Perkenalkanlah Thailand, Penguasa Asia Tenggara (Saat Ini)

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Perkenalkanlah Thailand, Penguasa Asia Tenggara (Saat Ini)

Jika berbicara tentang timnas Thailand, maka benak akan langsung terkait dengan simbol-simbol seperti tim yang atraktif, kuat, dan juga yang terkuat di Asia Tenggara. Tapi memang, setidaknya, untuk saat ini Thailand adalah tim yang merajai Asia Tenggara. Ini tak lepas dari raihan-raihan yang sudah mereka catatkan di perhelatan turnamen se-Asia Tenggara.

Meski sempat hancur total pada Piala AFF 2010 dan SEA Games 2011, perlahan Thailand mulai bangkit. Mereka berhasil menjadi finalis Piala AFF 2012 (kalah oleh Singapura ketika itu). Setahun berselang, mereka berhasil meraih medali emas dalam ajang SEA Games 2013. Pada perhelatan Piala AFF 2014, mereka sukses menjadi juara setelah mengalahkan Malaysia pada babak final. Lalu mereka pun sukses kembali meraih medali emas dalam perhelatan SEA Games 2015.

Sekarang, bahkan beberapa hari jelang bertarung dalam ajang Piala AFF 2016, mereka masih disibukkan dengan pertarungan pada babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia. Menjamu Australia di Stadion Rajamangala pada 15 November 2016, hanya empat hari sebelum laga pertama mereka dalam Piala AFF 2016, mereka berhasil menahan imbang Socceroos dengan skor 2-2.

Sebuah ancaman sekaligus sinyal berbahaya bagi tim-tim di grup A Piala AFF 2016, tak terkecuali bagi Indonesia.

Sejarah Thailand Dalam Piala AFF

Bersama Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina, Thailand adalah negara founder Piala AFF (dahulu masih bernama Piala Tiger) pada 1996 silam. Bahkan dalam ajang yang digelar di Singapura tersebut, Thailand sukses menjadi juara dengan skuat bintangnya yang dihuni oleh nama-nama macam Netiphong Srithong-in, Worrawoot Srimaka, dan Kiatisuk Senamuang. Nama terakhir sekarang menjadi pelatih timnas Thailand.

Sampai sekarang, Thailand, bersama dengan Singapura, menjadi negara yang paling sering mendapatkan trofi AFF ini. Tercatat Thailand sudah empat kali meraih trofi AFF, yaitu pada 1996, 2000, 2002, dan 2014. Khusus dalam gelaran 2000 dan 2002, mereka mengalahkan Indonesia pada babak final. Hanya Singapura-lah yang sukses menyamai rekor Thailand ini, dengan catatan empat trofi juga, yaitu pada 1998, 2004, 2007, dan 2012.

Tak heran, jika Thailand kerap dianggap sebagai penguasa Asia Tenggara untuk saat ini. Raihan-raihan mereka dalam ajang Piala AFF terhitung banyak. Tapi jangan salah, Indonesia pun mencatatkan empat kali, sama seperti Thailand. Bedanya, Indonesia empat kali menjadi runner-up, bukan juara, yaitu pada 2000, 2002, 2004, dan 2010.

Permainan dan Skema yang Diterapkan Oleh Thailand

Di bawah asuhan pelatih Thailand yang juga pernah menjadi pemain andalan Thailand, Kiatisuk Senamuang, Thailand tampil cukup atraktif. Meski dalam empat pertandingan babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2018 mereka dihajar oleh lawan-lawan mereka semacam Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Irak. Namun Kiatisuk langsung melakukan modifikasi strategi ketika melawan Australia sehingga membuat para pemain Australia kesulitan menembus pertahanan lawan.

Jika pada pertandingan-pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia lazimnya Thailand sulit mencetak gol dan kerap kecolongan gol dengan mudah, lain halnya ketika melawan Australia. Dengan berani pelatih Kiatisuk menerapkan formasi dasar 3-4-1-2. Ia memasang Adison Promrak, Prathum Chuthong, dan Tanaboon Kesarat sebagai tiga bek di belakang, dengan Theeraton Bunmathan dan Tristan Do yang berperan sebagai wingback kiri dan kanan.

Dengan skema ini, mereka berhasil menyulitkan Australia yang banyak menguasai bola dalam pertandingan tersebut. Ketika babak pertama, meski kebobolan terlebih dahulu, mereka mampu bermain tenang, bahkan mampu berbalik unggul ketika pertandingan memasuki babak kedua sebelum akhirnya Socceroos mampu menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti Mile Jedinak.

Yang perlu disoroti dari Thailand adalah kemampuan mereka dalam menerapkan garis pertahanan rendah dan menekan lawan. Pada babak pertama, meski tertinggal, mereka tidak terpancing untuk menyerang secara asal. Para pemain tim Gajah Putih membiarkan pemain Australia menguasai bola, dan lebih memilih untuk menunggu di lini pertahanan. Bahkan dua wingback mereka Bunmathan dan Do, lebih banyak membantu pertahanan dan membentuk deretan lima bek bersama tiga bek Thailand.

Inilah yang membuat para pemain Australia kesulitan untuk menembus pertahanan Thailand. Bahkan beberapa kali penyerang mereka, Robbie Kruse, kerap terkena perangkap offside. Kemampuan Tanaboon dalam memimpin pertahanan dengan keputusannya yang tepat untuk menaikkan dan menurunkan garis pertahanan perlu diperhatikan.

Selain itu, kemampuan pressing dan serangan balik Thailand juga tak kalah mematikan. Proses gol Teerasil Dangda adalah buah dari serangan balik cepat yang mengandalkan kemampuan wingback kanan, Tristan Do. Sementara itu, gol kedua Thailand dalam pertandingan tersebut lahir dari kemampuan pressing ketat Thailand yang mereka peragakan ketika babak kedua dimulai.

Tim-tim lain yang akan menghadapi Thailand tentunya harus berhati-hati akan kemampuan tim Gajah Putih yang memiliki kombinasi serangan balik, pertahanan dalam, dan pressing ketat ini. Apalagi Indonesia rencananya juga akan menerapkan permainan pressing dalam ajang Piala AFF 2016 nanti. Jangan sampai pressing yang kurang terencana malah akan menimbulkan ruang kosong yang dapat dimanfaatkan oleh pemain Thailand untuk berkreasi.

Pemain Kunci dan Prediksi Line-Up

Nama Teerasil Dangda masih menjadi pusat perhatian di skuat Thailand ini. Pencetak gol terbanyak dalam ajang Piala AFF 2008 dan 2012 ini masih menjadi tumpuan skuat Thailand dalam mencetak gol. Namun bukan hanya Teerasil saja yang patut diwaspadai. Ada nama-nama lain seperti Chanathip Songkrasin, Theeraton Bunmathan, Tanaboon Kesarat, Sarach Yooyen, Adison Promrak, dan Tristan Do yang juga mesti diwaspadai oleh para lawan Thailand di grup A, termasuk Indonesia.

Untuk susunan starting line-up, kira-kira beginilah susunan pemain yang akan diturunkan oleh Kiatisuk Senamuang.

Skema ini didasarkan kepada skema yang digunakan oleh pelatih Kiatisuk ketika melawan Australia. Bisa berubah menjadi 4-3-3 atau bahkan 5-2-1-2 tergantung situasi di lapangan.

foto: thestaronline.com

Komentar