Generasi Emas Kolombia Siap Raih Gelar Juara Copa America

Analisis

by Billi Pasha

Billi Pasha

Selalu menganggap sepakbola dan musik adalah dua hal paling indah di dunia

Generasi Emas Kolombia Siap Raih Gelar Juara Copa America

Kolombia merupakan salah satu kandidat juara dalam turnamen Copa America Centenario. Meski baru sekali meraih trofi dalam ajang Copa America, negara berjuluk La Tricolor kini dihuni oleh generasi emas yang hampir merata di setiap lini yang membuat eksistensi mereka mulai diakui oleh dunia. Selain itu mereka juga berhasil menduduki peringkat ketiga dalam rangking FIFA.

David Ospina yang merupakan penjaga gawang Arsenal, Jeison Murillo dan Cristian Zapata yang masing-masing memperkuat dua tim dari kota Milan, James Rodriguez serta Juan Cuadrado yang berseragam Real Madrid dan Juventus menghuni skuat Kolombia. Sementara itu, Radamel Falcao yang tak bisa membuktikan diri di Chelsea tak diikutsertakan dalam turnamen kali ini. Salah satu ujung tombak berpengalaman lainnya yakni Jackson Martinez juga tidak terdaftar usai hijrah ke Cina untuk membela Guangzhou Evergrande

Namun tanpa kehadiran Falcao yang merupakan pencetak gol terbanyak dalam sejarah Kolombia dan Jackson yang juga merupakan top skor Liga Portugal tiga musim beruntun, mereka masih memiliki Carlos Bacca yang merupakan penyerang tersubur di AC Milan. Selain itu Dayro Moreno layak menjadi opsi lain karena merupakan salah satu penyerang papan atas di Liga Meksiko dan dua penyerang muda mereka yakni Roger Martínez dan Marlos Moreno yang siap membuat kejutan.

Selain itu dalam dua periode sebelumnya mereka juga telah berhasil melangkah hingga babak perempat final. Pada tahun 2011 lalu mereka berhasil mengungguli Argentina dan berhasil memuncaki Grup A. Akan tetapi mereka harus kandas di tangan Peru dengan skor 0-2 pada babak perpanjangan waktu pasca bermain dengan imbang tanpa gol di waktu normal.

Empat tahun berselang Kolombia kembali lolos dari fase grup. Meski hanya menduduki peringkat ketiga, namun dengan torehan empat poin, mereka berhasil meraih tiket untuk berlaga di babak delapan besar setelah menjadi peringkat tiga terbaik bersama Uruguay. Kali ini nasib baik kembali gagal menaungi mereka, setelah ditaklukkan oleh Argentina di babak adu penalti.

Meski gagal untuk lolos dari babak perempat final secara dua kali beruntun, akan tetapi paling tidak Kolombia berhasil membuktikan bahwa mereka bukanlah tim yang mudah dikalahkan.

Generasi emas mereka juga telah sukses menunjukkan tajinya di lingkup yang lebih besar. Pada Piala dunia 2014 mereka langsung berhasil menembus babak perempat final dan merupakan pencapaian terbaik dalam sejarah keikutsertaan mereka. Padahal kala itu merupakan penampilan mereka yang pertama semenjak 16 tahun absen dari ajang internasional terbesar di dunia. Bahkan James Rodriguez meraih sepatu emas usai menjadi top skor setelah menyarangkan total enam gol.

Selain itu tangan dingin dari José Pékerman juga turut membantu berkembangnya Kolombia menjadi salah satu tim yang mulai disegani. Atas jasanya tersebut, pelatih berusia 66 tahun itu dinobatkan menjadi pelatih terbaik Amerika Selatan tiga kali beruntun terhitung dari tahun 2012 hingga 2015.

Berbekal pengalaman kala membesut Timnas Argentina dan berhasil menduduki posisi runner-up Piala Konfederasi, Pekerman menunjukkan grafik yang meningkat sejak menangani Kolombia.

Tergabung bersama tuan rumah Amerika Serikat, Kosta Rika dan Paraguay di grup A, Kolombia menjadi favorit untuk finis menjadi juara grup. Kolombia memiliki catatan apik ketika bertemu dengan ketiga rivalnya tersebut. Dalam tiga pertemuan terakhir dengan AS, mereka tak pernah sekalipun kalah, dengan rincian dua kemenangan dan sekali imbang. Paraguay juga selalu takluk di tiga laga terakhirnya kala bertemu dengan Kolombia. Sementara itu catatan mereka ketika berhadapan dengan Kosta Rika lebih hebat lagi, yakni selalu menang sejak 25 tahun silam.

Atas komposisi skuat dan catatan cemerlang dari pertemuan Kolombia dengan AS, Kosta Rika dan Paraguay dapat diprediksi mereka akan melaju dengan mudah di fase grup kali ini. Jika sesuai dengan skenario, mereka akan bertemu dengan runner-up grup B yang diprediksi akan diwakili oleh Ekuador atau Peru. Jika dibandingkan dari komposisi skuat, kedua negara itu memiliki kualitas yang berada di bawah mereka. Jadi paling tidak Kolombia akan mampu menembus babak semifinal dan melebihi prestasi yang telah mereka ukir pada dua kesempatan sebelumnya.

Foto: wikimedia

Komentar