Lini Serang PSG Tajam, Tapi Lini Belakang Cukup Rentan

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Lini Serang PSG Tajam, Tapi Lini Belakang Cukup Rentan

Paris-Saint Germain adalah rajanya Prancis dalam beberapa tahun ke belakang. Namun, untuk musim 2016/2017, hegemoni mereka di Prancis terhenti di tangan AS Monaco. Pada Ligue 1 2017/2018, yang dimulai pada Sabtu (5/8) dini hari nanti, PSG berupaya untuk mengembalikan hegemoni mereka.

Sejak dibeli oleh Qatar Sports Investments pada 2011 silam, PSG memang menjelma menjadi salah satu kekuatan sepakbola di Prancis, juga di Eropa. Pembelian pemain-pemain bintang yang ditopang oleh gelontoran uang yang melimpah, membuat Les Parisiens dengan segera mampu bersaing dengan kekuatan tradisional di Prancis macam Olympique Lyon, Olympique Marseille, serta Girondins de Bordeaux. Hegemoni pun langsung mereka tancapkan di Prancis selama empat tahun lamanya.

Bukan hanya di Prancis, setelah berhasil menguasai kompetisi lokal, mereka mulai merambah peruntungan mereka di kompetisi Eropa. Namun, Eropa bukanlah tempat yang mudah. Bersaing dengan klub-klub tradisional yang sudah punya DNA Liga Champions macam Real Madrid, Barcelona, Juventus, dan yang lain, pencapaian terbesar PSG di Eropa hanya babak delapan besar Liga Champions.

Akan tetapi ada hal yang berubah di tubuh PSG pada musim 2016/2017, khususnya selepas mereka memecat Laurent Blanc dan ditinggalkan oleh Zlatan Ibrahimovic. Hal ini pun diulas oleh The Guardian, yang menyebut bahwa PSG kehilangan identitas mereka sebagai penguasa di Prancis. Ada semacam mentalitas yang hilang, sehingga mereka mampu disalip oleh AS Monaco, klub yang berisikan anak-anak muda yang penuh dengan determinasi tinggi.

Mentalitas yang hilang dan hegemoni inilah yang berusaha dikembalikan lagi oleh Unai Emery untuk musim 2017/2018 mendatang.

Merekrut pemain bintang

Saat bursa transfer musim panas 2017 dibuka, PSG tidak menghabiskan uang yang kelewat banyak. Mereka hanya merekrut dua pemain, yaitu Dani Alves dari Juventus dan Yuri Berchiche dari Real Sociedad. Total dana yang dihabiskan oleh PSG untuk membeli keduanya hanya sebesar 16 juta euro saja (disitat dari Transfermarkt), mengingat Alves didatangkan PSG secara gratis.

Namun, PSG ternyata punya rencana tersendiri mengenai aktivitas transfernya. Tak tanggung-tanggung, untuk mewujudkan ambisinya bisa berbicara banyak di Liga Champions, mereka rela menggelontorkan banyak uang untuk bintang asal Brasil, Neymar ketika Ligue 1 tinggal menghitung hari. Lalu walau dengan sejumlah drama, akhirnya Neymar direkrut PSG dengan mengaktifkan klausul pelepasannya sebesar 222 juta euro.

Terlepas dari uang banyak yang mampu dihadirkan oleh QSI untuk mendatangkan pemain bintang ke PSG, hadirnya pemain bintang ini akan menambah suntikan tenaga tersendiri di PSG. Dani Alves sudah menunjukkan efeknya dalam laga Trophee des Champions saat ia mampu mencetak satu gol dan satu asis untuk PSG.

Kehadiran Neymar jelas akan membuat PSG lebih tajam di lini depan. Mereka kini memiliki pemain yang mendekati level Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, dua pemain terbaik dunia. Dengan bintang-bintang lainnya, PSG tentu berharap Neymar bisa langsung nyetel dengan tim, terlebih ia akan kembali bekerja sama dengan rekan dekatnya, Daniel Alves.

Menantikan skema dan rencana yang dipersiapkan Unai Emery

Ketika laga Trophee des Champions melawan AS Monaco, Emery menerapkan skema yang cukup menarik. Ia menggunakan formasi dasar 4-3-3, dengan menempatkan Dani Alves bukan di posisi full-back, melainkan di posisi winger. Hasil dari skema ini, meski tidak terlalu terlihat di babak pertama, mulai menunjukkan geliatnya di babak kedua. Serangan PSG semakin menjadi, terutama dari sisi yang dihuni oleh Alves.

Jika melihat Emery yang menggunakan skema tersebut dalam ajang Trophee des Champions, yang bukan merupakan ajang pramusim, bisa dianggap bahwa formasi dasar 4-3-3 ini akan menjadi pakem yang kembali digunakan PSG untuk ajang Ligue 1 musim 2017/2018. Namun, kedatangan Neymar memungkinkan Emery untuk memodifikasi lagi strateginya demi memaksimalkan bakat mantan penyarang Santos tersebut. Apalagi PSG pun tidak akan tampil hanya di satu kompetisi saja musim 2017/2018 kelak.

