Madura United Paling Superior di Grup 5

Analisis

by Gunanda Hasdiansyah

Gunanda Hasdiansyah

Pecandu game Football Manager yang mencintai sepak bola dengan segala keindahannya

Madura United Paling Superior di Grup 5

Piala Presiden 2017 grup 5 menjadi grup terakhir pada turnamen pramusim jelang Liga 1 Indonesia. Grup 5 ini akan dilangsungkan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, Madura.

Pada grup 5 ini, tuan rumah Madura United akan berhadapan dengan Semen Padang, Perseru Serui dan PSCS Cilacap untuk memperebutkan tempat untuk lolos ke babak perempat-final. Jika melihat kekuatan dari keempat kesebelasan di grup ini, Madura United dan Semen Padang tentu akan lebih diunggulkan. Namun, bukan berarti Perseru Serui dan PSCS Cilacap tidak mempunyai kesempatan sama sekali.

Ujian Pertama untuk Para Pemain Bintang Madura United

Pada gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu, Madura United sempat mengejutkan banyak pihak dengan menjadi salah satu kesebelasan kandidat peraih gelar juara. Mereka merupakan juara paruh musim sebelum akhirnya mereka harus puas menempati peringkat ketiga.

Menjelang bergulirnya Liga 1, Madura United termasuk kesebelasan yang cukup aktif dalam membenahi skuatnya. Beberapa pemain bintang didatangkan oleh kesebelasan yang berjuluk Laskar Sape Kerap ini. Di antaranya adalah mantan pemain Persija, Greg Nwokolo, lalu ada Luis Carlos Junior yang tampil gemilang bersama Barito Putera di ISC A dan kembalinya si anak hilang, Fachrudin Aryanto.

Bergabungnya para pemain bintang tersebut dan dipadukan dengan para pemain lama seperti Fabiano Beltrame, Bayu Gatra Sanggiawan dan Slamet Nurcahyo tentu akan membuat tim asuhan Gomes de Olivera semakin solid. Dengan faktor sebagai tuan rumah dan banyaknya pemain bintang di Madura United, tentu membuat mereka menjadi favorit untuk lolos dari grup ini.

Berikut adalah prediksi skuat Madura United untuk Piala Presiden 2017. Skuat ini masih bisa berubah setelah turnamen tersebut berakhir:

Kiper: Hery Prasetyo, Joko Ribowo, Angga Saputra

Bek: Fabiano Beltrame, Munhar, Rendy Siregar, Jeki Arisandi, Guntur Ariyadi, Tanjung Sugiarto, Andik Rendika Rama, Eriyanto, Rifad Marasabessy, Fahcrudin Aryanto

Gelandang: Asep Berlian, Slamet Nurcahyo, Bayu Gatra Sanggiawan, Rossy Noprihanis, Fandi Eko Utomo, Chang Il Jun, Rizki Dwi Febrianto

Penyerang: Englebert Sani, Elthon Maran, Rishadi Fauzi, Fredi Jeferson Isir, Greg Nwokolo, Luis Carlos Junior, Andre Vemberyono

Semen Padang Siap Menjegal Langkah Tuan Rumah

Semen Padang dianggap sebagai pesaing terberat bagi tuan rumah Madura United di grup ini. Hal ini bukanlah tanpa alasan, mengingat komposisi skuat yang mereka miliki cukuplah mumpuni untuk menjegal langkah sang tuan rumah.

Semen Padang tidak terlalu banyak mengubah komposisi skuat untuk menghadapi Liga 1. Masih mengandalkan nama-nama lama seperti Jandia Eka Putra di bawah mistar gawang, lalu ada Hengki Ardiles dan tentunya sang mesin gol mereka, Marcel Silva Sacramento. Marcel juga masih akan ditopang nama-nama lama seperti Vendry Mofu dan Irsyad Maulana di barisan gelandang.

Namun Semen Padang tak lagi diperkuat Muhammad Nur Iskandar yang musim lalu menjadi tandem Marcel. Nur Iskandar hijrah ke Sriwijaya FC. Sebagai gantinya, Semen Padang merekrut penyerang PS TNI, Tambun Naibaho.

Dengan komposisi skuat yang tidak banyak berubah dan masih diperkuat oleh beberapa pemain penting mereka di ISC A lalu, anak asuh Nil Maizar ini akan modal bagus untuk menjadi pengganggu serius Madura United di grup ini.

Berikut adalah prediksi skuat Semen Padang untuk ajang Piala Presiden 2017. Skuat masih bisa berubah setelah turnamen tersebut berakhir:

Kiper: Jandia Eka Putra, Rendy Oscario, M Ridwan

Bek: Hengki Ardiles. Fandry Imbiri, Cassio Fransiso de Jesus, Hamdi Ramdhan, Agung Prasetyo, Novrianto, Novan Setya Sasongko

Gelandang: Riko Simanjuntak, Rudi, Vendry Mofu, Irsyad Maulana, Finno Andrianas, Boaz Atururi, Kevin Ivander

Penyerang: Marcel Silva Sacramento, Adi Nugroho, Tambun Naibaho, Syamsul Bahri, Mardiono

Persiapan Mepet Bisa Ganggu Perseru Serui

Di antara empat kesebelasan pada grup ini, Perseru Serui menjadi tim dengan persiapan paling mepet. Mereka baru mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen ini sekitar dua minggu yang lalu. Pelatih Perseru Serui, Yusak Sutanto, juga baru ditunjuk pada 19 Januari 2017 lalu. Ia jelas masih butuh waktu untuk mempersiapkan kesebelasannya.

