Setelah Joao Mario dan Gabriel Barbosa, Siapa Lagi yang Akan Merapat ke Inter?

Analisis

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Setelah Joao Mario dan Gabriel Barbosa, Siapa Lagi yang Akan Merapat ke Inter?

Gagal menembus Liga Champions Eropa musim ini membuat Inter melakukan gebrakan besar-besaran di bursa transfer. Sejauh ini, jelang ditutupnya bursa transfer musim panas 2016/17, Nerazzurri sudah mendatangkan empat pemain, diantaranya adalah Christian Ansaldi, Caner Erkin, Ever Banega, dan Antonio Candreva.

Tidak hanya pemain, Inter juga merevolusi susunan kepelatihan dengan menunjuk Frank de Boer sebagai juru taktik baru menggantikan Roberto Mancini beserta beberapa tangan kanannya. Di saat bersamaan, De Boer membawa beberapa orang kepercayaannya, seperti Orlando Trustfull, Alessandro Schoenmaker, Michele Santoni, dan Michel Kreek, untuk mengisi kursi staf kepelatihan Nerazzurri.

Tak ingin hanya berhenti di transfer di atas. Beberapa hari jelang ditutupnya pintu jual beli pemain, publik Italia dikejutkan dengan semakin kencangnya kabar perpindahan dua pemain lain, Gabriel Barbosa dan Joao Mario, ke Giuseppe Meazza.

Media-media Italia, seperti Gazzetta World, bahkan mengatakan keduanya telah memiliki kesepakatan personal untuk bergabung Inter. Kepastian mengenai keduanya pun semakin mendekati kenyataan usai dua nama tersebut datang di Milan, Jum’at (27/8) malam WIB.

Kedua pemain tersebut disebutkan datang ke Milan untuk melakoni tes medis dan penandatanganan kontrak untuk secara resmi bergabung dengan Il Biscione. Bahkan, Minggu (28/8) dini hari WIB, Joao Mario disebut Football Italia telah menandatangani kontrak bersama Inter.

Berbeda dengan transfer Inter sebelumnya yang menghadirkan dua nama dalam satu pos yang sama, Joao Mario dan Gabriel Barbosa diketahui memiliki posisi yang berbeda. Joao Mario yang sebelumnya bermain untuk Sporting CP Lisbon, biasa bermain di lini tengah. Sementara Barbosa, yang sebelumnya bermain untuk kesebelasan Brasil, Santos, lebih sering bermain di posisi penyerang sayap.

Jika kedua pemain ini resmi didatangkan, keduanya otomatis bakal menambah opsi untuk Frank de Boer di skuat Nerazzurri. Saat ini, di posisi Joao Mario, Inter memiliki Geoffrey Kondogbia, Marcelo Brozovic, Ever Banega, dan Assane Gnoukouri. Sementara di posisi Barbosa, Inter telah lebih dulu memiliki Antonio Candreva dan Jonathan Biabiany.

Joao Mario musim lalu menjadi salah satu pemain kunci Sporting Lisbon. Dalam 33 kali penampilan di Liga NOS, Joao Mario berkontribusi atas lahirnya 17 gol yang dibuat oleh Sporting. Atas penampilan apiknya di musim lalu, Fernando Santos pun memanggilnya untuk membela Portugal di Piala Eropa 2016.

Pilihan Santos untuk memanggil Mario di Piala Eropa tak sia-sia. Pemain 23 tahun ini mampu mendapatkan satu posisi inti di lini tengah dengan menggeser nama-nama yang lebih difavoritkan seperti Bernardo Silva dan Joao Moutinho. Upaya Santos pun dibayar Joao Mario dengan gelar juara di Piala Eropa 2016.

Sementara untuk Gabriel Barbosa, bisa dikatakan Inter begitu beruntung bisa mendapatkan jasa pemain ini. Sejak menembus tim utama Santos pada 2013 lalu, Barbosa memang disebut sebagai wonderkid. Status tersebut pun membuatnya diincar oleh banyak kesebelasan top Eropa. Jagoan La Liga, Barcelona, bahkan disebut pernah menyuruh Neymar yang notabene eks pemain Santos demi mendapatkan jasa Barbosa.

Sebutan wonderkid untuk Barbosa memang tak salah. Utamanya sejak musim lalu, Barbosa memang telah tampil sebagai pemain kunci Santos, kendati usianya baru menginjak bilangan 19. Catatannya di musim lalu juga menunjukkan bahwa ia pemain muda yang potensial. Total 10 gol dan 29 chances created di buat oleh Barbosa di musim lalu.

Atas catatan tersebut, ia pun dipanggil oleh pelatih Brasil di Olimpiade, Rogerio Micale, untuk melengkapi trisula maut tim Samba, yang diisi oleh Neymar dan Gabriel Jesus. Micale tak salah pilih. Barbosa tampil baik dan mampu berkontribusi lewat dua gol yang berujung pada emas Olimpiade.

Meski demikian, tampaknya De Boer tak serta merta membiarkan skuatnya penuh. Kedatangan Joao Mario dan Barbosa tampaknya akan ditukar De Boer dengan penjualan pemain. Dua nama yang tampaknya bakal dilego oleh Inter adalah Marcelo Brozovic dan Jonathan Biabiany.

Brozovic dilego tampak akan masuk dalam daftar nama setelah Gnoukouri disebut mampu menarik perhatian De Boer. Selain itu, dalam laga terakhir Inter yang berujung kekalahan dari Chievo pekan lalu, Brozovic hanya ditampilkan 30 menit oleh De Boer dan malah menghasilkan kartu kuning.

Penjualan nama kedua pemain tersebut sekaligus menambah nama yang kabarnya masuk dalam daftar jual Inter sebelum bursa transfer ditutup, seperti Caner Erkin (yang saat ini disebut telah dipinjamkan ke Besiktas) dan Steven Jovetic.

Keberadaan Joao Mario dan Barbosa secara tidak langsung semakin membuat kedalaman skuat Inter saat ini semakin baik. Namun, alangkah baiknya transfer Inter tidak berhenti di sini sebab, masih ada beberapa posisi yang memerlukan perbaikan seperti bek tengah. Jika masalah tersebut sudah mampu diselesaikan, maka harapan Interisti untuk melihat Inter kembali ke persaingan gelar juara, tampaknya tidak hanya akan jadi sekadar angan-angan.

Komentar