Prediksi Brasil vs Meksiko: Tergantung Coutinho dan Lini Tengah Brasil

Analisis

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Prediksi Brasil vs Meksiko: Tergantung Coutinho dan Lini Tengah Brasil

Meksiko, tidak bisa tidak, harus sangat mewaspadai Philippe Coutinho. Sepanjang gelaran Piala Dunia 2018, dia pemain Brasil paling berpengaruh. Coutinho tidak pernah absen mencetak gol atau asis dalam semua pertandingan Brasil di Rusia sejauh ini.

Di laga pembuka Grup E, sepakan melengkung Coutinho di menit ke-20 membawa Brasil mengungguli Swiss. Pertandingan itu sendiri berakhir 1-1. Pada pertandingan kedua, melawan Kosta Rika yang pertahanannya sangat sukar ditembus, gol Coutinho di menit pertama injury time babak kedua memastikan Brasil tak kembali meraih hasil imbang. (Laga melawan Kosta Rika pada akhirnya berakhir 2-0.)

Melawan Serbia pengaruh Coutinho hadir dalam bentuk berbeda. Satu asis—untuk gol pertama Brasil (36’), yang dicetak Paulinho—dia ciptakan dalam kemenangan 2-0 yang memastikan Brasil lolos ke 16 besar.

Juan Carlos Osorio, Kepala Pelatih Tim Nasional Meksiko, sudah memprediksi Coutinho akan lebih berpengaruh dari Neymar atau para bintang lain jauh sebelum putaran final dimulai.

“Saat pengundian saya bicara dengan Tite, dan dia bertanya siapa menurut saya pemain terbaiknya,” ujar Tite berkisah dalam jumpa pers prapertandingan melawan Brasil. “Dan saya katakan kepadanya Coutinho mengungguli yang lain.

“Tidak ada yang meragukan talenta Brasil di lini serang, dengan Willian, Douglas Costa, Neymar… tapi saya rasa Coutinho adalah pembeda karena dia pemain yang bisa bermain di mana saja di lini tengah atau di depan. Dia pemain yang harus kami waspadai dan dia sangat penting bagi permainan Brasil.”

Pertahanan disiplin Kosta Rika sudah terbukti ampuh meredam serangan-serangan Brasil (sebelum akhirnya terbongkar juga), maka jika Meksiko mampu bertahan lebih baik dari Kosta Rika, maka bukan tak mungkin kejutan akan tersaji.

Biar bagaimana, Meksiko adalah pemilik serangan balik terbaik di Piala Dunia 2018. Jerman sudah merasakan betapa ampuhnya kerja sama Hirving Lozano, Carlos Vela, Miguel Layun, dan Javier Hernandez. Satu gol ke gawang Brasil dan pertahanan disiplin sepanjang pertandingan bisa mengantar mereka ke delapan besar.

Walau, tentu saja, semuanya akan sangat berbeda jika Coutinho mampu melihat celah di pertahanan Meksiko dan melepas umpan kunci atau malah mengeksekusi sendiri peluang yang ada.

Namun tentu saja Brasil melawan Meksiko tidak sesederhana Coutinho melawan Lozano-Vela-Layun-Chicarito walau kemungkinan besar para pemain itulah yang akan menjadi kunci. Jalannya pertandingan, tentu saja, tidak akan sesederhana itu.

Satu hal yang sangat harus dihindari Brasil adalah kehilangan bola di lini tengah. Jerman dan Korea Selatan kebobolan dengan cara ini. Meksiko mengandalkan serangan balik cepat untuk mencetak gol, tak peduli dari mana lawan kehilangan bola. Serangan balik Meksiko, walau demikian, lebih ampuh ketika dimulai dari tengah lapangan ketimbang dimulai dari sepertiga pertama.

Untuk mencetak gol sendiri, Brasil bisa mengandalkan beberapa cara. Yang paling ampuh, barangkali, adalah umpan silang. Baik dalam permainan terbuka atau lewat bola mati, Meksiko selalu tampak kerepotan mengatasi umpan silang. Swedia merepotkan Meksiko dengan cara ini. Brasil, dalam pertandingan alot melawan Kosta Rika, memecah kebuntuan dengan cara ini. Gol penentu kemenangan Brasil melawan Serbia pun berasal dari sepak pojok.

Cara lain yang bisa Brasil ambil untuk mencetak gol adalah lewat tendangan jarak jauh, dari situasi yang tak terduga, ke sudut yang tak terjangkau oleh Guillermo Ochoa. Son Heung-min mencetak satu-satunya gol Korea Selatan ke gawang Meksiko dengan tendangan melengkung dari luar kotak penalti, ke pojok atas gawang Ochoa. Brasil memang tak punya Son, namun mereka punya Coutinho yang, di kejuaraan ini, pernah mencetak gol serupa ke gawang Swiss.

Meksiko sendiri tak punya cukup referensi untuk mencetak gol ke gawang Brasil. Lawan mereka baru sekali kebobolan, saat melawan Swiss. Gol Swiss tercipta lewat sepak pojok. Meksiko, di Piala Dunia 2018, belum pernah mencetak gol lewat sepak pojok.

Satu-satunya cara yang bisa Meksiko lakukan adalah bertahan dengan sebaik-baiknya di depan barisan pertahanan mereka sendiri, bukan di sepertiga pertama. Hanya satu peluang terbaik Meksiko untuk mencetak gol: rebut bola di lini tengah dan lancarkan serangan balik cepat nan efektif.

Mengingat Brasil sangat melibatkan para fullback dalam menyerang, Meksiko bisa mencuri setidaknya satu gol dari serangan balik. Dan mengingat Brasil sangat melibatkan fullback dalam menyerang, Meksiko bisa kecolongan setidaknya satu gol dari umpan silang atau sepak pojok.

Coutinho sendiri, bukan tidak mungkin, bisa meneruskan catatan apiknya di pertandingan ini. Jika peluang melepas tembakan dari luar kotak penalti tak tersedia, Coutinho tetap memiliki peluang mencetak gol sebagai penerima umpan silang.

Brasil, walau tanpa Douglas Costa (cedera) serta Marcelo dan Danilo (diragukan), kemungkinan akan menang 2-1 atas Meksiko yang di pertandingan ini tak diperkuat Hector Moreno (larangan bertanding).

Komentar