Kemenangan Chelsea, Keunggulan Diego Costa Atas Harry Kane

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Kemenangan Chelsea, Keunggulan Diego Costa Atas Harry Kane

Chelsea sukses menghentikan rekor tak terkalahkan Tottenham Hotspur pada pekan ke-13 Liga Primer Inggris 2016/2017. Menjamu Tottenham di Stamford Bridge, The Blues mampu menang dengan skor 2-1 lewat gol dari Pedro (`45) dan Victor Moses (`51), berbalik unggul atas Spurs yang mencetak gol terlebih dahulu lewat Christian Eriksen pada menit ke-10.

Kemenangan ini, selain memutus rekor tidak kalah Spurs, juga diwarnai oleh satu hal, yaitu unggulnya Diego Costa atas Harry Kane. Loh? Bukankah keduanya tidak mencetak gol?

Keduanya memang tidak mencetak gol dalam pertandingan ini. Tapi ada satu hal yang membuat Costa, penyerang timnas Spanyol, unggul atas Harry Kane, penyerang timnas Inggris.

Dalam pertandingan ini, kedua tim memainkan gaya bertahan yang sama. Ketika menyerang, dan bola terebut oleh lawan lalu lawan memasuki area permainan, akan ada enam sampai tujuh pemain yang menumpuk di area sepertiga lapangan akhir untuk menghalangi lawan memasuki area kotak penalti secara leluasa.

Ini terlihat dari tempat di mana tembakan dilancarkan. Dari kubu Chelsea, total empat tembakan dilancarkan dari luar kotak penalti dari sembilan tembakan yang dilancarkan sepanjang pertandingan. Sedangkan dari kubu Spurs, total tujuh tembakan yang dilesakkan dari luar kotak penalti dari 12 tembakan.

Hal ini mencerminkan betapa rapatnya pertahanan kedua tim. Meski banyak mencatatkan tembakan, dengan cukup banyaknya tembakan yang dilepaskan dari luar kotak penalti, menggambarkan betapa sulitnya para pemain Spurs dan Chelsea untuk masuk ke dalam kotak penalti lawan mereka masing-masing.

Dua gol yang tercipta dari luar kotak penalti pun, itu lebih karena para gelandang dan defender telat dalam memberikan cover dan menutup ruang pemain yang melakukan tembakan. Matic dan Kante telat untuk menutup ruang tembak dari Eriksen. Sementara itu Dembele dan Wanyama pun telat menutup ruang untuk Pedro.

Lalu apa yang membuat Chelsea dapat meraih kemenangan? Jawabannya ada pada kemampuan penyerang mereka untuk menarik defender lawan.

Dalam pertandingan ini, baik The Blues maupun The Lilywhites turun dengan satu penyerang tunggal. Ada nama Diego Costa di Chelsea dan Harry Kane di Spurs. Keduanya memang tidak mencetak gol, tapi peran keduanya cukup penting untuk membongkar pertahanan rapat kedua tim.

Menilik skema penyerangan kedua tim, sekaligus menyambungkan dengan sistem pertahanan kedua tim, arah serangan lebih condong ke sayap, dan tusukan-tusukan pun cukup banyak dilakukan dari sayap oleh kedua tim. Ini dilakukan untuk membongkar pertahanan rapat kedua tim, sekaligus membuka ruang agar para pemain dapat masuk ke dalam kotak penalti.

Namun yang menjadi kunci dalam serangan, sekaligus gol akhir yang dicetak adalah peran penyerang. Penyerang tunggal kedua tim, Diego Costa dan Harry Kane, selain dipasang sebagai target man, juga dipasang sebagai pengalih perhatian atau pemecah konsentrasi defender untuk membuka ruang di dalam kotak penalti.

Pada pertandingan ini, keunggulan itu murni dimiliki oleh Diego Costa. Bukan semata karena ia adalah penyerang mahal yang dibeli The Blues dari Atletico Madrid, tapi karena ia mampu menjadi pengacau pertahanan yang baik. Ini terlihat dari catatan yang ia torehkan dalam pertandingan ini.

Dalam laga ini, Costa mencatatkan satu umpan kunci dan satu asis, sedangkan Kane hanya mencatatkan dua umpan kunci saja. Pergerakan Costa yang lebih liar, dibandingkan pergerakan Kane yang berfokus di area sepertiga lapangan akhir saja membuat ia lebih sukar dihentikan oleh para defender dan gelandang bertahan lawan.

Heatmap Costa dan Kane. Sumber: Whoscored

Dari jumlah sentuhan dengan bola saja, Costa lebih unggul daripada Kane (44 berbanding 39). Ini juga bisa menjadi catatan betapa Costa cukup banyak terlibat dalam serangan The Blues, meski ia tidak mencetak gol ke gawang Spurs.

Selain itu peran Costa cukup terlihat dalam gol yang dicetak oleh Moses. Ia mampu menarik perhatian bek-bek Spurs, sehingga memberikan Moses ruang kosong di dalam kotak penalti untuk mengeksekusi bola hasil umpan darinya menjadi gol kedua sekaligus gol kemenangan The Blues dalam pertandingan ini.

Costa berhasil menarik perhatian para bek Spurs (lingkaran hitam), melupakan Moses yang bebas (lingkaran biru)

Namun dalam kasus ini ada kemungkinan lain selain Costa yang mampu menarik perhatian para pemain belakang Spurs. Bebasnya Moses bergerak masuk ke dalam kotak penalti ini juga menandakan kurangnya cover yang diberikan oleh pemain lain untuk Moses, semisal fullback kanan ataupun gelandang bertahan. Ini juga mencerminkan ketidakcermatan pemain Spurs melihat posisi pemain lawan ketika sedang tidak membawa bola.

Tapi dalam pertandingan ini, perbedaan kualitas kedua penyerang-lah yang membuat pertandingan akhirnya mampu dimenangkan oleh Chelsea dengan Diego Costa-nya.

Komentar