Prediksi Kroasia vs Denmark: Duel Timpang di Poros Kekuatan

Analisis

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Prediksi Kroasia vs Denmark: Duel Timpang di Poros Kekuatan

Bagi Kroasia dan Denmark, lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 adalah sebuah pencapaian bersejarah. Masing-masing kesebelasan sebelumnya harus menunggu cukup lama untuk bisa kembali tampil di fase gugur Piala Dunia. Terakhir kali Kroasia lolos ke fase gugur adalah saat tampil di edisi Perancis 1998. Sementara Denmark, terakhir kali lolos ke fase gugur adalah pada edisi Korea Selatan-Jepang 2002.

Kendati sama-sama menorehkan pencapaian bersejarah, proses yang dilewati oleh kedua kesebelasan untuk mencapai babak 16 besar sangat kentara perbedaannya. Selama berlaga di fase grup, catatan Kroasia jauh lebih baik dibandingkan Denmark.

Kroasia tergabung bersama Argentina, Islandia, dan Nigeria di Grup D. Itu bukanlah grup yang mudah. Argentina merupakan runner-up Piala Dunia 2014. Sementara Islandia, walau merupakan tim debutan di Piala Dunia tahun ini, sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata. Islandia merupakan tim kejutan yang mampu menembus hingga babak 16 besar saat tampil untuk kali pertama di Piala Eropa 2016. Sementara Nigeria adalah kesebelasan yang mampu menembus babak 16 besar di Piala Dunia 2014.

Namun kendati bergabung bersama tiga kesebelasan yang sangat berpotensi menyulitkan langkah mereka, pada kenyataannya Kroasia mampu melewati hadangan tersebut dengan mulus. Di matchday pertama, Nigeria dikalahkan dengan skor 2-0. Argentina kemudian menjadi tim kedua yang berhasil ditundukkan Luka Modric dan kolega. Saat itu, Kroasia mengalahkan Argentina dengan skor akhir yang sungguh di luar dugaan: 3-0. Kroasia kembali mendulang kemenangan pada matchday terakhir fase grup, kali ini dari Islandia dengan skor 2-1.

Dengan demikian, Kroasia melenggang ke babak 16 besar dengan menyapu bersih seluruh laga di fase grup. Alhasil Kroasia menjadi juara grup D dengan catatan poin sempurna. Di Piala Dunia ini, hanya ada tiga kesebelasan yang mampu meraih tiga kemenangan di fase grup: Uruguay, Kroasia, dan Belgia.

Tidak hanya itu, produktivitas gol mereka pun cukup tinggi dengan total mencetak 7 gol dan hanya kemasukan 1 gol.

Ini berbanding terbalik dengan apa yang ditunjukkan Denmark selama berlaga di fase grup. Tergabung bersama Perancis, Peru, dan Australia di Grup C, Denmark tampak kesulitan untuk meraih kemenangan di setiap pertandingannya. Tim asuhan Age Hareide ini bahkan sudah dibuat kerepotan sejak matchday pertama menghadapi Peru yang notabene baru lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama sejak 36 tahun.

Adalah benar bahwa Denmark akhirnya menang dengan skor tipis 1-0, namun tak bisa dimungkiri bahwa sepanjang pertandingan mereka digempur habis-habisan oleh Peru yang mencatatkan 53 persen penguasaan bola. Peluang yang diperoleh Peru lebih banyak dibandingkan Denmark dengan total percobaan tembakan sebanyak 17 kali, sementara Denmark hanya mampu melepaskan 10 kali percobaan tembakan sepanjang laga.

Di dua pertandingan selanjutnya menghadapi Australia dan Perancis, Denmark hanya mampu mendulang hasil imbang. Beruntung Perancis mengalahkan Peru dan Australia sehingga Denmark pun bisa lolos ke 16 besar dengan menjadi runner-up Grup C yang mengumpulkan 5 poin. Selain kesulitan meraih kemenangan, produktifitas gol Denmark pun sangat minim jika dibandingkan dengan Kroasia. Tim berjuluk Danish Dynamite ini hanya mampu membobol gawang lawan sebanyak 2 kali, dan kebobolan 1 kali selama berlaga di fase grup.