Dari segi komposisi skuat, kualitas Perseru bisa dikatakan tidak sebaik Semen Padang dan Madura United. Mereka akan banyak menggunakan pemain muda dan lokal. Hal ini sejalan dengan penunjukan pelatih Yusak Sutatnto yang dikenal bisa mengorbitkan pemain muda.

Namun, Perseru tetap harus diwaspadai oleh kesebelasan lainnya di grup ini. Walaupun bermaterikan banyak pemain muda dan lokal asal Papua, bukan tidak mungkin mereka akan memberikan kejutan.

Untuk daftar skuat yang akan dibawa ke Piala Presiden 2017 ini memang belum ada rilis resmi dari pihak Perseru. Mereka dikabarkan tetap mempertahankan 80% muka-muka lama ditambah beberapa pemain baru berusia di bawah 23 tahun. Untuk pemain asing hanya Boman Aime yang sudah dipastikan akan memperkuat Perseru.

PSCS Cilacap Bisa Berikan Kejutan

PSCS Cilacap menjadi satu dari dua kesebelasan yang berasal bukan dari Liga 1, melainkan dari Liga 2. Bersama PSS Sleman, mereka diundang untuk melengkapi jumlah kesebelasan yang berlaga menjadi 20 tim. Alasan dipilihnya mereka adalah karena PSCS merupakan juara dari ISC B 2016.

Melihat status mereka sebagai kampiun ISC B tentu menunjukkan bahwa kesebelasan ini bukanlah tim sembarangan. Apalagi dengan tidak diunggulkannya Laskar Nusakambangan (julukan PSCS) pada turnamen ini, akan membuat para pemain mereka tampil tanpa beban dan lebih menikmati pertandingan.

Komposisi pemain yang tidak berubah banyak seperti ketika menjuarai ISC B tentu membuat para pemain sudah memahami satu sama lain dan sudah mengerti taktik yang akan diterapkan sang pelatih. Bergabungnya pemain asing berpengalaman, Carlos Sciucatti akan menambah kekuatan anak asuh Gatot Barnowo dan akan membuat PSCS semakin siap untuk memberikan kejutan di grup 5 ini.

Berikut adalah prediksi skuat PSCS Cilacap untuk ajang Piala Presiden 2017. Skuat masih bisa berubah setelah turnamen tersebut berakhir:

Kiper: Ega Rizky, Akhmad Rizki Kurniawan, M. Ridho

Bek: Sunni Hizbullah, Risman Maudillah, Ilham Y Mahendra, M. Erwin, Jin Ho, M. Arifin, Khomad Suharto, Syaiful Lewenusa

Gelandang: Andik Rahmat, Andi Jamaludin, Bilton Fernando, Imam Witoyo, Galih Akbar, Redouane Zerzouri, Syaiful Bahri, M. Khoiron, Jimmy Fardi Suparno, Said Fagundez, Wahyu Triharjanto

Penyerang: Arbeta Rockyawan, Ahmad Ihwan, Carlos Sciucatti, Ugiek Sugiyanto, Fernando Taryono, Arief Yulianto Tumin

Siapa yang Akan Lolos Dari grup 5?

Peraturan di Piala Presiden ini mengatur bahwa yang berhak lolos ke babak perempat-final adalah juara grup dan tiga runner up terbaik. Ini artinya setiap kesebelasan yang ingin lolos dari babak grup ini harus menjadi pemuncak klasemen, agar lebih aman dan pasti. Walaupun peluang lolos dari jalur tiga runner up terbaik tetap terbuka.

Dari grup 5, tuan rumah Madura United tentu menjadi favorit untuk menjadi juara grup. Alasannya sangat jelas, Fabiano Beltrame dkk memiliki rekor yang cukup baik saat bermain di kandang pada ISC A 2016 lalu. Hanya sekali saja mereka menderita kekalahan saat bermain di depan pendukungnya sendiri.

Hal ini juga semakin diperkuat dengan fakta buruknya rekor tandang tiga kesebelasan lainnya. Semen Padang dan Perseru Serui bahkan tidak pernah meraih kemenangan saat bermain tandang di ISC A lalu. Sedangkan PSCS memang pernah meraih kemenangan di ISC B saat bermain tandang, namun mereka juga tidak terlalu superior.

Tetapi, apapun bisa terjadi. Ketangguhan Madura United saat bermain di kandang mungkin saja dipatahkan. Apalagi semua kesebelasan telah melakukan perubahan dalam skuat masing-masing. Semen Padang tentu akan berada di garda terdepan sebagai kesebelasan yang dianggap akan mampu mengganggu kenyamanan Madura United di grup 5 ini. Sementara Perseru Serui dan PSCS Cilacap bisa menjadi kesebelasan yang bisa memberikan kejutan di grup ini. Semua tergantung pada kesiapan masing-masing kesebelasan. Siapa yang paling siap, kemungkinan besar peluang untuk lolos semakin terbuka.

Komentar