Tundukkan Slovakia, Wales Raih Kemenangan Pertama di Piala Eropa 2016

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Tundukkan Slovakia, Wales Raih Kemenangan Pertama di Piala Eropa 2016

Wales akhirnya membuktikan bahwa mereka bukan tim semenjana. Menghadapi Slovakia dalam pertandingan pembuka grup B Piala Eropa 2016 di Stade de Bordeaux, mereka meraih kemenangan dengan skor 2-1. Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan pertama mereka dalam ajang Piala Eropa 2016, sekaligus mempermudah langkah mereka ke depannya di grup B ini.

Gol-gol kemenangan Wales dalam pertandingan ini dicetak oleh Gareth Bale pada menit ke-10 dan Hal Robson-Kanu menit ke-81. Dua gol Wales ini hanya mampu dibalas satu gol saja oleh Slovakia melalui Ondrej Duda pada menit ke-61. Bagi Bale, gol ini merupakan gol kedua yang ia cetak ke gawang Slovakia setelah ia mencetak gol ke gawang Slovakia pada 2006 silam.

Untuk ukuran pertandingan pembuka grup, Wales dan Slovakia menyajikan permainan yang cukup baik. Silih berganti kedua tim melancarkan serangan sepanjang pertandingan. Namun, ada beberapa hal yang membuat The Dragons unggul atas Slovakia.

Langsung Menekan Sejak Awal

Meski ini adalah kompetisi resmi yang mereka ikuti sejak terakhir kali mengikuti Piala Dunia 1958, Wales tidak tampil canggung. Malah, mereka langsung menekan lini pertahanan Slovakia secara agresif sejak peluit pertandingan dimulai. Aaron Ramsey dan Gareth Bale menjadi dua pemain yang memimpin penyerangan Wales, ditopang oleh Jonathan Williams sebagai striker yang rajin bergerak membuka ruang.

Melihat Wales yang langsung menekan pertahanan sejak awal, Slovakia pun sedikit kelabakan. Walaupun mampu mencetak peluang melalui Marek Hamsik, yang masih bisa dihalau Ben Davies, setelah itu Slovakia benar-benar kerepotan menghalau serangan bergelombang Wales.

Hal ini mengakibatkan para pemain Slovakia melakukan kesalahan dengan memberikan free kick kepada Wales setelah pemain Slovakia melakukan pelanggaran di wilayah kotak penalti sendiri. Bale, yang memiliki kemampuan free kick yang cukup baik, berhasil mengeksekusi bola setelah kiper Slovakia, Matus Kozacik salah mengantisipasi arah bola.

Leluasanya Wales dalam menekan pertahanan Slovakia ini juga diakibatkan oleh Juraj Kucka dan Patrik Hrosovsky sering maju ke depan dan tidak melindungi areanya dengan baik. Akibatnya, Ramsey dan Bale dengan mudah berlari-lari mengacak-acak area sepertiga lapangan akhir, ditopang oleh Joe Allen yang mampu berperan sebagai pembagi bola.

Ketiga pemain ini menjadi poros serangan Wales. Jika ditotal, ketiganya mencatatkan 169 sentuhan bola, mencerminkan bahwa para pemain Wales cenderung memberikan bola kepada tiga pemain ini.

(Area gerak Allen, Bale, dan Ramsey. foto: whoscored.com)

Terisolirnya Michael Duris, Serangan Slovakia Buntu

Bukan hanya karena kekagetan mereka atas Wales yang bermain agresif, Slovakia juga mengalami kebuntuan dalam laga ini. Michael Duris, pemain yang diplot sebagai striker tunggal dalam pertandingan kali ini, benar-benar terisolir sendirian di lini depan. Marek Hamsik, Vladimir Weiss, dan Robert Max kesulitan mengalirkan bola ke depan.

Hal ini terjadi karena setelah unggul, mulai sejak pertengahan babak pertama Wales langsung memperketat area pertahanannya. Wales lebih membiarkan serangan dibangun oleh Ramsey, Bale, Williams, dan Allen, sementara sisanya memperketat area sepertiga lapangan akhir dan area kotak penalti. Akibatnya, Duris menjadi terkurung sendirian di depan.

Malah terkadang, Duris kerap mundur ke belakang. Karena tidak adanya target man, Slovakia lebih banyak mengandalkan tendangan jarak jauh yang hasilnya kurang efektif bagi Slovakia sendiri. Sempat memasukkan Ondrej Duda yang mampu muncul dari second line, yang menghasilkan gol penyama kedudukan bagi Slovakia, selama pertandingan Slovakia benar-benar kesulitan menembus lini pertahanan Wales.

Serangan Balik Wales Efektif, Terimakasih Kepada Bale

Bermain lebih sabar setelah mencetak gol pertama, ataupun setelah kebobolan di pertengahan babak kedua, adalah hal tepat lain yang dilakukan oleh Wales. Selain menyulitkan Slovakia dalam mencetak gol, sistem permainan menunggu ini dapat mengeluarkan kemampuan dari seorang Bale yang memiliki kecepatan yang baik ketika Wales bertransisi dari bertahan ke menyerang.

Terlihat dari gol kedua yang dicetak oleh Robson-Kanu, bola yang direbut disalurkan kepada Bale. Bale kemudian mengirimkan umpan kunci yang berujung kepada asis Ramsey kepada Robson-Kanu memanfaatkan kacau balaunya pertahanan Slovakia. Ketika akhir-akhir babak kedua pun, dengan kecepatannya dalam melakukan serangan balik, Bale kerap merepotkan pertahanan Slovakia.

Kesimpulan

Wales mampu bermain lebih bijak dalam pertandingan ini dengan memperhitungkan kondisi dan situasi pertandingan sebelum mengambil langkah selanjutnya dalam pertandingan. Chris Coleman juga patut diberi acungan jempol karena berhasil menemukan sistem yang mampu memaksimalkan kemampuan bintang mereka, Gareth Bale.

Komentar