Penjelasan untuk Keganjilan di Perayaan Gol Ketiga Ronaldo

Analisis

by redaksi 146311

Penjelasan untuk Keganjilan di Perayaan Gol Ketiga Ronaldo

Ada insiden menarik setelah kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, mencetak gol ketiganya ke gawang Spanyol pada laga yang digelar Sabtu (16/06) dini hari WIB. Ketika para pemain Portugal merayakan gol bersama Ronaldo di luar lapangan, ada satu pemain Portugal yang "tidak ikut" merayakan gol.

Pemain tersebut, sekilas seperti Jose Fonte, awalnya hendak bergabung dengan pemain Portugal lainnya untuk merayakan gol penyama kedudukan Portugal menjadi 3-3 tersebut. Tapi sebelum ia menghampiri rekan-rekannya yang berada di luar lapangan, terdapat pemain Portugal lain yang menyuruhnya untuk tetap berada di lapangan.

Keganjilan ini memunculkan pertanyaan: Apakah jika semua pemain Portugal (kecuali kiper) berada di luar lapangan Spanyol bisa melakukan sepak mula? Adakah aturan yang menyebutkan soal momen seperti ini?

Berdasarkan aturan FIFA dan IFAB, sebenarnya tidak ada aturan yang secara pasti menyebutkan momen di atas. Akan tetapi jika mengacu pada salah satu aturan IFAB tentang kick off, meski Fonte turut bergabung dengan rekan-rekannya, Spanyol tetap tidak bisa memulai pertandingan.

Aturan tersebut berbunyi: "Untuk setiap kick off, semua pemain, kecuali pemain yang hendak memulai permainan, harus berada di setengah wilayah permainannya masing-masing". Jika Fonte bergabung, Spanyol tidak bisa melakukan sepak mula karena para pemain Portugal belum berada di wilayah permainannya sendiri.

Tapi bunyi aturan di atas bisa diartikan lain. Bisa saja di luar lapangan sama dengan tidak berada di area setengah permainan lawan alias dianggap sudah berada di wilayah permainan sendiri. Jika wasit mengacu pada konteks pemahaman ini, maka kalau Fonte bergabung dengan rekan-rekannya untuk merayakan gol ketiga Ronaldo, wasit kemungkinan besar akan memperbolehkan Spanyol melakukan sepak mula.

Walau begitu tindakan Fonte sendiri pada akhirnya "memaksa" Spanyol menunggu para pemain Portugal selesai melakukan perayaan sebelum memulai kembali permainan. Keberadaannya membuat wasit tidak bisa atau tidak diperbolehkan memulai kembali permainan karena adanya pemain dari pihak yang mencetak gol di setengah wilayah permainan lawan sebagaimana bunyi aturan di atas.

Kalian mungkin sering mendapati wasit atau asisten wasit menyuruh pemain-pemain yang sedang merayakan gol untuk kembali ke setengah wilayah permainannya sendiri. Itu dilakukan agar pertandingan bisa kembali dimulai.

Sebagai pembanding, pada pertandingan antara Ferroviario vs K-Stars di Liga Mozambik 2015, kubu K-Stars mencetak gol dari setengah lapangan setelah sepak mula ketika para pemain Ferroviario masih melakukan perayaan gol. Hal ini disahkan karena para pemain Ferroviario merayakan gol di wilayah permainannya sendiri.

Aturan kick off untuk insiden-insiden seperti di atas akan berlaku dengan acuan di mana posisi pemain setelah gol terjadi, bukan sedang apa pemain setelah gol terjadi. Maka dari itu apa yang dilakukan Fonte bisa diartikan sebagai upaya pencegahan kick off secepat mungkin oleh Spanyol ketika Portugal yang merayakan gol belum siap kembali bermain. Bagaimana pun, mencegah lebih baik daripada mengobati menyesal karena terlalu bereuforia oleh sebuah gol di saat pertandingan belum berakhir.

Komentar