dicatatkan Rivki juga mengalahkan Wawan Hendrawan (40,7%) dan Deden Natshir yang mencatatkan 10 nirbobol dari 25 kali bermain (40%).

Rivki hanya kalah dari kiper PSIS Semarang, Jandia Eka Putra, yang mencatatkan 10 nirbobol dari 21 kali bermain (47,6% nirbobol). Rivki (dan Jandia) hanya kebobolan 18 kali dari 21 kali bermain. Lebih unggul dari Andritany (kebobolan 19 kali dari 17 kali bermain), Awan Setho (25 kali dari 20 kali bermain), dan Ridho (18 kali dari 13 kali bermain). Rivki (dan Jandia) juga unggul dari kiper lain macam Deden (kebobolan 26 kali dari 25 kali bermain), Satria Tama (20 kali dari 20 kali bermain), dan Wawan Hendrawan (30 dari 27 kali bermain). Jika melihat performa kiper terkini, Wawan, Rivki, atau Deden patutnya menemani Andritany di Piala AFF 2018 nanti.

Halaman berikutnya: Bek tengah, bek kanan dan bek kiri

Komentar