Keputusan Tepat Wasit Pada Insiden Handball Rojo

Analisis

by redaksi

Keputusan Tepat Wasit Pada Insiden Handball Rojo

Argentina secara dramatis lolos ke babak perdelapan final Piala Dunia 2018. Pada partai pamungkas grup D, yang digelar Rabu (27/06) dini hari WIB, skuat asuhan Jorge Sampaoli tersebut menang 2-1 melawan Nigeria. Marcos Rojo jadi pahlawan lewat gol yang dicetaknya pada menit ke-86. Kemenangan Argentina dibarengi dengan kekalahan Islandia dari Kroasia.

Tapi ada hal lain yang jadi pembicaraan dan perdebatan. Sebelum gol Rojo tercipta, bek Manchester United tersebut menjadi aktor atas insiden yang membuat pihak Nigeria meradang. Saat ia hendak menghalau umpan silang pemain Nigeria, bola dengan jelas mengenai tangannya. Insiden ini berpotensi membuat Nigeria mendapatkan penalti keduanya pada laga ini.

Atas insiden tersebut laga sempat terhenti sejenak. Wasit pertandingan, Cuneyt Cakir, bahkan sempat meninjau Video Asistant Referee (VAR) untuk melihat kejadian dalam tayangan ulang dan gerakan lambat. Tapi tanpa menunggu waktu yang terlalu lama, wasit asal Turki itu pun kemudian menyatakan tidak ada pelanggaran yang dilakukan Rojo meski ia melihat bola mengenai tangan setelah melihat tayangan ulang. Loh, kok bisa?

Sepakbola sederhananya permainan kaki dan tidak diperkenankan menggunakan tangan, kecuali kiper. Namun ada aturan tertentu mengenai batasan-batasan bola diperbolehkan menyentuh tangan tidak dianggap sebagai pelanggaran. Salah satunya kasus Rojo. Wasit melihatnya sebagai handball yang tidak disengaja.

Dalam FIFA Laws of the Game, memang ada dua jenis handball: disengaja dan tidak disengaja. Handball tidak disengaja sendiri beberapa contohnya terjadi karena merupakan gerakan refleks untuk melindungi anggota tubuh dari cedera seperti kemaluan atau muka, tangan dianggap tidak aktif (seperti berlindung di dada atau dilipat ke belakang) karena sentuhan tangan terhadap bola tidak mengubah arah bola, hingga jarak bola dan tangan yang terlalu dekat dan bola mengenai tangan setelah pantulan dari anggota tubuh.

Poin terakhir adalah aturan yang membuat handball Rojo layak bebas dari hukuman. Saat itu Rojo lebih dulu menyundul bola. Setelah bola mengenai kepala, baru bola mengenai lengannya. Situasi ini dikategorikan sebagai handball tidak disengaja atau tangan sedang tidak aktif. Aturan ini tertulis jelas dalam FIFA Laws of the Game bagian "pelanggaran" poin "tendangan bebas langsung".

"Pelanggaran tangan mencakup tindakan seorang pemain yang dengan sengaja membuat kontak pada bola dengan tangan atau lengan. Hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah: 1) pergerakan tangan mengarah pada bola (bukan bola mengarah pada tangan) 2) jarak antara lawan dan bola (bola tak terprediksi) 3) posisi tangan tidak memengaruhi sebuah pelanggaran..."

Saat Cuneyt memutuskan tidak ada hukuman untuk Argentina, padahal sudah meninjau VAR, kapten Nigeria, John Obi Mikel, sempat mempertanyakan keputusannya. Cuneyt sendiri lantas meresponsnya dengan gerakan menyentuh kepala lalu ke tangan, sesuai dengan poin 1 di atas bahwa sebelum mengenai tangan, bola terlebih dahulu menyentuh kepala Rojo, yang artinya bola mengarah pada tangan.

Baca juga: Mempelajari Aturan Handball Melalui Kasus Di Maria

Walau begitu Mikel mengatakan hal berbeda usai pertandingan. "Menurut saya itu jelas penalti. Kami melihatnya lagi di ruang ganti. Itu jelas handball," kata Mikel seperti yang dilansir Goal International. "Wasit melihat VAR. Ia bilang itu menyentuh tangan. Saya bertanya mengapa tidak diberikan penalti, tapi ia bilang tidak tahu."

Maka dari itu berdasarkan aturan FIFA, insiden bola mengenai tangan Rojo memang tidak layak mendapatkan pelanggaran (atau penalti karena terjadi di kotak penalti Argentina). Cuneyt, meski dikenal sebagai wasit kontroversial, telah mengambil keputusan yang tepat.

Komentar