Siapa Manajer Liga Primer yang Akan Didepak Lebih Cepat?

Analisis

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Siapa Manajer Liga Primer yang Akan Didepak Lebih Cepat?

Liga Primer Inggris baru memasuki pekan kelima. Meski demikian, bukan berarti pintu pemecatan manajer Liga Primer belum dibuka. Tercatat, hingga hari ini sudah ada beberapa nama manajer yang diisukan oleh media Inggris nasibnya hanya tinggal menunggu waktu.

Mark Hughes menjadi nama terakhir yang diisukan masuk ke dalam daftar pemecatan manajer Liga Primer. Tak salah memang, sebab hingga pekan kelima, kesebelasan yang diasuh oleh Hughes, Stoke City, masih terjerembab di dasar klasemen dan belum mengumpulkan satu kemenangan pun.

Berikut prediksi pemecatan kesebelasan Liga Primer Inggris yang diurutkan berdasarkan pemungutan suara Telegraph.

Mark Hughes

Manajer Stoke City tersebut menjadi terfavorit sebagai manajer pertama yang dipecat musim ini. Buruknya penampilan Stoke musim ini menjadi alasan mengapa Hughes masuk ke dalam daftar manajer yang nasibnya tinggal menunggu waktu.

Stoke kini berada di dasar klasemen Liga Inggris. Dari lima pertandingan yang sudah dijalani, Hughes hanya mampu membawa Stoke sekali bermain imbang dan sisa laga lain berakhir dengan kekalahan.

Kondisi tersebut diperburuk oleh catatan tiga dari empat pertandingan terakhir mereka yang selalu berakhir dengan margin tiga gol atau bahkan lebih. Tak heran, hingga pekan kelima, mereka telah kebobolan 14 gol.

Buruknya koordinasi pertahanan Stoke sendiri sudah dikeluhkan oleh pendukung mereka dari awal musim. Kepergian salah satu bek mereka, Mark Wilson, ke Bournemouth akibat mengeluarkan kritik kepada Hughes di media sosial disinyalir menjadi salah satu penyebab masalah tersebut.

Tony Pulis

Tony Pulis menjadi nama kedua yang disebut beberapa media Inggris bakal kehilangan kursinya begitu cepat. Meski penampilan kesebelasan asuhannya, West Browmwich Albion, sedang menanjak, namun keberadaan pemilik baru asal Tiongkok bisa saja mengubah nasibnya yang kini masih berada dalam status aman.

Pergantian pengambil keputusan tertinggi West Bromwich Albion dari tangan John Williams ke perusahaan Tiongkok, Yunyi Guokai Sports Development, membuat Pulis perlahan akan disingkirkan.

Tidak hanya itu, sambutan pendukung West Bromwich Albion terhadap Yunyi Guokai saat pemilik perusahaan yang bersangkutan, Lai Guochuan, datang ke The Hawthorns membuat Pulis semakin terpojok.

Pasalnya, beberapa kelompok pendukung kesebelasan berjuluk The Baggies tersebut sudah sejak lama mengkritik gaya negosiasi yang ia lakukan di setiap jendela transfer serta cara bermain klub yang begitu defensif.

Slaven Bilic

Prestasinya di musim lalu saat membawa West Ham United duduk di zona Liga Europa, tidak membuat posisi Bilic cukup aman. Penampilan buruk yang ditunjukkan oleh West Ham musim ini di dua ajang besar yang mereka ikuti, Liga Primer dan Liga Europa, membuat ia disebut bakal segera angkat kaki.

Empat kekalahan hingga pekan kelima Liga Primer bisa dibilang menjadi dosa terbesar Bilic di awal musim ini. Kekalahan tersebut seakan menambah kekecewaan duo pemilik West Ham, David Sullivan dan David Gold, usai mereka, kembali gagal bermain di fase grup untuk kedua kalinya secara beruntun setelah kalah dari Astra Giurgiu di Liga Europa.

Kekecewaan keduanya ditambah oleh jor-jorannya Bilic di bursa transfer. Sebab, tak kurang dari 10 pemain didatangkan oleh Bilic di periode transfer musim panas 2016/17 lalu dan penampilan mereka justru menurun ketimbang musim lalu.

Namun ada satu hal yang mungkin bisa membuat Bilic selamat, yakni kondisi pemain. Absennya beberapa pemain pilar di awal Liga Primer akibat cedera dan istirahat usai membela timnas masing-masing di kompetisi luar negeri musim panas lalu secara tidak langsung juga ikut berpengaruh atas tren buruk yang kini dialami oleh The Hammers.

Francesco Guidolin

Nasib tiga pelatih Italia lain yang saat ia tengah dipuja rupanya cukup berbeda dengan apa yang tengah dialami oleh Francesco Guidolin. Sebab, posisi Guidolin saat ini sangat terpojok jika dibandingkan apa yang dialami oleh tiga kompatriotnya tersebut.

Kritik sendiri mulai muncul terhadap Guidolin usai ia disebut terlibat setuju dengan keputusan petinggi Swansea untuk melepas dua nama pemain kunci musim lalu, Ashley Williams dan Andre Ayew. Tidak hanya itu, keputusan melepas keduanya ke rival mereka di Liga Primer disebut membuat pendukung Swansea cukup kecewa dengan kebijakan transfernya.

Kebijakan transfer yang dilakukan oleh Guidolin menjadi faktor utama yang membuat banyak pendukung The Swans kecewa. Tidak hanya soal melepas dua nama di atas, tapi juga keputusan Guidolin mendatangkan Borja Baston dengan cukup mahal juga membuat banyak penggemar Swansea meradang.

Didatangkan dengan harga yang cukup wah untuk kesebelasan sekelas Swansea, Baston dihadapkan dengan target tinggi. Namun sejauh ini, di Liga Primer, ia belum mampu mewujudkan hal tersebut usai ia lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan akibat cedera.

David Moyes

Manajer Sunderland, David Moyes, menjadi nama terakhir yang diprediksi bakal mengalami pemecatan dini. Harian Chronicle Live pun menaruh nama eks manajer Everton tersebut sebagai salah satu yang bakal mengalami nasib buruk di awal musim.

Dibandingkan keempatnya, nasib Moyes sendiri jauh lebih baik. Beban yang ditaruh di pundaknya oleh Ellis Short tak macam-macam, yakni hanya memperbaiki catatan buruk Sunderland di awal musim yang selalu berjalan pelan.

Belum lagi ketika datang, Moyes berada dalam situasi sulit; mempertahankan dua nama pilar di jantung pertahanan, Lamine Kone dan Younes Kaboul—meski pada akhirnya Kaboul harus hengkang dari Stadium of Light.

Namun persoalannya, pendukung Sunderland menaruh harapan yang begitu tinggi terhadap Moyes. Harapan tersebut datang seiring banyaknya permintaan Moyes di bursa transfer, yakni mendatangkan beberapa pemain yang diketahui memiliki kedekatan dengan dirinya, seperti Adnan Januzaj.

Permintaan besar tersebut rupanya tidak membuat Sunderland lebih baik dari awal musim lalu. Dan otomatis membuat pendukung The Black Cats meneriakkan satu hal kepada Moyes: “Anda akan segera dipecat!”

Komentar