Jangan Dulu Berkecil Hati pada Emery

Analisis

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Jangan Dulu Berkecil Hati pada Emery

Saya memprediksi Arsenal bakal kalah dari Manchester City, ternyata benar. Arsenal kalah 0-2 dari skuat asuhan Pep Guardiola tersebut pada laga yang digelar Minggu (12/8). Tapi meski kalah, pendukung Arsenal jangan dulu berkecil hati dan meragukan kualitas pelatih anyar Arsenal, Unai Emery.

Arsenal memulai petualangan baru setelah berakhirnya masa kepelatihan Arsene Wenger. Emery yang sebelumnya menukangi Paris Saint-Germain diharapkan bisa menjadi solusi atas prestasi Arsenal yang menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Menghadapi City memang bukan debut yang diinginkan oleh pelatih mana pun, apalagi bagi Emery. Pelatih berkebangsaan Spanyol itu tahu betul kualitas taktikal sang lawan. Sebelum laga semalam, pada rentang 2008 hingga 2012, saat Emery melatih Valencia, sudah 10 kali manajer asal Spanyol tersebut bertemu dengan Guardiola. Tak sekali pun Emery menang. Kekalahan 0-2 Arsenal merupakan kekalahan ketujuh Emery dari Pep; sisanya imbang.

Situasi Emery yang baru menukangi Arsenal beberapa bulan dibanding Pep yang sudah memasuki musim ketiganya di City menjadi alasan utama kekalahan Arsenal. Emery masih memperkenalkan taktiknya pada pemain Arsenal, sementara para pemain City sudah fasih memainkan strategi Pep. Ketika 11 pemain Arsenal masih meraba-raba efektivitas taktik Emery, hanya satu pemain City, yakni Riyad Mahrez, yang sedang menyesuaikan diri dengan skema Pep.

"Kami baru memulai dan kami juga membutuhkan proses. Hari ini adalah langkah awal. Man City sudah bekerja bersama Guardiola untuk musim ketiga dan mereka membangun tim dengan pemain bagus, stabilitas yang bagus untuk bermain seperti yang mereka inginkan. Sementara kami baru memulai itu," kata Emery pada konferensi pers.

Faktor lain yang menyebabkan Arsenal kalah pun karena Arsenal kehilangan bek kiri utama, Sead Kolasinac dan Nacho Monreal. Ainsley Maitland-Niles pun secara terpaksa dimainkan Emery untuk memaksimalkan skema lewat formasi dasar 4-2-3-1 (sialnya lagi ia cedera di tengah pertandingan sehingga Arsenal mau tak mau memainkan Stephan Lichtsteiner di pos bek kiri). Sementara itu Lucas Torreira masih diragukan karena Emery lebih percaya pada gelandang berusia 19 tahun, Matteo Guendouzi. Bernd Leno yang baru didatangkan dari Bayer Leverkusen masih belum dipercaya menggantikan Petr Cech.

Tapi kekalahan Arsenal juga punya sejumlah sisi positif. Pressing yang dilancarkan para pemain depan cukup menjanjikan. Henrikh Mkhitaryan mencatatkan lima tekel berhasil dari delapan percobaan. Guendouzi empat tekel berhasil dari enam percobaan. Sementara Ramsey dua tekel berhasil dari tiga percobaan. Tinggal stabilitas tim yang perlu ditingkatkan Arsenal.

Emery sendiri menilai skuatnya kecolongan pada babak pertama. Gol pertama City yang diciptakan Raheem Sterling dicetak pada menit ke-14. Pada babak pertama, Emery memang melihat terlalu banyaknya ruang kosong pada timnya. Pada babak kedua hal itu ia perbaiki dengan meningkatkan pressing.

"Ini dua babak yang berbeda buat saya. Babak pertama kami terlalu banyak menciptakan ruang untuk City. Mereka memanfaatkan itu dengan baik karena mereka sangat percaya diri secara permainan. Pada babak kedua, kami lebih mengambil risiko dalam pressing kami, lebih banyak risiko dengan bola untuk menembus garis pertahanan dan menyerang secara cepat. Kami ingin mencetak sebuah gol untuk bisa kembali pada permainan awal," ujar Emery.

Secara permainan Arsenal memang membaik pada babak kedua. Peluang demi peluang mulai tercipta. Masuknya Alexander Lacazette yang menggantikan Aaron Ramsey pun cukup memberikan pengaruh. Lacazette nyaris mencetak gol tiga menit setelah berada di lapangan, Mesut Ozil mulai menemukan sentuhannya di daerah pertahanan lawan dengan dua umpan kunci.

Walau begitu, Arsenal tetap gagal mengejar ketertinggalan. City justru menambah gol lewat sepakan keras Bernardo Silva. Benjamin Mendy, sama seperti pada gol pertama, kembali merepotkan sisi kanan pertahan Arsenal sehingga terciptanya ruang di tengah.

Tapi seperti yang dikatakan Emery usai laga, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Arsenal. Menghadapi sang juara bertahan, kelemahan-kelemahan The Gunners langsung tersibak. Hal ini memudahkan Emery untuk mengevaluasi tim walau secara permainan ia melihat banyak sisi positif.

"Saya ingin terus membangun tim. Saya rasa kami mengakhiri laga dengan semangat yang saya inginkan karena tim ini, selama 90 menit, mereka terus berlari, terus mencoba dan terus menekan. Kami perlu meningkatkannya secara kolektif dan individual. Ini proses yang biasa apalagi menghadapi kesebelasan yang bagus seperti Manchester City," tukas Emery.

Arsenal belum memainkan para pemain terbaiknya. Build-up Arsenal menunjukkan proses menanjak pada babak kedua, dan mungkin bersama Leno akan lebih baik dibanding Cech soal distribusi bola. Pun begitu saat melancarkan pressing, para pemain Arsenal cukup bisa menjalankannya dengan baik. Nacho kemungkinan sudah bisa tampil melawan Chelsea pada pertandingan Liga Primer berikutnya. Arsenal bisa tampil jauh lebih baik dari laga melawan City semalam.

foto: inquirer.net

Komentar