Irlandia vs Swedia: Berebut Pos Ketiga di Grup E

Analisis

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Irlandia vs Swedia: Berebut Pos Ketiga di Grup E

Laga Irlandia vs Swedia, Senin (13/6) malam WIB, akan menjadi partai pembuka Grup E Piala Eropa 2016. Meski kurang menarik jika dibandingkan duel lainnya di grup ini, Belgia vs Italia, namun duel ini tetap menyuguhkan sisi istimewa. Keistimewaan duel ini tidak lain adalah karena bakal berduelnya beberapa pemain senior.

Partisipasi kedua kesebelasan di turnamen ini, baik saat masih di babak kualifikasi maupun ketika sudah berada di putaran final, memang tidak bisa dilepaskan dari pemain senior. Tak heran, duel ini bakal bertajuk, duel antar pemain-pemain senior.

Di skuat Green Army, ada beberapa nama pemain senior yang hingga kini masih menjadi andalan di tim utama. Di antaranya adalah Robbie Keane, John O’Shea, dan Aiden McGeady. Sementara di kubu Swedia, bercokol nama-nama yang sudah memperkuat tim nasional sejak awal 2000-an, di antaranya Andreas Isaksson, Kim Källström, dan Zlatan Ibrahimović.

Skuat Irlandia di turnamen kali ini bisa dibilang lebih baik ketimbang edisi sebelumnya ketika dipegang oleh Giovanni Trapattoni. Bagaimana tidak, komposisi pemain tua yang bisa dikatakan gagal, hampir semuanya diubah oleh pelatih Irlandia, Martin O’Neill.

Salah satu perubahan yang bisa dikatakan paling berhasil dari O’Neill adalah caranya mengubah sayap Irlandia menjadi begitu tangguh dibandingkan dengan ketika masih dilatih Mr. Trap.

Keberadaan dua bek sayap, Seamus Coleman dan Robbie Brady, di skuat saat ini bisa menjadi contoh keberhasilan O’Neill mengubah sayapnya. Coleman yang berada di sisi kanan bahkan kerap menjadi pemain kunci untuk Irlandia. Sementara Brady diandalkan oleh O’Neill untuk mengerjakan tugas penendang tendangan bebas.

Selain sayap, Swedia juga perlu menyiapkan tenaga khusus untuk menutup striker mungil Irlandia, Shane Long. Di musim 2015/16, Long berubah menjadi striker yang cukup menakutkan. Kecepatan dan kemampuan fisik lainnya bahkan kerap menjadi senjata O’Neill untuk menjadi pemain yang terdepan kala melakukan counterattacking.

Di luar itu semua, Irlandia juga memiliki persoalan. Bek tengah mereka kerap menjadi sasaran lawan untuk dieksploitasi akibat seringnya melakukan blunder. Empat bek yang dipanggil, John O’Shea, Ciaran Clark, Richard Keogh, dan Shane Duffy, bahkan memiliki kesempatan yang sama untuk tampil di laga nanti malam.

Jika persoalan tersebut berhasil dimanfaatkan, peluang Swedia untuk menang akan terbuka. Karena, selain persoalan di atas yang bisa dimanfaatkan, Swedia juga memiliki Zlatan Ibrahimovic dan Marcus Berg di lini depan. Catatan 11 gol Ibrahimovic bahkan bisa berlanjut jika ia mampu memanfaatkan hal tersebut.

Meski memiliki Ibrahimovic yang membuat 11 gol, bukan berarti Swedia kesebelasan yang kuat dalam menyerang. Sejak habisnya era Lars Lagerback, yang kini dilanjutkan oleh Erik Hamren Swedia tidak lagi menjadi kesebelasan yang cepat dalam menyerang.

Di tangan Hamren, Swedia menjadi tim yang begitu baik dalam bertahan. Hal ini disebabkan oleh minimnya pemain yang diinstruksikan oleh Hamren untuk maju ikut menyerang. Namun pilihan tersebut juga tidak cukup baik. Hasilnya, Swedia tidak tampil baik ketika menyerang di babak kualifikasi.

Swedia sendiri tidak memiliki catatan permainan yang baik di babak kualifikasi. Seperti yang diketahui, Swedia bahkan hanya mampu lolos ke putaran final lewat jalur play off setelah kalah bersaing dari Austria dan Rusia.

Catatan tidak memuaskan tersebut berlanjut di enam uji tanding yang mereka jalani di 2016. Dari enam pertandingan yang dilakoni oleh kesebelasan yang identik dengan warna biru kuning ini, mereka hanya mampu meraih dua kemenangan.

Prediksi Pertandingan

Peluang kedua kesebelasan cukup besar untuk saling mengalahkan di laga ini. Namun, jika melihat beberapa pertandingan terakhir yang mereka jalani, Irlandia memiliki peluang lebih besar untuk menang.

Swedia bukannya tidak memiliki peluang untuk mendapatkan hasil positif di laga ini. Anak asuh Erik Hamren juga diyakini mampu memberikan perlawanan kepada Irlandia.

Persoalan Swedia di laga ini adalah pengalaman bermain antara pemain senior dengan junior yang terbilang cukup jauh. Belum lagi, kesempatan bermain yang tampaknya masih akan diberikan kepada pemain-pemain uzur, seperti Kim Kallstrom, Andreas Isaksson, dan Andreas Granqvist.

Komentar