Mengurung Messi, Membenamkan Barcelona

Analisis

by Ardy Nurhadi Shufi 123231

Ardy Nurhadi Shufi

Juru Taktik Amatir
ardynshufi@gmail.com

Mengurung Messi, Membenamkan Barcelona

Juventus berhasil meraih hasil positif pada leg pertama perempat final Liga Champions 2016/2017 menghadapi Barcelona. Berlangsung di Juventus Stadium, skuat berjuluk Si Nyonya Tua tersebut menang dengan skor meyakinkan yakni 3-0. Gol-gol Juve dicetak oleh Paulo Dybala (2) dan Giorgio Chiellini.

Laga ini sebenarnya berjalan berimbang. Jika melihat statistik, kedua kesebelasan mencatatkan jumlah tembakan yang tidak sedikit, yakni 14 miliki Juventus dan 16 milik Barcelona. Barcelona mampu mendominasi pertandingan dengan mencatatkan penguasaan bola lebih banyak dari Juve, yaitu 32% berbanding 68%.

Juventus, meski tidak menguasai lebih banyak bola, justru merupakan kesebelasan yang berhasil mengendalikan jalannya pertandingan pada laga ini. Mereka berhasil membuat Barcelona bermain sesuai keinginan mereka, sehingga Barcelona yang memiliki lini serang mematikan dalam trio MSN, kesulitan menciptakan peluang.

Pada babak pertama begitu terlihat Barca sangat kesulitan menciptakan peluang. Pada 45 menit pertama tersebut, ketika Juve mencatatkan sembilan tembakan, Barca hanya mencatatkan enam tembakan saja. Hal ini dikarenakan sistem pertahanan Juventus berhasil mengurung pemain andalan Blaugrana, Lionel Messi.

Barca menyerang dengan menggunakan pola 4-2-1-3 di awal pertandingan. Lionel Messi yang biasanya beroperasi di sisi kanan, lebih banyak bermain di area tengah pada laga ini. Ivan Rakitic yang justru sepanjang pertandingan terlihat bermain sebagai wide player ketika Barca melancarkan serangan. Skema ini bukan hal yang baru bagi Barca, saat melawan Malaga beberapa hari lalu, Sergi Roberto-lah yang bermain sebagai winger kanan.

Area pergerakan Rakitic sepanjang pertandingan, beroperasi di sisi kanan (via: whoscored.com)

Namun penempatan Messi di area tengah ini berhasil diantisipasi dengan baik oleh Juventus pada babak pertama. Skuat asuhan Massimilliano Allegri ini merapatkan jarak antar pemainnya di area tengah untuk mengurung Messi. Jarak yang rapat tersebut membuat Barca kesulitan mengalirkan bola pada kapten Argentina tersebut.

Saat bertahan, Juventus membentuk pola 4-4-2 flat meski formasi dasar mereka 4-2-3-1. Dybala dan Gonzalo Higuain adalah orang pertama yang memberikan tekanan pada pemain Barcelona yang menguasai bola di area middle third. Sementara itu dua gelandang Juve, Sami Khedira dan Miralem Pjanic, menutup jalur operan pada Messi.

Salah satu momen saat Barca melancarkan serangan (via: @CatenaccioTimes)

Namun tidak hanya dengan menutup jalur operan pada Messi, skema ini juga dibarengi dengan peran khusus Daniel Alves, full-back kanan Juventus, untuk menjadi penjaga penyerang sayap kiri Barca, Neymar. Pada gambar di atas tak terlihat keberadaan Alves, posisi Alves memang tergantung posisi Neymar, yang pada situasi di atas tidak terlihat juga penampakannya.

Alves pun pada laga ini menjalankan perannya dengan baik. Empat tekel berhasil dilakukan dari empat kali percobaan. Selain itu ia melakukan empat intersep dan satu sapuan. Tugasnya untuk mengawal Neymar dilakukannya dengan baik meski ia harus mendapatkan kartu kuning ketika menjegal Neymar di tengah lapangan.

Dengan Messi yang terkurung serta Neymar yang pergerakannya dimatikan (juga Alex Sandro dan Mario Mandzukic yang membuat Rakitic tak berkutik), aliran bola serangan Barca sering tertahan di area middle third. Umpan-umpan menyilang antar sayap kerap dilakukan untuk memecah pertahanan Juventus yang solid.

Terkuncinya Messi dan Neymar (juga Luis Suarez) Barca sendiri lebih banyak mengandalkan Andres Iniesta dalam melancarkan serangan. Di babak pertama, satu-satunya peluang terbaik Barca ketika kapten Barcelona tersebut mendapatkan situasi satu lawan satu. Namun tendangannya tersebut dimentahkan Gianluigi Buffon.

Suarez yang bertugas mengacaukan penjagaan Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini pun tak mampu berbuat banyak. Pergerakannya pada awal babak kedua ketika Barca menerapkan formasi 3-4-3 (dengan memasukkan Andre Gomes menggantikan Mathieu) sempat menebar ancaman berbahaya bagi lini pertahanan Juventus. Namun dengan disiplin dan sigapnya para pemain Juventus, tanpa kompromi membuang bola di kotak penalti, gawang Juventus pun aman dari kebobolan.

Pada laga ini, Juventus sendiri mengandalkan serangan balik cepat alias quick-counter lewat kedua sayap untuk mengobrak-abrik lini pertahanan Barca. Kecepatan Juan Cuadrado dan Mario Mandzukic tak mampu diantisipasi Jeremy Mathieu, Gerard Pique, Samuel Umtiti, Sergi Roberto dan Javier Mascherano (yang gagal memainkan peran Sergio Busquets). Bahkan adanya jarak antara gelandang dan bek membuat Dybala dua kali menceploskan bola tanpa pengawalan.

Baca juga:

Kekecewaan dalam Hidup Daniel Alves

Memahami Peran Wide Target Man Melalui Peran Mario Mandzukic


Analisis selengkapnya nantikan di Detiksport kolom About The Game

Komentar