Pakai Skema Tiga Bek, Dortmund Tetap Kalah

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Pakai Skema Tiga Bek, Dortmund Tetap Kalah

Borussia Dortmund gagal mendapatkan momentum positif yang mereka cari. Menghadapi Benfica di Estadio Da Luz dalam leg 1 babak 16 besar Liga Champions, mereka kalah 1-0. Gol tunggal Kostas Mitroglou pada menit ke-48 membuat mereka harus pulang ke Jerman dengan tangan hampa dan beban tersendiri di leg 2 nanti.

Dengan perbandingan ball possession yang cukup jauh dengan Benfica (69,43% berbanding 30,7%), Die Borussen sebenarnya memegang kuasa penuh atas pertandingan. Namun, ada beberapa hal yang menjadikan mereka akhirnya keluar sebagai pesakitan dalam pertandingan kali ini, sekaligus menggagalkan upaya mereka meraih momentum positif.

Penyakit Lama Dortmund yang Kembali Kambuh

Saat mengalami periode buruk di Bundesliga, Borussia Dortmund memiliki sebuah penyakit buruk. Mereka kerap terlalu lama menguasai bola, menciptakan banyak peluang, namun pada akhirnya tetap mengalami kekalahan dan hasil imbang karena tidak bisa memanfaatkan peluang dengan baik. Dalam pertandingan ini, hal itu kembali terjadi.

Dengan total shots yang mencapai angka 14 (milik Dortmund) berbanding 5 (milik Benfica), Dortmund sebenarnya memiliki banyak peluang untuk menjebol gawang Benfica. Bahkan beberapa di antaranya adalah situasi one-on-one dengan penjaga gawang. Situasi yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol oleh Dortmund.

Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Pierre-Emerick Aubameyang kerap melewatkan situasi one-on-one ini. Malah peluang tendangan penaltinya pada pertandingan ini dapat digagalkan oleh Ederson Moraes, penjaga gawang Benfica. Pada menit-menit terakhir pertandingan, bahkan para pemain Dortmund lebih banyak melakukan tendangan dari luar kotak penalti, yang lebih terlihat seperti rasa frustrasi mereka yang begitu sulit menembus lini pertahanan Benfica.

Sudah Pakai Skema Tiga Bek, Tetap Saja Kalah

Ketika mengalahkan RB Leipzig dalam ajang Bundesliga, Dortmund secara khusus menggunakan skema tiga bek untuk mendikte lini tengah Leipzig sekaligus membuka ruang yang luas di sayap dan memberikan tekanan yang lebih kepada pertahanan Leipzig. Hasilnya mereka dapat mengalahkan Die Bullen dengan skor 1-0.

Dalam pertandingan ini, Tuchel kembali menggunakan skema yang sama. Tujuannya untuk menekan lini pertahanan Benfica secara berlebih sekaligus juga menekan lini tengah Benfica sehingga bola bisa lebih banyak dikuasai dan peluang lebih banyak tercipta. Bola memang lebih banyak dikuasai, peluang lebih banyak diciptakan, dan lini tengah Benfica ditekan habis-habisan. Tapi mereka tidak bisa mencetak gol.

Pujian Khusus untuk Ederson Moraes, Luisao, dan Pertahanan Benfica

Gagalnya skema tiga bek Dortmund dalam memberikan kemenangan untuk Die Schwarzgelben ini, salah satunya adalah penampilan dari pertahanan Benfica yang, jika tidak bisa dikatakan baik, tampil cukup luar biasa dalam pertandingan ini. Sorotan pun mengarah kepada dua nama, yaitu Luisao dan Ederson Moraes.

Untuk Luisao, laga melawan Dortmund ini adalah laga ke-500 yang ia jalani selama 14 tahun kariernya di Lisbon. Ia pun sukses mengakhiri laga ke-500 nya ini dengan catatan manis, baik itu secara tim (kemenangan) maupun secara pribadi. Squawka mencatat, pemain asal Brasil ini menorehkan aksi bertahan yang cukup impresif. Total ia menorehkan 9 kali clearance, 4 kali memenangkan duel udara, 4 kali intersep, dan 3 kali tekel sukses. Ia bahkan memberikan asis lewat sundulannya untuk gol Mitroglou.

Selain aksi bertahan yang mumpuni, ia juga mampu mengatur lini pertahanan Benfica dengan baik. Walau beberapa kali pertahanan Aguias sempat gagal menerapkan perangkap offside, secara keseluruhan Luisao berhasil mengatur lini pertahanan agar tidak panik menghadapi serangan bergelombang Dortmund.

Pujian lain pantas disematkan kepada Ederson Moraes. Selain sukses menahan tendangan penalti, ia pun sukses memberikan rasa nyaman kepada para pemain bertahan Benfica dalam pertandingan ini. Total 5 saves yang ia buat dalam pertandingan tersebut, termasuk menggagalkan tendangan penalti Aubameyang, membuatnya diganjar sebagai Man of The Match dalam pertandingan ini versi Whoscored.

Luar biasanya penampilan kedua pemain ini, membuat pertahanan Benfica menjadi begitu kokoh, yang pada akhirnya menjadi faktor penentu kemenangan Benfica atas Dortmund.

***

Leg 1 babak 16 besar Liga Champions sudah usai untuk Benfica maupun Dortmund. Dortmund gagal mendapatkan apa yang mereka cari, dan Benfica bisa menatap leg 2 dengan lebih percaya diri. Dortmund masih bisa membalas di leg 2 nanti, walau itu akan menjadi sesuatu yang sulit mengingat Benfica bisa saja menerapkan pertahanan yang lebih ketat.

Momentum positif itu, tampaknya, harus segera mereka dapatkan di Bundesliga nanti, agar efek positifnya terus merembet sampai pertemuan dengan Benfica di leg 2 kelak.

foto: @OptaFranz

Komentar