Taktik Inggris yang Akan Bertemu dengan Tekel Skrtel

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Taktik Inggris yang Akan Bertemu dengan Tekel Skrtel

Nasib Inggris hanya tinggal sejengkal saja. Sejengkal di sini adalah sejengkal menuju babak 16 besar Piala Eropa 2016, atau sejengkal saja menuju Bandara Heathrow, London, untuk pulang kembali ke Inggris. Sebenarnya, Inggris bisa saja lolos menjadi peringkat ketiga terbaik, namun jikapun itu terjadi, harus menunggu nasib tim dari grup lain juga.

Dengan kata lain, tak ada waktu bagi Inggris untuk mengandalkan keberuntungan ataupun kesialan orang lain. Selama masih bisa menentukan takdir sendiri, apa salahnya untuk mencoba dan melihat hasilnya, sebelum akhirnya mengandalkan takdir orang lain yang mungkin beririsan dengan takdir sendiri.

Inggris akan menghadapi Slovakia dalam pertandingan pamungkas Grup B di Stadion Geoffrey-Guichard, Saint-Etienne. Pertandingan ini, selain juga menentukan nasib timnas Inggris, akan menentukan nasib dari timnas Slovakia dalam ajang Piala Eropa 2016.

Pertandingan ini ibaratnya akan menjadi sebuah ujian bagi timnas Inggris secara keseluruhan, termasuk juga sang pelatih, Roy Hodgson. Dalam dua pertandingan sebelumnya, Inggris tampil angin-anginan, sehingga hanya meraih hasil satu kali imbang dan satu kali menang. Salah satu hasil yang menyakitkan tentunya adalah ketika ditahan imbang pada menit-menit akhir melawan Rusia. Ketika itu, Inggris sebenarnya sudah unggul 1-0. Namun, selain karena banyak menyia-nyiakan peluang, kerapatan bek Inggris pun melonggar pada akhir babak kedua, yang mungkin disebabkan karena kehilangan konsentrasi. Alhasil, kelonggaran ini pun dapat dimanfaatkan Vasili Berezutsky untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Sedangkan ketika melawan Wales, bisa dilihat juga bahwa Hodgson mampu keluar dari jiwa konservatifnya (yang kerap menerapkan posisi pemain secara asal) dan memasukkan Jamie Vardy serta Daniel Sturridge untuk mempertajam serangan Inggris. Kemenangan pun akhirnya menjadi milik Inggris setelah pada babak kedua Vardy dan Sturridge mencetak masing-masing satu gol untuk membawa Inggris berbalik unggul 2-1.

Menghadapi Slovakia, yang tentunya dikenal sebagai tim yang lebih versatile terhadap taktik lawan (meski ditundukkan oleh Wales 1-2 di pertandingan awal karena masalah konsentrasi), Inggris harus bermain dengan lebih cerdas. Tentunya Hodgson harus mampu meninggalkan sifat konservatifnya dan menggunakan taktik yang lebih cair.

Oleh karenanya, Hodgson pun harus menggunakan pemain-pemain yang rajin untuk bergerak dan tidak hanya terpatok pada satu posisi. Nama Vardy dan Sturridge tentu menjadi yang terdepan, karena kinerja mereka di lini depan membuat serangan lebih bervariasi berkat rajinnya mereka bergerak dan membuka ruang.

Untuk lini tengah, ada kabar bahwa Hodgson akan mengistirahatkan Rooney. Tentunya ini adalah kesempatan bagi seorang Jack Wilshere, pemain yang Hodgson benar-benar ingin panggil ke timnas, untuk unjuk gigi. Kalau memang benar apa yang diceritakan Hodgson, bahwa Wilshere adalah pemain yang mobile di tengah, maka ia akan menjadi jembatan antara Eric Dier dan Dele Alli.

Namun, untuk posisi belakang, tampaknya Cahill dan Smalling yang bermain gemilang saat melawan Wales akan menghadapi tantangan yang berat. Nama Marek Hamsik dan Vladimir Weiss adalah jaminan pembawa bahaya bagi lini pertahanan Inggris. Gaya bermain Hamsik dan Weiss yang tentunya belum terlalu dikenal oleh pemain Inggris akan membuat Cahill dan Smalling, bersama dengan Dier, akan mencurahkan sebagian besar fokusnya untuk bertahan.

Sementara itu, Slovakia pun menghadapi laga ini dengan penuh semangat. Bek andalan sekaligus pemain senior, Martin Skrtel, mengaku bahwa ia tidak akan sungkan kepada siapapun jika itu terkait dengan pemain yang akan mengancam lini pertahanan Slovakia. Ia akan bermain lugas dan keras, seperti yang ia tunjukkan saat melawan Wales dan Rusia.

Yang membuat semakin seru tentunya adalah pertemuan Skrtel dengan rekan-rekannya di Liverpool. Ia mengaku tidak sungkan untuk menekel seorang Daniel Sturridge, Raheem Sterling, dan Adam Lallana, tiga pemain yang sedang dan pernah satu tim dengannya.

“Situasi ini adalah situasi yang normal. Kami pemain profesional dan ini adalah bagian dari pekerjaan. Dalam pertandingan seperti ini, tidak ada yang namanya kata ‘teman’. Saya dan beberapa pemain Inggris di sana hanya berteman sebelum dan sesudah pertandingan. Di dalam pertandingan, saya akan melakukan yang terbaik,” ujar Skrtel seperti dilansir The Guardian.

“Sebagai bek, saya akan menghalau, bahkan tidak akan segan untuk menekel mereka semua. Vardy, Kane, atau Daniel Sturridge sekalipun,” tambahnya.

Pertandingan melawan Slovakia ini akan menjadi ujian bagi timnas Inggris. Sebuah ujian apakah Inggris memang pantas untuk melaju lebih jauh dalam ajang Piala Eropa 2016 ini atau tidak.

Prediksi Line-Up

Grafis: Ivan Hadyan

Komentar