Faktor-Faktor yang Membuat Buruknya Penampilan Real Madrid di Pra-Musim

Analisis

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Faktor-Faktor yang Membuat Buruknya Penampilan Real Madrid di Pra-Musim

Performa Real Madrid di ajang pra musim menuju kompetisi 2017/2018 terbilang mengkhawatirkan. Ada tiga pertandingan yang sudah mereka lakoni dalam turnamen pra musim International Champions Cup (ICC) 2017 di Amerika Serikat, yang semuanya berakhir dengan kekalahan.

Nasib nahas yang dialami juara Liga Champions 2016/2017 itu kemudian membuat banyak pihak bertanya-tanya dengan kondisi Madrid saat ini. Namun seharusnya ini tidak usah dianggap terlalu serius, karena hasil pertandingan pada ajang pra-musim bukan segalanya.

Kendati demikian, kalau boleh menerka soal apa yang terjadi dengan perjalanan Madrid di pra musim, salah satu faktor yang cukup signifikan dari rentetan hasil buruk Madrid di pra musim adalah minimnya kontribusi dari para pemain depan. Dalam hal ini, absennya Cristiano Ronaldo menjadi salah satu penyebab.

Dalam daftar 26 pemain yang diboyong Zinedine Zidane ke Amerika Serikat sebenarnya tercantum nama Karim Benzema dan Gareth Bale. Keduanya pun kerap ditampilkan, hanya saja Benzema dan Bale belum terlalu maksimal di lini depan. Keduanya juga belum mencetak gol untuk Madrid.

Empat gol yang disarangkan Madrid di ajang tersebut rata-rata dibuat oleh pemain yang bukan berposisi sebagai penyerang seperti Casemiro, Mateo Kovacic, dan Oscar Rodriguez yang masing-masing mencetak satu gol. Hanya Marco Asensio pemain dari barisan depan yang sukses menyumbang gol bagi Madrid, namun itu pun hanya sebiji.

Melihat catatan tersebut, secara tidak langsung menyiratkan bahwa sosok Ronaldo memang menjadi bagian penting Real Madrid di lini serang. Musim lalu saja pemain berkebangsaan Portugal itu sukses mencetak 42 gol di semua ajang. Torehan tersebut membuatnya menjadi sosok yang cukup berpengaruh sebab sumbangsih golnya mencapai 24 persen dari total 173 gol yang dicetak Madrid selama musim 2016/2017 di semua ajang.

Ronaldo absen selama pra-musim karena dikabarkan tengah disibukkan dengan penyelesaian kasus penggelapan pajak yang menimpa dirinya. Kabarnya, Ronaldo saat ini tengah berada di Spanyol untuk menyelesaikan kasus tersebut. Sebelum itu, ia juga harus membela Portugal di Piala Konfederasi 2017.

Satu hal lain yang tak bisa diabaikan tentunya adaptasi para pemain baru Madrid. Pada jendela transfer musim panas ini, Los Blancos memboyong empat pemain baru, termasuk yang kembali dari masa pinjaman, seperti Dani Ceballos, Marcos Llorente, Jesus Vallejo dan Theo Hernandez.

Namun ada kendala lain yang membuat adaptasi keempatnya berjalan lamban. Salah satunya keterlambatan mereka bergabung bersama tim karena sebelumnya harus tampil di Piala Eropa U-21.

Hal tersebut membuat mereka tidak memiliki waktu adaptasi yang cukup lama bersama pemain Madrid lainnya, karena Los Blancos harus segera terbang ke Amerika Serikat untuk menjalani laga uji coba pra musim.

Lini Belakang

Permasalahan Madrid di laga uji coba pra musim sebenarnya tidak hanya soal absennya Ronaldo dan proses adaptasi yang belum berjalan sempurna. Satu hal lain yang patut disoroti juga adalah barisan pertahanan mereka yang terkesan rapuh. Total, delapan gol (gol adu penalti melawan Manchester United tidak masuk hitungan) bersarang di gawang Madrid dari tiga pertandingan mereka di laga uji coba.

Ini jelas menunjukkan bahwa permasalahan sebenarnya terjadi ada di lini belakang yang tak mampu membendung aliran serangan lawan. Hal tersebut sangat terlihat di laga melawan Manchester City, empat gol berhasil disarangkan oleh barisan depan City, yang membuat mereka mengalami kekalahan terbesar selama gelaran pra musim 2017 ini berlangsung.

Zidane sendiri lebih banyak melakukan eksperimen di lini belakang. Di laga melawan Manchester City, Sergio Ramos tidak ditampilkan oleh pelatih asal Prancis itu. Sebagai penggantinya, Raphael Varane dan Nacho dipasangkan. Duet ini sebenarnya mampu membendung setiap aliran serangan City pada babak pertama. Namun petaka muncul saat laga memasuki paruh kedua. Ada dua gol yang bersarang pada menit 52 melalui Nicolas Otamendi dan 59 lewat aksi Raheem Sterling.

Kedua bek tersebut kemudian ditarik keluar pada menit 62. Perubahan skema tampaknya tidak terlalu berjalan mulus, karena buktinya dua gol tambahan berhasil ditorehkan City pada menit ke-67 dan 81 yang masing-masing dicetak oleh John Stones dan Brahim Diaz. Madrid sendiri baru bisa menciptakan gol pada menit 90 setelah Oscar berhasil memperkecil kedudukan menjadi 4-1 yang bertahan hingga akhir laga.

Pada pertandingan melawan Barcelona, Ramos kemudian ditampilkan dengan berduet bersama Raphael Varane. Namun tiga gol diberondong Barcelona untuk mengakhiri kemenangan dengan skor 3-2. Sosok Ramos yang begitu diandalkan di sektor belakang memang belum memperlihat kemampuannya dengan baik.

Namun hal tersebut bukan menyiratkan bahwa ada penurunan performa, apalagi setelah Pepe hengkang. Satu hal yang membuatnya tampil kurang menggigit adalah keterlambatannya bergabung bersama tim di masa pra-musim, yang kemudian membuat kondisinya belum 100 persen siap menghadapi pertandingan.

Real Madrid, akan kembali menjalani pertandingan uji tanding melawan MLS All Star sebelum menghadapi Manchester United di ajang Piala Super Eropa pada 8 Agustus mendatang. Waktu yang tidak banyak tentunya bagi Madrid untuk melakukan perbaikan sebelum laga penting tersebut.

Mewakili tim, Ramos mengungkapkan bahwa Madrid siap menghadapi MU di Piala Super Eropa dan akan tampil jauh lebih baik dari yang ditunjukkan selama pra-musim. Sebab, pertarungan di laga resmi akan lebih bergengsi karena ada piala yang diperebutkan.

“Ketika ada Piala yang diperebutkan, semua akan terasa berbeda. Kami pasti akan bekerja keras untuk memperbaiki penampilan kami. Kami tentu sangat siap untuk menghadapi pertandingan pada tanggal 8 Agustus nanti,” kata Ramos seperyi dilansir Soccer America.

Foto: The Sun, Eurosport, CNN.com

Komentar