Buntunya Serangan Roma, Eksploitasi Sayap Napoli

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Buntunya Serangan Roma, Eksploitasi Sayap Napoli

Napoli berhasil memperpanjang rekor kemenangan mereka dalam ajang Serie A musim 2017/2018 ini. Bertandang ke Stadion Olimpico menghadapi AS Roma pada Minggu (15/10/2017) dini hari, Partenopei berhasil meraih kemenangan tipis dengan skor 0-1.

Gol kemenangan Napoli sendiri dicetak oleh Lorenzo Insigne pada menit ke-20. Gol dari Insigne ini gagal dibalas oleh para pemain Giallorossi, dan akhirnya mereka harus merelakan diri mencatatkan kekalahan kedua pada musim 2017/2018 ini. Kekalahan yang membuat mereka untuk sementara tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Serie A 2017/2018

Dalam pertandingan kali ini, kedua tim menurunkan susunan pemain terbaiknya. Di kubu AS Roma, Edin Dzeko masih menjadi sosok kunci di lini depan Roma, didampingi oleh Diego Perotti dan Alessandro Florenzi. Sedangkan di kubu Napoli, nama Dries Mertens tetap dipasang oleh pelatih Maurizio Sarri di lini depan.

Namun meski menurunkan susunan pemain terbaiknya, ada beberapa hal yang pada akhirnya membuat Napoli dapat unggul tipis dari Roma.

Eksploitasi sayap yang maksimal dari Napoli

Pada musim 2017/2018 ini, Napoli menjadi tim yang kerap memaksimalkan penguasaan bola dan sisi sayap mereka sebagai salah satu upaya mereka dalam mencetak gol. Hal ini pun tampak dalam pertandingan melawan Roma pada Minggu (15/10/2017) dini hari di Olimpico.

Lewat kombinasi dari ketiga pemain depan mereka (Jose Callejon, Dries Mertens, dan Lorenzo Insigne), serta ditopang oleh Marek Hamsik dari lini kedua, Napoli kerap mengancam pertahanan Roma lewat aksi-aksi dari sisi sayap. Catatan khusus diberikan bagi Insigne dan Mertens yang acap berkolaborasi di sisi kiri, mengacaukan pertahanan rapat Roma dan menciptakan ruang tersendiri bagi Callejon di sisi kanan.

Serangan Napoli yang disusun dari sayap ini mampu mengacaukan pertahanan Roma yang dalam laga ini bermain cukup rapat. Pertahanan Roma pun menjadi kerap terbagi, lewat pergerakan liar yang dilakukan oleh Mertens-Callejon-Insigne. Ditambah dengan posisi dari kedua fullback Roma yang acap terlalu maju, ruang-ruang kosong di sayap tersebut berhasil dimanfaatkan oleh ketiga pemain depan Napoli.

Posisi pemain Roma. Perhatikan posisi Peres (25) dan Kolarov (11) yang terlalu maju. Sumber: Whoscored

Serangan Roma yang tak berujung

Meski Roma kalah dalam soal penguasaan bola dari Napoli (44% berbanding 56% milik Napoli), bukan berarti Roma tidak memiliki kesempatan untuk menyerang. Lewat beberapa kali skema serangan balik, Giallorossi berhasil mengancam lini pertahanan Napoli. Namun serangan-serangan dari Roma ini jarang yang mengarah ke gawang dan kebanyakan dilesakkan dari luar kotak penalti.

Grafis tembakan Roma. Sumber: Whoscored

Cukup banyaknya peluang dari Roma yang tidak mengenai gawang ini dan banyak yang diarahkan dari luar kotak penalti, selain karena pertahanan Napoli yang berhasil mematikan pergerakan dari Edin Dzeko, juga karena lini kedua Roma kurang mendukung penyerangan dari Roma itu sendiri. Hal ini mengakibatkan dari total 10 peluang yang dilepaskan oleh Roma, hanya dua saja yang mengarah ke gawang. Sisanya ada yang berhasil diblok (tiga peluang) dan tidak menemui sasaran (lima peluang).

Sulitnya Roma menciptakan peluang yang mengarah ke gawang inilah yang mengakibatkan Giallorossi pada akhirnya sulit juga menjebol gawang dari Napoli yang dikawal oleh Pepe Reina.

Hidupnya Insigne, matinya Dzeko

Jika ada satu pesakitan di dalam pertandingan, maka ada satu pemain juga yang bersinar. Itu yang menimpa Insigne dan Dzeko. Di kala Insigne bersinar bersama Napoli dalam pertandingan tersebut, lain halnya dengan Dzeko.

Selain satu gol yang ia cetak, dalam laga ini Insigne tampil cukup ciamik. Menjadi motor serangan Napoli bersama Callejon dan Mertens, total ia melesakkan enam tembakan, 92% rataan umpan sukses, dua umpan kunci, serta mengacak-ngacak pertahanan Roma dengan usaha enam kali dribel suksesnya. Terlepas dari kesalahan pemain bertahan Roma, gol yang Insigne cetak juga lahir berkat dari kerja sama antara dirinya dan Mertens.

Di sisi lain, Dzeko yang sudah mencetak tujuh gol di Serie A, tampil tidak begitu memukau. Selain karena dukungan yang kurang dari lini kedua, Dzeko tampak bekerja sendiri dalam laga ini. Ia juga cukup sulit melepaskan diri dari kawalan Kalidou Koulibaly ataupun Raul Albiol yang dalam laga tersebut kerap bergantian menjaga dirinya.

***

Dengan hasil ini, Napoli berhasil mempertahankan kuasa mereka di Serie A sampai giornata ke-8 ini. Total delapan kemenangan dari delapan laga adalah hasil yang baik bagi Partenopei, sekaligus menjauhkan mereka dari para pesaing mereka di tabel klasemen Serie A, apalagi di saat yang bersamaan Juventus takluk dari Lazio di Allianz Stadium.

Di sisi lain, kekalahan ini membuat Roma untuk sementara tetap tertahan di posisi kelima sementara klasemen Serie A. Namun bukan berarti peluang mereka untuk merangsek naik sudah tertutup. Mereka masih bisa mengejar Napoli, Juventus, Inter Milan, dan Lazio yang berada di atas mereka, apalagi selisih antar mereka juga tidak terlalu berbeda jauh.

foto: @Squawka

Komentar