Prediksi Dortmund vs Leipzig: Jangan Terlalu Lama Kuasai Bola, Dortmund!

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Prediksi Dortmund vs Leipzig: Jangan Terlalu Lama Kuasai Bola, Dortmund!

Kekalahan 1-0 Borussia Dortmund atas RB Leipzig pada paruh pertama Bundesliga 2016/2017 terasa cukup menyesakkan. Kekalahan ini terjadi setelah para suporter Dortmund, yang tergabung dalam kelompok The Südtribune, melakukan boikot atas pertandingan melawan Leipzig ini karena tidak suka akan cara Leipzig dalam meraih prestasi, dan lebih memilih mengikuti pertandingan lewat siaran radio daripada pergi ke stadion.

Die Schwarzgelben pun punya kesempatan yang besar untuk membalas dendam apa yang terjadi di Red Bull Arena pada Sabtu (10/9/2016) malam dengan mengalahkan RB Leipzig dalam laga lanjutan Bundesliga 2016/2017 di Signal Iduna Park pada Minggu (5/2/2017) dini hari.

Namun, bukan perkara mudah bagi Dortmund sekarang untuk mengalahkan RB Leipzig yang sedang duduk di peringkat dua klasemen Bundesliga. Sejak menang atas mereka pada September 2016 lalu, Die Bullen melesat jauh di papan klasemen Bundesliga, meninggalkan Borussia Dortmund yang kerap tampil angin-anginan.

Permainan Berbeda Leipzig dan Dortmund

Dalam pertemuan pertama lalu, RB Leipzig dapat mengalahkan Dortmund lewat permainan pressing, transisi cepat dari bertahan ke menyerang dan sebaliknya, dan langsung menyerang lawan lewat ruang yang tercipta di pertahanan Dortmund. Permainan cepat dan direct yang diterapkan oleh RB Leipzig ini cukup berbeda dengan apa yang diterapkan oleh Borussia Dortmund.

Borussia Dortmund adalah tim yang senang menguasai bola lama-lama. Didukung oleh pemain-pemain yang memang memiliki kemampuan untuk dribel, Dortmund bahkan memiliki rataan penguasaan bola yang cukup tinggi, yaitu 61% per pertandingan, berbanding terbalik dengan RB Leipzig yang hanya mencatatkan penguasaan bola sebesar 50,5% per pertandingan.

Namun, karena permainan keduanya yang cukup berbeda inilah, Leipzig sebenarnya memiliki peluang yang cukup besar untuk mengalahkan Dortmund kembali. Jika Dortmund terbawa oleh permainan Leipzig yang kerap menyerang dari tengah dan kerap menekan para pemain lawan ke ruang sempit di daerah sayap, kekalahan yang sama seperti di putaran pertama bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Sudah beberapa kali Dortmund kalah atau mendapatkan hasil negatif jika mereka melawan tim yang menerapkan permainan bertahan dengan menumpuk pemain di area pertahanan, lalu melakukan serangan balik cepat dari sayap maupun tengah. Selain Leipzig, Bayer Leverkusen juga melakukan hal yang sama pada paruh pertama Bundesliga 2016/2017 lalu.

Kuncinya? Jangan Terlalu Lama Kuasai Bola

Walau bermain dengan determinasi dan tekanan yang cukup tinggi, bukan berarti RB Leipzig tidak bisa dikalahkan ataupun ditahan. Beberapa tim seperti FC Ingolstadt dan Bayern München bahkan mampu menorehkan kekalahan untuk Die Bullen pada putaran pertama Bundesliga. Kuncinya, jangan terlalu lama menguasai bola dan bermainlah lebih direct, sama seperti yang Leipzig lakukan.

Ketika melawan Hoffenheim, Leipzig sebenarnya kesulitan untuk menembus pertahanan Die Kraichgauer. Itu terjadi karena Hoffenheim menerapkan permainan yang sama seperti Leipzig. Mereka membiarkan Leipzig berlama-lama menguasai bola (sesuatu yang jarang dilakukan oleh RB Leipzig), sampai akhirnya mereka melihat ruang kosong dan ruang tersebut langsung dieksploitasi oleh Hoffenheim untuk mencetak gol.

Sayangnya dalam pertandingan tersebut, Hoffenheim kalah karena mereka harus kehilangan Sandro Wagner yang menjadi sosok kunci di lini depan dalam skema serangan balik.

Dortmund dapat mempelajari cara Hoffenheim ini untuk mengalahkan RB Leipzig. Dalam segi sumber daya pemain, mereka memiliki pemain-pemain mumpuni untuk melakukan serangan cepat. Ousmane Dembele, Emre Mor, Christian Pulisic, Shinji Kagawa, dan Marco Reus yang lebih dari cukup untuk mengejutkan lawan dalam melakukan serangan balik. Mereka juga punya distributor bola yang andal di tengah dalam sosok seorang Julian Weigl dan Gonzalo Castro.

Butuh tekanan dari sayap? Dortmund memiliki fullback-fullback agresif dalam diri Marcel Schmelzer dan Lukas Piszczek. Di depan, ada sosok Pierre-Emerick Aubameyang yang siap menjadi pemantul dan pembuka ruang, atau malah finisher yang muncul dari daerah yang tidak terduga.

Die Borussen sebenarnya sudah memiliki modal untuk melakukan permainan yang mengejutkan. Namun, semua ini akan sirna jika Dortmund tetap teguh untuk menjadi tim yang lama menguasai bola. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin Dortmund akan kembali kalah, bahkan kali ini kekalahan akan terasa menyakitkan karena terjadi di kandang sendiri.

***

Semua sekarang tergantung di tangan Thomas Tuchel, apakah ia akan beradaptasi dengan permainan RB Leipzig atau tidak. Menguasai bola sebanyak mungkin adalah hal yang baik untuk meraih kemenangan, tapi apa salahnya untuk pertandingan ini saja, Dortmund tidak terlalu lama menguasai bola untuk meraih kemenangan?

Komentar