Klopp Telah Kembalikan Muruah Liverpool

Analisis

by Ardy Nurhadi Shufi 31754

Ardy Nurhadi Shufi

Juru Taktik Amatir
ardynshufi@gmail.com

Klopp Telah Kembalikan Muruah Liverpool

Papan atas Liga Primer Inggris 2016/2017 terus memperlihatkan persaingan yang sengit. Sebelum pekan ke-11 bergulir, setidaknya ada empat kesebelasan yang berebut posisi teratas klasemen. Manchester City memulai pekan tersebut dengan berada di puncak klasemen, raihan poin sama dengan Arsenal dan Liverpool.

Setelah semua laga pekan ke-11 dimainkan, akhirnya Liverpool berhasil memuncaki klasemen sementara Liga Primer Inggris. Hasil ini diraih setelah kesebelasan berjuluk The Reds ini mengalahkan Watford ketika Manchester City dan Arsenal harus bermain imbang menghadapi lawan-lawannya.

City dan Chelsea lebih dulu menjalani pekan ke-11 pada laga yang digelar Sabtu (5/11/2016). Hasil imbang City kala menjamu Middlesbrough kemudian dimanfaatkan Chelsea yang menjungkalkan Everton dengan skor telak 5-0. Kemenangan tersebut membuat Chelsea memuncaki klasemen.

Sehari berselang, giliran Arsenal dan Liverpool yang menjalani pekan ke-11 mereka. Arsenal memulai laga lebih dulu dengan menghadapi Tottenham Hotspur di Emirates Stadium. Namun skuat berjuluk The Gunners tersebut harus puas bermain imbang 1-1 yang membuat mereka gagal mencuri posisi puncak.

Hasil-hasil di atas itulah yang tampaknya membuat Liverpool begitu bersemangat menjalani laga melawan Watford, yang dimulai setelah laga Arsenal vs Spurs berakhir. Menyadari kemenangan akan meroketkan mereka ke puncak klasemen, skuat Liverpool tampil beringas.

Pada laga ini, Liverpool yang kembali mengandalkan dinamisme penyerangan dari trio lini depan mereka, Sadio Mane-Philippe Coutinho-Roberto Firmino, bertubi-tubi melancarkan serangan pada lini pertahanan Watford. Total, 28 tembakan diciptakan skuat asuhan Juergen Klopp ini, yang 17 di antaranya mengarah sasaran (on target).

Liverpool kemudian menang telak dengan skor 6-1 atas Watford lewat gol yang diciptakan Coutinho, Firmino, Emre Can, Georginio Wijnaldum dan sepasang gol Sadio Mane hanya berbalas gol Daryl Janmaat. Hasil tersebut tentunya memastikan mereka merebut singgasana Liga Primer Inggris pekan ke-11. Liverpool unggul satu poin atas Chelsea dan dua poin atas Man City dan Arsenal.

Hal ini bisa menunjukkan bahwa mereka patut diperhitungkan sebagai kandidat juara Liga Primer musim ini. Karena dalam beberapa tahun terakhir, Liverpool memang selalu memiliki start yang lambat. Bahkan untuk menempati peringkat pertama ketika musim berjalan pun The Reds cukup sulit.Terakhir kali Liverpool menempati urutan pertama klasemen adalah pada musim 2013/2014 pekan ke-35. Setelah itu, setelah gagal menjadi juara, Liverpool belum lagi singgah di posisi puncak.

Start Liverpool bersama Klopp ini pun merupakan yang terbaik setidaknya di lima musim terakhir jika dihitung hingga 11 pekan pertama. Musim lalu, Liverpool hanya menempati peringkat ke-8 dari 11 laga. Bahkan musim 2014/2015 menempati peringkat 11. Sementara ketika musim 2013/2014 yang menjadi musim terbaik Liverpool dalam beberapa tahun terakhir, saat itu Liverpool yang masih ditangani Brendan Rodgers `hanya` mampu menempati peringkat kedua.

Musim ini, Liverpool memang terlihat bernafsu untuk tancap gas di awal musim. Hal ini terlihat dengan jumlah tembakan Liverpool saat ini yang merupakan tertinggi di Liga Primer, 210 tembakan atau 19,1 tembakan per laga. Jumlah tersebut lebih tinggi dari Manchester City (17,9 tembakan per laga) dan Tottenham Hotspur (17,7 tembakan per laga). Jumlah ini juga merupakan yang terbanyak keempat di antara lima liga top Eropa, di bawah Napoli (217), Real Madrid (223) dan AS Roma (238).

Efektivitas serangan menjadi hal yang membedakan kualitas lini serang Liverpool dengan kesebelasan lainnya. Dari catatan 19,1 tembakan per laga, Liverpool memimpin dengan rataan on target terbanyak per laga di Liga Primer, yakni 7,8 tembakan per laga. Catatan ini lebih tinggi dari Chelsea (6,4 tembakan on target per laga) dan Manchester City (6,2 tembakan per laga). Bahkan untuk akurasi tembakan, Liverpool memang memiliki catatan terbaik di Eropa.

Liverpool dikenal memiliki "Trio Sakit Kepala" para manajer FPL (Coutinho, Firmino, Mane), yang ternyata bikin lawan sakit kepala sungguhan.

Klopp sepertinya telah menemukan skema ideal untuk lini serang Liverpool. Meski lini pertahanan kerap kecolongan, saat ini kebobolan 14 gol, namun hal tersebut tidak menjadi masalah selama Liverpool bisa mencetak lebih banyak gol dari lawan. Di Liga Primer, Liverpool merupakan kesebelasan dengan jumlah gol terbanyak, 30 gol.

Karenanya, menyebut Liverpool sebagai kandidat juara Liga Primer musim ini mungkin tak terlalu berlebihan. Catatan-catatan di atas menunjukkan jika Liverpool musim ini tak lagi seperti musim-musim sebelumnya. Meski musim masih sangat panjang, setidaknya, Klopp telah mengembalikan muruah (kehormatan diri) Liverpool sebagai kesebelasan besar Inggris yang siap meneror setiap lawannya.

Data statistik via whoscored.com

Komentar