Kebergantungan Swedia Pada Ibrahimovic

Analisis

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kebergantungan Swedia Pada Ibrahimovic

Tidak difavoritkan untuk menyulitkan Swedia, Irlandia justru mampu memberikan tekanan bertubi-tubi bagi anak asuhan Erik Hamren tersebut. Bahkan dalam pertandingan yang digelar pada Senin (13/6) malam WIB di Stade de France, Irlandia justru menguasai pertandingan meski laga berakhir imbang 1-1.

Irlandia sempat mengagetkan mana kala unggul terlebih dulu di menit ke-48 lewat pemain Norwich City, Wes Hoolahan, menjebol gawang Andreas Isaksson. Beruntung, Swedia mampu menyamakan kedudukan usai umpan silang Zlatan Ibrahimovic yang ditanduk Ciaran Clark malah masuk ke gawang sendiri.

Susunan Pemain

Kedua kesebelasan tidak banyak mengubah susunan pemain utama yang telah mereka persiapkan sejak masa uji tanding jelang Piala Eropa. Di kubu Irlandia, status pemain inti hanya teralihkan dari Richard Keogh ke Ciaran Clark.

Selain Keogh, perubahan juga terjadi dari bagaimana Martin O’Neill mengatur kesebelasannya. Di laga ini, O’Neill bahkan sampai mengubah susunan formasi lazimnya, dari 4-2-3-1 ke 4-3-1-2.

Perubahan juga terjadi pada Swedia. Jimmy Durmaz yang cukup sering mendapatkan tempat sebagai pemain inti di babak kualifikasi, tidak dipasang sejak menit pertama oleh Hamren. Hamren sendiri memberikan kursi Durmaz untuk pemain senior, Sebastian Larsson.

Irlandia Andalkan Permainan Cepat

Ingin secepat mungkin mencetak gol di awal pertandingan, menjadi opsi bagi O’Neill di laga ini. Ia pun menginstruksikan anak asuhannya langsung menekan sejak menit awal.

Tekanan pun amat mencirikan Irlandia utara di babak kualifikasi. Cepat dan berbahaya. Anak asuhan O’Neill pun tak terlalu lama memegang bola, mereka bahkan lebih banyak diinstruksikan untuk melepaskan umpan jauh maupun silang ke kotak penalti Swedia.

Hasilnya positif. Mereka mendapatkan beberapa peluang emas di babak pertama. Jeff Hendrick salah satunya. Melalui sebuah skema serangan dari throw ini di menit kedelapan, Hendrick yang mendapatkan bola dari Shane Long, sempat merepotkan Isaksson. Namun sayang, sepakannya masih dapat diantisipasi oleh kiper Kasımpaşa S.K. tersebut.

Setelah Hendrick, giliran Robbie Brady yang mengancam gawang Swedia. Tapi sayang, sepakan bek sayap kiri yang sebenarnya adalah seorang gelandang ini sedikit mengarah ke atas mistar gawang Swedia.

Peluang emas Irlandia terjadi di menit ke-31. Memanfaatkan permainan cepat di daerah permainan Swedia, Hendrick melepas sebuah tendangan jarak jauh. Namun lagi-lagi masalah akurasi menjadi permasalahan Irlandia untuk mencetak sebuah gol.

Banyaknya kegagalan untuk mencetak gol membuat Irlandia mengubah taktiknya. Jon Walters yang sedari awal pertandingan dipasang di samping Shane Long diubah sedikit lebih ke belakang.

Pilihan ini terbukti jitu. Mikael Lustig, yang diinstruksikan untuk mengawal Walters pun kerap salah langkah dan memudahkan gelandang Irlandia untuk menyerang dari lini kedua.

Dua pilihan taktik tersebut berbuah manis. Gol pada akhirnya didapatkan oleh Irlandia di awal babak kedua. Memanfaatkan permainan individu bek Everton, Seamus Coleman, melepas sebuah umpan tarik ke tiang jauh. Hoolahan yang berdiri bebas pun langsung menyambarnya dan berbuah gol.

Swedia Telat Panas

Swedia baru mulai menguasai jalannya pertandingan setelah gol Hoolahan. Lustig yang kerap ditinggal Walters diganti oleh Erik Johansson. Pergantian ini terbukti bagus karena setelah pergantian ini Walters dan pemain Irlandia lain kerap sulit masuk dari lini kedua.

Gaya permainan Swedia di babak pertama yang cenderung monoton karena hampir semua peluang mereka dapatkan melalui crossing, diubah lebih variatif oleh Hamren. Anak asuhannya bahkan menguasai pertandingan dengan perbandingan penguasaan bola 46,2% untuk Irlandia serta 53,8% untuk Swedia setelah gol Hoolahan.

Ibrahimovic yang di babak pertama berada di garis depan pertahanan Swedia bahkan sering bertukar posisi dengan John Guidetti . Ibrahimovic bahkan sering terlihat sebagai pengumpan ketimbang sebagai seorang finisher.

Hal ini pun menjadi sebuah malapetaka bagi Irlandia. Dua pemain yang mengawal Ibrahimovic, Seamus Coleman dan James McCarthy bahkan tak berada di posnya, ketika Ibra mengirim sebuah umpan ke tiang dekat dan berbuah gol bunuh diri Clark.

Namun sayang, gol ini langsung menjadikan Swedia kembali bermain seperti babak pertama. Usai gol tersebut, Ibrahimovic dan kawan-kawan bahkan hanya mampu menguasai bola tanpa bisa melepaskan satu pun tembakan ke gawang Darren Randolph.

Komentar