Berkat Tiga Pemain Ini, Dortmund Lebih Mampu Manfaatkan Peluang

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Berkat Tiga Pemain Ini, Dortmund Lebih Mampu Manfaatkan Peluang

Borussia Dortmund menyusul seteru mereka di Bundesliga, Bayern München, lolos ke babak delapan besar Liga Champions. Pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, mereka sukses mengalahkan Benfica dengan skor 4-0. Tiga pemain pantas diberikan kredit dalam pertandingan ini atas penampilan impresif yang mereka tunjukkan.

Tertinggal 1-0 setelah pada leg pertama dikalahkan oleh Benfica di Stadion Da Luz, Dortmund menampilkan permainan yang berbeda dalam pertandingan kali ini. Hasil-hasil positif yang mereka raih dalam ajang Bundesliga memengaruhi penampilan mereka dalam ajang Liga Champions. Kepercayaan diri begitu terlihat di wajah para pemain Dortmund.

Die Schwarzgelben pun menampilkan permainan yang berbeda. Jika pada leg pertama mereka mampu mencetak banyak peluang tapi sulit untuk mencetak gol, kali ini dengan penguasaan bola yang kembali lebih unggul dari Benfica (53% berbanding 47%) mereka mampu mencetak empat gol. Cetakan 13 kali shots berbanding enam kali shots milik Benfica pun semakin menegaskan dominasi Dortmund atas Benfica dalam pertandingan kali ini.

Namun, ada tiga pemain yang setidaknya membedakan warna permainan Dortmund kali ini. Tiga pemain tersebut membuat Die Borussen menjadi tim yang mampu memanfaatkan peluang, mendikte permainan Benfica pada pertandingan kali ini, sekaligus mengantarkan Dortmund meraih kemenangan besar atas Benfica.

Christian Pulisic

Malam yang cukup luar biasa bagi pemuda asal Amerika Serikat ini. Selain berhasil mematahkan rekor Kevin Passlack sebagai pemain termuda yang mencetak gol untuk Dortmund di Liga Champions, Pulisic juga berkontribusi cukup signifikan dalam penyerangan Dortmund, terutama di sisi kanan.

Satu gol dan satu asis yang ia catatkan dalam laga tersebut mengiringi catatan-catatan apik yang ia torehkan dalam laga tersebut. Tiga kali take-ons, dua kali shots on target (satu di antaranya berbuah menjadi gol), serta memenangkan 75% dari setiap tekel yang ia lakukan adalah catatan apik Pulisic dalam laga melawan Aguinas (julukan Benfica).

Beberapa kali ia sukses mengacak sisi kanan Benfica dengan kemampuan dribelnya, selain juga kemampuan Ousmane Dembele di sisi kiri yang tidak kalah bagusnya. Tak heran kalau legenda sepakbola asal Spanyol, Raul, meramalkan bahwa ia akan sukses di masa depan.

Julian Weigl

Selain Pulisic, pemain lain yang juga menjadi kunci kemenangan Dortmund atas Benfica adalah Julian Weigl. Dipuji oleh Toni Kroos sebagai salah satu pemain yang kelak akan menjadi penerusnya di timnas Jerman, Weigl menunjukkan permainan yang seolah menegaskan pujian Kroos terhadap dirinya.

Weigl mencatatkan rataan 89% umpan sukses dalam pertandingan tersebut. Ia juga sukses mendikte lini tengah Benfica, sekaligus mengatur tempo permainan Dortmund dengan distribusi umpannya. Ia juga menjadi pengalir bola dari lini belakang ke lini depan, sekaligus menjadi pengalir bola di area sepertiga akhir lapangan Benfica.

Grafis umpan Julian Weigl. Tak jarang ia juga menjadi pengalir bola di area sepertiga akhir lapangan lawan. Sumber: Squawka

Berkat distribusi bola yang baik dari Weigl, serangan Dortmund pun menjadi lebih mengalir dan beberapa pemain dapat memanfaatkan umpan-umpan daerah dan umpan-umpan panjang yang dilepaskan oleh pemain berusia 21 tahun ini.

Pierre-Emerick Aubameyang

Bintang di pertandingan melawan Benfica ini lewat hattrick yang ia lesakkan. Apa yang ia tampilkan di leg kedua ini seolah membayar penampilan buruknya di leg pertama lalu. Ketika itu Auba begitu sering menyia-nyiakan peluang emas yang ia dapat, yang membuat timnya kalah 1-0 dari Benfica.

Kecepatan dan kemampuannya menarik bek ke area sayap untuk menciptakan ruang bagi dirinya sendiri membuat penampilannya di Westfalenstadion pada Kamis (9/3/2017) dini hari tampak sempurna. Tidak banyak menyentuh bola, tapi sekalinya ia menyentuh bola, maka bola tersebut menjadi gol yang bersarang ke gawang lawan. Ia juga yang mencetak gol pertama di awal pertandingan yang menjadi kepanikan Benfica, sekaligus pemantik semangat bagi Dortmund.

Mencatatkan lima kali shots (tiga di antaranya berbuah gol) serta mencatatkan dua kali chances created, Auba menjadi teror tersendiri bagi lini pertahanan Benfica. Bersama Samuel Eto`o, Didier Drogba, Yacine Brahimi, dan Aiyegbeni Yakubu, ia menjadi pemain asal Benua Afrika yang sukses mencatatkan hattrick dalam gelaran Liga Champions Eropa. Dengan penampilan impresifnya, Auba sudah memasukkan dirinya dalam sejarah.

foto: @Squawka

Komentar