Kalau melihat hasil yang ditunjukkan PSG dalam ajang Trophee des Champions, meski PSG berhasil juara dengan mengalahkan Monaco dengan skor 2-1, masih banyak yang harus diperbaiki oleh PSG, terutama masalah di lini pertahanan yang kerap bisa ditembus oleh pergerakan liar para pemain Monaco.

Selain itu, mentalitas yang merata di semua lini harus menjadi perhatian Unai Emery. Oleh karena itu, sejak musim 2016/2017, Emery pun mulai banyak memasang pemain-pemain muda macam Adrien Rabiot, Christoper Nkunku, Alphonse Areola, serta Presnel Kimpembe. Hal ini semata untuk membentuk mentalitas dari para pemain muda tersebut, agar tidak canggung ketika harus tampil di panggung yang besar.

Marco Verratti, yang perlahan mulai menjadi sosok kunci di lini tengah PSG

Pekerjaan rumah lain dari Unai Emery adalah membangkitkan mentalitas para pemain bintang di PSG. Tidak adanya sosok kharismatik macam Zlatan Ibrahimovic membuat para pemain bintang ini menjadi kumpulan pemain dengan ego yang sulit untuk diatur. Hal inilah, dilansir dari The Guardian, yang menjadi penyebab sulitnya PSG bersaing dengan Monaco di Ligue 1 musim 2016/2017.

Soal di lini pertahanan dan juga masalah mentalitas inilah yang harus diperbaiki oleh PSG, jelang dan juga ketika memasuki ajang Ligue 1 kelak. Hadirnya beberapa pemain baru memang bisa memberikan Emery keleluasaan untuk menerapkan taktik dan skema yang berbeda, namun hal itu harus diiringi oleh mentalitas menang dari para pemainnya.

Pemain kunci: Neymar, Dani Alves, Marco Verratti, dan Thiago Silva

Untuk musim 2017/2018, nama Neymar, Dani Alves, Marco Verratti, dan Thiago Silva adalah nama-nama yang akan menjadi tulang punggung skuat PSG.

Terkhusus untuk Alves, meski ia adalah pemain baru, tapi kharisma yang ia miliki membuatnya akan dapat cepat beradaptasi dengan PSG. Apalagi di Les Parisiens sekarang ada nama Lucas Moura, pemain yang bisa membantunya beradaptasi secara lebih cepat. Mentalitas yang ia miliki, selain kemampuannya meliputi area sayap dengan baik, dipercaya dapat mengantarkan sesuatu yang positif bagi PSG, seperti yang ia tunjukkan di Barca dan Juventus.

Sementara itu, Verratti dan Silva adalah dua nama yang juga masih akan jadi tulang punggung PSG musim 2017/2018. Di lini tengah, sosok Verratti masih akan menjadi penyeimbang, sekaligus motor yang menggerakkan permainan PSG. Sedangkan Silva masih akan menjadi pengatur lini pertahanan PSG, seperti yang ia tunjukkan dalam laga melawan AS Monaco di Trophee des Champions.

Jangan lupakan pula sosok Neymar. Pemain dengan banderol harga cukup mahal ini dapat memberikan dimensi baru bagi penyerangan PSG, terkhusus lewat sektor sayap. Tusukan-tusukan serta kemampuan dribelnya, jika bisa dimanfaatkan dengan baik, akan membuat banyak kreasi serangan dari sayap bisa diciptakan oleh PSG. Namun, ini semua dengan catatan jika Neymar tidak terbebani oleh label pemain mahal yang tersemat kepada dirinya.

Memang masih ada nama-nama semisal Edinson Cavani, Lucas Moura, Angel Di Maria, Thiago Motta, serta Julian Draxler yang akan memberikan kontribusi positif untuk PSG. Namun, empat nama di atas ini akan menjadi pemain kunci yang bisa memengaruhi permainan PSG secara signifikan.

Gambar di atas menunjukkan kedalaman skuat PSG dengan 25 pemain mereka. Terlihat pos bek tengah cukup rentan karena mereka hanya memiliki tiga pemain yang berposisi sebagai bek tengah. Mungkin beberapa pemain tengah akan dipaksa bermain sebagai bek tengah jika dalam kondisi darurat.

Komposisi di tengah dan depan tak seperti di lini pertahanan. PSG punya banyak pemain bertalenta di depan dan tengah. Edinson Cavani tetap akan menjadi ujung tombak. Neymar akan memberikan dimensi berbeda dari sayap. Sementara itu Draxler, Di Maria atau Goncalo Guedes akan menambah ketajaman Les Parisiens.

Tapi skuat PSG di atas pun masih bisa berubah, khususnya dari pemain-pemain yang pergi. Kedatangan Neymar membuat mereka harus menjual sejumlah pemainnya untuk menghindari pelanggaran Financial Fair Play. Pemain-pemain yang punya kans untuk hengkang adalah Blaise Matuidi, Serge Aurier, Jese Rodriguez, Angel Di Maria, Grzegorz Krychowiak, Hatem Ben Arfa, Javier Pastore dan Lucas Moura. Selain itu, Marco Verratti pun kabarnya sedang diminati klub lain. Meskipun begitu, untuk sebelas pemain utama, PSG tampaknya masih memiliki susunan pemain yang kuat meski tiga-empat pemain bakal hengkang.

foto: @c_nk97

Komentar