Duel Timpang di Lini Tengah

Pertandingan babak 16 besar antara Kroasia kontra Denmark yang akan digelar di Nizhny Novgorod Stadium, adalah duel antara dua kesebelasan yang sama-sama memiliki poros kekuatan di lini tengah. Ini terlihat dari besarnya kontribusi yang diberikan oleh para gelandang masing-masing kesebelasan selama berlaga di fase grup.

Enam dari tujuh gol yang dikoleksi Kroasia selama tampil di fase grup, seluruhnya dijaringkan oleh gelandang mereka. Pemain andalan sekaligus sang kapten, Luka Modric, menjadi pencetak gol terbanyak dengan koleksi 2 gol. Empat sisanya dicetak oleh Milan Badelj, Ivan Rakitic, Ivan Perisic, dan Ante Rebic yang masing-masing membukukan 1 gol.

Denmark pun sama halnya. Dua gol yang mereka koleksi selama berlaga di fase grup dicetak oleh gelandang mereka yakni Christian Eriksen dan Yussuf Yurary Poulsen. Namun kontribusi Eriksen adalah yang paling besar untuk tim nasional Denmark.

Pasalnya selain mencetak satu gol, Eriksen juga menciptakan satu asis untuk gol Poulsen saat menghadapi Peru. Ditambah lagi, Eriksen merupakan pemain yang paling rajin menciptakan peluang untuk Tim Nasional Denmark, dengan melakukan percobaan tembakan rata-rata sebanyak 3 kali di setiap pertandingannya. Catatan itu menjadikannya sebagai pemain yang paling banyak melakukan tembakan di Timnas Denmark saat ini.

Vitalnya peran Eriksen untuk Denmark bahkan sudah terlihat sejak kualifikasi Piala Dunia 2018. Kendati bukan seorang penyerang, Eriksen sukses menjadi pencetak gol terbanyak untuk Denmark selama berlaga di babak kualifikasi. Total 11 gol berhasil dibukukannya, menjadikan pemain bernomor punggung 10 itu sebagai pencetak gol terbanyak ketiga di babak kualifikasi zona Eropa setelah Robert Lewandowski (16) dan Cristiano Ronaldo (15). Selain itu menurut catatan Opta, rata-rata keterlibatan Eriksen mencapai 56 persen dalam setiap gol yang dicetak Denmark di babak kualifikasi.

Seluruh catatan itu menunjukkan bahwa Eriksen begitu diandalkan oleh Denmark dalam meraih hasil positif di setiap pertandingannya. Di satu sisi mungkin hal ini membanggakan bagi Eriksen, namun di sisi lain ini bisa menjadi bumerang bagi tim nasional Denmark itu sendiri. Mengingat betapa besarnya ketergantungan mereka terhadap seorang pemain.

Jika kekuatan Kroasia di lini tengah tersebar merata ke seluruh pemain yang mengisi posisi tersebut, maka kekuatan Denmark di lini tengah bisa dibilang banyak bertumpu pada Eriksen seorang. Ini cukup berpotensi untuk menciptakan duel lini tengah yang timpang di pertandingan nanti.

Riwayat pertemuan antara kedua tim juga berpihak pada Kroasia. Terakhir kali Kroasia dan Denmark bertemu di turnamen besar adalah saat tampil di Piala Eropa 1996. Ketika itu Kroasia menang dengan skor telak 3-0. Ditilik dari 6 pertandingan terakhir yang masing-masing dijalani oleh kedua tim, Kroasia juga lebih baik dengan meraih kemenangan sebanyak 5 kali dan 1 kali kalah. Sementara Denmark meraih 2 kali kemenangan dan 4 kali hasil imbang.

Berdasarkan catatan-catatan tersebut, kami memprediksi pertandingan Kroasia kontra Denmark akan berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Kroasia. Kemungkinan besar para pemain tengah Kroasia akan kembali menjadi aktor utama di balik kemenangan tersebut. Kalaupun Denmark berhasil memutus kebuntuan, mereka tidak akan sering melakukannya, dan itu juga dilakukan oleh Christian Eriksen. Di atas kertas, sudah ketebak.

Komentar