Modal Napoli Hentikan Hegemoni Juventus di Serie A

Analisis

by Gunanda Hasdiansyah

Gunanda Hasdiansyah

Pecandu game Football Manager yang mencintai sepak bola dengan segala keindahannya

Modal Napoli Hentikan Hegemoni Juventus di Serie A

Napoli berhasil mengalahkan AC Milan di San Siro dengan skor 1-2 pada Minggu (22/1/2017) dini hari. Hasil ini membuat mereka semakin mendekati Juventus yang berada di puncak klasemen sementara Serie A 2016/2017. Saat ini Napoli berada di peringkat ketiga dengan poin 44, tertinggal empat poin dari Juventus.

Juventus memang masih menyisakan satu pertandingan yang belum mereka mainkan. Namun dengan jumlah pertandingan Serie A 2016/2017 yang juga masih banyak ke depannya, tidak menutup kemungkinan posisi si Nyonya Tua di puncak klasemen akan tergeser oleh kesebelasan lainnya.

Napoli menjadi salah satu kesebelasan yang patut diwaspadai oleh Juventus dalam misi mereka mempertahankan gelar scudetto. Penampilan Napoli akhir-akhir ini semakin mengesankan. Mereka tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir di Serie A.

Jika tetap mampu tampil konsisten sampai akhir musim, bisa saja Napoli berhasil menghentikan hegemoni Juventus di Serie A. Selain itu, ada beberapa faktor yang akan semakin menguatkan peluang Napoli untuk merusak hegemoni Juventus.

Juventus tidak superior lagi

Dalam lima gelaran terakhir, persaingan di Serie A terlihat sangat membosankan. Kesebelasan yang akan meraih gelar Scudetto bisa dikatakan sudah diketahui bahkan sebelum musim dimulai. Juventus terlalu superior bagi kesebelasan-kesebelasan lainnya di Serie A.

Namun, cerita tersebut mungkin akan sedikit berbeda musim ini. Ketangguhan Juventus terlihat sudah mulai tergoyahkan. Ini terbukti dengan kekalahan yang mereka derita sudah mencapai angka empat. Padahal pada lima musim terakhir saat mereka menguasai Serie A, dalam satu musim paling banyak mereka hanya menelan lima kekalahan saja.

Bahkan bukan hanya kesebelasan-kesebelasan papan atas saja seperti Inter Milan, AC Milan dan Fiorentina yang mampu mengalahkan Juventus. Tetapi, kesebelasan papan tengah seperti Genoa juga mampu mengalahkan Bianconeri musim 2016/2017. Tidak tanggung-tanggung, Genoa mengalahkan Juventus dengan skor 3-1. Ini menjadi kekalahan pertama Juventus di Serie A dengan selisih dua gol, sejak mereka dikalahkan Fiorentina pada Serie A 2013/2014 dengan skor 4-2.

Kedalaman skuat yang cukup mumpuni

Kedalaman skuat Napoli pada musim 2016/2017 ini cukup bagus. Partenopei mempunyai para pemain cadangan dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan para pemain inti di semua posisi.

Di posisi penjaga gawang, Pepe Reina memang selalu bermain di semua laga Serie A. Rafael Cabral sebagai pelapis pun baru bermain satu kali musim ini dan itu pun di laga Coppa Italia. Tapi Napoli tidak perlu khawatir jika terjadi sesuatu dengan Reina, mengingat penampilan Rafael juga cukup bagus.

Di posisi lini belakang, kedalaman skuat Napoli bisa terlihat saat Kalidou Koulibaly dan Faouzi Ghoulam harus absen karena memperkuat negara masing-masing di Piala Afrika 2017. Lorenzo Tonelli yang ditugaskan mengisi peran Koulibaly berhasil menjawabnya dengan baik. Bahkan bukan hanya mampu menjaga lini pertahanan, Tonelli sukses membukukan dua gol.

Selain Tonelli, masih ada Nikola Maksimovic dan Vlad Chiriches yang bisa mengisi posisi tersebut. Sedangkan untuk tugas pengganti Ghoulam juga berhasil dijalankan dengan baik oleh Ivan Strinic.

Lini tengah bisa dikatakan sebagai kekuatan utama Napoli. Mereka mempunyai banyak pemain yang kualitasnya tidak jauh berbeda. Praktis hanya Marek Hamsik saja yang posisinya tidak bisa digeser di lini tengah Napoli. Selain itu, pelatih Napoli, Maurizio Sarri, sangat sering merotasi pemain tengahnya. Piotr Zeilinski, Allan, Jorginho dan Amadou Diawara saling bergantian mengisi dua posisi di lini tengah dalam formasi 4-3-3 milik Sarri.

Kedalaman skuat Napoli di lini depan juga cukup bagus. Walaupun sempat mengalami kesulitan saat ditinggal penyerang berbahaya mereka, Arkadiusz Milik, karena menderita cedera, lini depan Napoli berhasil bangkit kembali. Dries Mertens, Jose Callejon, Manolo Gabbiadini dan Lorenzo Insigne bergantian menjadi pencetak gol Napoli di setiap pertandingan. Kedalaman skuat di lini depan semakin bertambah dengan kedatangan Leonardo Pavoletti dari Genoa pada bursa transfer musim dingin 2017 ini.

Dibanding kesebelasan-kesebelasan lainnya yang berada di papan atas seperti AC Milan, Inter Milan, Lazio dan bahkan AS Roma, kedalaman skuat yang dimiliki Napoli jauh lebih baik. Hal ini menjadi nilai lebih bagi Napoli untuk menjadi pesaing kuat Juventus.

Ketajaman lini penyerangan

Pada sebuah pertandingan sepakbola, kesebelasan yang mampu mencetak gol lebih banyak adalah pemenangnya. Prinsip ini bisa dipakai oleh Napoli dalam misi menggondol gelar Scudetto musim ini. Hal ini tak terlepas dari tajamnya mereka dalam membobol gawang lawan. Total Napoli sudah menjebol gawang lawan sebanyak 47 kali, terbanyak di Serie A musim ini.

Dries Mertens menjadi pencetak gol terbanyak dengan 12 golnya. Diikuti oleh Jose Callejon dengan delapan gol serta Lorenzo Insigne dan Marek Hamsik dengan enam gol. Ketajaman Napoli di depan gawang lawan akan semakin menakutkan jika penyerang andalan mereka, Arkadiusz Milik pulih dari cedera dan mampu tampil baik seperti sebelum ia mengalami cedera.

Dengan memakai prinsip menyerang adalah pertahanan terbaik dan selama mampu mencetak gol lebih banyak dari lawan, keinginan Napoli untuk menjadi juara di akhir musim bisa saja terwujud. Namun ada satu hal yang bisa mengganjal Napoli dalam hal ini yaitu lini pertahanan. Lini pertahanan mereka bukanlah yang terbaik di Serie A. Mereka sudah kebobolan 24 gol bandingkan dengan Juventus yang baru kebobolan 16 gol. Sarri harus bisa membenahi lini belakang kesebelasannya, karena sejarah mencatat bahwa kesebelasan yang menjuarai Serie A kerap mencatatkan jumlah kebobolan paling sedikit.

***

Dari beberapa alasan di atas, Napoli memiliki modal yang bagus untuk menjadi pesaing kuat Juventus untuk meraih gelar juara Serie A. Tinggal kita menantikan bagaimana konsistensi Napoli apakah akan terus berlanjut hingga akhir musim atau tidak. Yang jelas, Juventus perlu waswas karena Napoli sudah bersiap mencuri tahta juara Serie A musim ini.

foto: ansa.it

Komentar