Meski Minim Kreasi Serangan, Wales Mampu Tundukkan Irlandia Utara

Analisis

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Meski Minim Kreasi Serangan, Wales Mampu Tundukkan Irlandia Utara

Wales kembali meneruskan ceritanya di Piala Eropa 2016. Menghadapi Irlandia Utara di babak perdelapan final Piala Eropa 2016, Sabtu (25/6) malam WIB, Wales berhasil lolos usai menang 1-0. Satu-satunya gol kemenangan kesebelasan yang identik dengan naga ini terjadi usai bek tengah Irlandia Utara, Gareth McAuley, salah mengantisipasi umpan silang Gareth Bale pada menit ke-75.

Meski menang, Wales bermain tidak cukup baik, utamanya dalam hal mengkreasi serangan. Wales yang pada babak grup membukukan rata-rata 11,3 tembakan per laga, di pertandingan ini hanya mampu membuat tujuh tembakan.

Tidak hanya Wales, Irlandia Utara juga kembali menunjukkan persoalan mereka dalam hal membangun serangan di laga ini. Peluang mereka di babak grup yang terjadi setelah pertandingan memasuki menit ke-80 pun kembali terjadi di laga ini.

Dengan hasil ini, Wales berhasil masuk ke babak perempatfinal Piala Eropa 2016, sekaligus terus memperbaiki catatan mereka di Piala Eropa. Di babak perempatfinal nanti, Wales akan dihadapkan pada pemenang dari laga Hungaria dengan Belgia yang baru akan bermain pada Senin (27/6) dini hari WIB.

Wales Minim Kreasi Serangan

Bermain dengan formasi dasar 3-5-2, Wales langsung bermain terbuka sejak menit pertama. Meski demikian, upaya mereka untuk menembus lini belakang lawan selalu gagal akibat ketatnya pertahanan Irlandia Utara yang bermain dengan formasi 4-5-1.

Kegagalan Wales juga diperkuat oleh Gareth Bale yang diturunkan sebagai penyerang tengah oleh pelatih Chris Coleman. Nyatanya, bermainnya Bale sebagai penyerang tengah membuat serangan Wales mudah diantisipasi oleh Irlandia Utara yang memasang banyak pemain di tengah.

Hal ini diperkuat dengan minimnya inisiasi serangan dari lini tengah Wales. Dari tiga gelandang tengah yang diturunkan oleh Coleman, hanya Aaron Ramsey yang terlibat aktif membangun serangan. Tidak hanya itu, dua bek sayap Wales juga kurang berkontribusi saat menyerang. Dua bek sayap Wales, Neil Taylor dan Chris Gunter, bahkan tercatat hanya memberikan 10 umpan di sepertiga akhir pertahanan Irlandia Utara.

Upaya Wales untuk mencetak gol mulai membuahkan hasil ketika Coleman mengubah Bale menjadi penyerang lubang. Tidak hanya diberi kebebasan untuk menusuk dari tengah, Bale juga diberi kebebasan untuk menusuk dari sisi kiri daerah permainan Wales.

Meski demikian, upaya tersebut juga dibarengi dengan semakin ketatnya pertahanan Irlandia Utara. Akibat dari hal tersebut, Wales hanya mampu melepas tujuh tembakan – yang merupakan catatan terburuk mereka sepanjang Piala Eropa 2016.

Gaya Bertahan Irlandia Utara yang Istimewa

Baiknya cara bertahan Irlandia Utara yang ditunjukkan selama mereka bermain di fase grup kembali berlanjut di laga ini. Memainkan formasi 4-5-1, anak asuh Michael O’Neill bermain begitu rapat ketika Wales memasuki daerah pertahanan mereka.

Soal cara bertahan, Irlandia Utara sendiri lebih banyak menumpuk pemainnya di depan kotak penalti. Hal ini begitu menyulitkan Wales, yang pada laga-laga sebelumnya cukup sering mengirim umpan ke depan kotak penalti. Akibat dari menumpuknya pemain di depan kotak penalti Irlandia Utara, pemain Wales pada akhirnya lebih banyak mengirim bola ke sisi lapangan.

Sama seperti laga sebelumnya, Irlandia Utara di laga ini, kembali memainkan tiga gelandang tengah, dengan dua gelandang bertipe bertahan, untuk menutup umpan yang dikirim barisan pertahanan Wales ke penyerangannya.

Upaya tersebut pada akhirnya membuahkan hasil. Ramsey yang di pertandingan melawan Rusia mendapatkan 100 umpan dari rekan setim-nya, di laga ini harus bekerja ekstra keras. Menurut statistik Whoscored, Ramsey di laga ini bahkan hanya mendapat 73 umpan. Akibatnya, pemain asal kesebelasan Arsenal ini tidak jarang sampai kembali ke daerah permainannya demi mendapatkan kembali bola untuk dialirkan ke lini depan.

***

Meski mampu memenangkan pertandingan, hasil 1-0 di laga ini membuktikan bahwa Wales belum mampu bermain cukup baik jika melawan kesebelasan yang bermain begitu rapat saat bertahan. Pola serangan mereka yang begitu bertumpu pada Bale dan Ramsey juga akan membuat lawan lebih mudah mematikan serangan mereka.

Memfungsikan bek sayap sebagai senjata alternatif untuk mencetak gol jadi tugas utama Coleman jika ingin membawa Wales lolos ke babak semifinal. Jika Coleman berhasil memanfaatkan hal tersebut, trofi juara Piala Eropa 2016 tidak mustahil untuk didapatkan.

Komentar