Prediksi Swedia vs Swiss: Ketat di Lini Tengah

Analisis

by Evans Edgar Simon

Evans Edgar Simon

Death. Glory. Rock n Roll. Kontributor Pandit Football Indonesia.

Prediksi Swedia vs Swiss: Ketat di Lini Tengah

Laga antara Swedia dengan Swiss di Stadion St. Petersburg pada Selasa (3/08/2018) mungkin memang bukan laga antara dua tim unggulan. Namun, bukan tidak mungkin pertandingan justru berlangsung ekstra ketat dan menarik.

Kelolosan Swedia ke fase gugur menjadi sensasi tersendiri. Maklum, tiket yang mereka dapatkan dapat dikatakan merupakan hasil rampasan dari juara bertahan Jerman. Namun, mereka tentu tidak akan lolos jika tidak memiliki trik di balik lengan baju.

Sepanjang fase penyisihan grup, kesebelasan berjuluk Bl├ągult tampil menggunakan formasi identik 4-4-2 dengan hanya satu kali perubahan susunan starer. Dalam laga pertama, Victor Lindelof digantikan oleh Pontus Jansson. Selebihnya, seluruh pemain yang dijadikan starter oleh pelatih Janne Andersson adalah sama.

Pepatah "jangan mengganti tim terbaik" rasanya benar-benar tepat diarahkan kepada Swedia. Komposisi ini memang sangat efektik dalam kepragmatisan mereka.

Dengan formasi 4-4-2 (atau secara implementasi riilnya 4-5-1 ketika bertahan), Swedia menunjukkan kestabilan permainan. Dalam waktu bersamaan, mereka juga sangat mematikan dalam serangan balik.

Ola Toivonen dan Marcus Berg patut mendapatkan perhatian khusus oleh Swiss. Sepanjang fase penyisihan grup, mereka telah membuktikan merupakan ancaman nyata bagi lini pertahanan lawan.

Kedua striker sama-sama rajin dalam membantu kedalaman tim ketika diserang. Tak jarang, mereka membiarkan bek musuh naik hingga garis tengah lapangan demi mempertebal setengah lapangan sendiri. Ruang kosong di belakang bek itulah yang diharapkan mampu dieksploitasi.

Nama lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah winger Viktor Claesson dan Emil Forsberg. Keduanya memiliki kecepatan yang kerap menebar ancaman dari sisi sayap.

Claesson total telah mencatatkan dua asis dan rataan 2 operan kunci per pertandingan. Adapun Forsberg, meski belum menyumbangkan asis atau gol, memiliki rataan 3,7 operan kunci per laga. Berkat mereka jugalah taktik serangan balik menjadi efektif.

Contoh terjelas adalah ketika menghadapi Meksiko. Dua gol pertama terlahir dari kesabaran dan keberhasilan Swedia mencuri bola dari Javier Hernandez dkk.

Jika pada gol pertama serangan balik tersebut berhasil menciptakan ruang kosong bagi Ludwig Augustinsson di sisi kiri penyerangan, gol kedua memaksa Hector Moreno menjatuhkan Marcus Berg di dalam kotak penalti.

Permasalahannya, Swedia tidak akan diperkuat oleh gelandang Sebastian Larsson yang tengah mengalami cedera. Padahal ia merupakan salah satu kunci kestabilan lini tengah tim.

Untungnya bagi Swedia, mereka bukan satu-satunya kesebelasan di laga ini yang tidak bisa menurunkan skuat terbaik.

Swiss dipastikan bermain tanpa kehadiran kapten Fabian Schaer dan full-back Stephan Lichsteiner. Keduanya absen karena akumulasi kartu kuning. Melihat bahwa mereka total telah kemasukan empat gol dalam tiga laga, maka pelatih Vladimir Petkovic tentu harus memutar otak.

Absennya kedua pemain ini tidak hanya akan menggoyang lini pertahanan, melainkan juga cara Swiss menyerang.

Sejujurnya, Swiss tidak jauh berbeda dengan Swedia. Mereka bisa bermain pragmatis jika dibutuhkan, seperti kala melawan Brasil pada matchday 1. Valon Behrami dan Granit Xhaka tampil brilian dalam laga ini, mematikan pergerakan Neymar dan Philippe Coutinho.

Namun, Swiss juga merupakan kesebelasan yang gemar membangun serangan melalui operan-operan pendek dari lini belakang seperti ketika menghadapi Serbia dan Kosta Rika pada dua laga fase grup terakhir.

Kekuatan terbesar Swiss justru muncul ketika mereka menggunakan cara bermain yang kedua. Mereka cukup nyaman dalam mengalirkan bola, sekaligus cukup sabar menantikan celah terbuka.

Pertanyaannya, apakah Swiss, yang baru pertama kali lolos ke perempat final Piala Dunia sejak 1954, akan berani bermain terbuka sejak menit-menit awal?

Besar kemungkinan, Swedia dan Swiss akan tampil ekstra hati-hati, setidaknya hingga pertandingan memasuki menit ke-15. Setelah itu, laga sangat berpotensi diwarnai oleh jual-beli serangan antara kedua tim.

Duel vital akan terjadi di lini tengah, terutama cara Granit Xhaka dan Valon Behrami mengantisipasi pergerakan Berg yang kerap datang dari lini kedua.

Adapun Albin Ekdal dan Gustav Svensson harus mewaspadai pergerakan Blerim Dzemaili. Ia tampil impresif sejauh ini. Selalu bergerak untuk membuka dan mengeksploitasi ruang, sekaligus melengkapi Breel Embolo dan Xherdan Shaqiri yang menebar teror dari sayap kiri dan kanan.

Prediksi kami, pertemuan pertama antara kedua tim di turnamen besar (Piala Dunia atau Piala Eropa) ini akan lebih berpihak kepada Swedia dengan skor 2-1 karena faktor absennya Schaer dan Lichsteiner di kubu Swiss.

Komentar