Akankah Ekuador dan Peru Mampu Menghambat Langkah Brasil di Copa America?

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Akankah Ekuador dan Peru Mampu Menghambat Langkah Brasil di Copa America?

Ekuador dan Peru telah berbenah untuk menghadapi Copa America. Keduanya tergabung dalam grup B bersama Brasil dan Haiti. Siapa di antara keduanya yang akan lolos ke babak selanjutnya? Mungkinkah keduanya mampu menjadi penghambat laju Brasil?

Peru

Membicarakan Peru, berarti membicarakan skuat yang dalam beberapa musim terakhir selalu meraih hasil positif dalam ajang Copa America. Pada gelaran Copa America 2011 Argentina dan Copa America 2015 Chile, tim ini berhasil menjadi peringkat ketiga, yang artinya mereka selalu berhasil masuk ke semifinal selama dua gelaran berturut-turut.

Dalam Copa America 2011, mereka gagal melaju ke babak final setelah dikalahkan oleh Uruguay yang kemudian menjadi juara dengan skor 0-2 pada babak semifinal. Peru kembali kalah dalam fase yang sama dalam Copa America 2015, saat mereka dikalahkan Chile dengan skor 1-2 yang kemudian juga menjadi juara.

Dalam Copa America Centenario 2016 ini, beberapa nama yang sempat mengantarkan Peru menjadi peringkat ketiga dalam ajang Copa America 2011 dan 2015 tidak dipanggil kembali. Nama-nama seperti Juan Vargas dan Jefferson Farfan tidak masuk skuad Peru untuk Copa America Centenario. Namun, nama Paulo Guerrero yang menjadi peraih gelar pencetak gol terbanyak dalam ajang Copa America 2011 dan kandidat pencetak gol terbanyak dalam ajang Copa America 2015 bersama dengan Eduardo Vargas masih dipanggil untuk membela Peru dalam Copa America Centenario 2016 ini. Dirinya masih akan menjadi tumpuan Peru dalam hal mencetak gol.

Selain itu, nama-nama seperti Christian Cueva yang membela klub Toluca di Meksiko, Yoshimar Yotun yang membela Malmo di Swedia, dan Alberto Rodriguez yang membela klub lokal Peru Sporting Cristal, adalah nama yang digadang-gadang akan bersinar dalam ajang Copa America Centenario ini.

Namun, masih banyak hal yang harus dibenahi oleh pelatih Ricardo Gareca bagi Peru dalam ajang Copa America Centenario 2016. Apalagi dalam laga persahabatan mereka masih memiliki masalah di lini pertahanan dan juga kesulitan dalam mencetak gol ketika kalah dari Amerika Serikat dengan skor 1-2.

Untuk prakiraan formasi, Peru tampaknya akan lebih banyak mengandalkan formasi 4-2-3-1, yang dapat berubah menjadi 4-3-3. Dengan tidak adanya Farfan yang biasanya berperan sebagai gelandang serang di belakang striker, maka ada kemungkinan sayap akan lebih diandalkan, atau jika memang masih tetap memakai formasi 4-2-3-1, maka seorang Christian Benavente akan mengisi posisi yang ditinggalkan Farfan.

Ekuador

Ekuador adalah salah satu tim yang juga cukup diperhitungkan di grup B ini. Meski dalam dua gelaran Copa America sebelumnya tidak meraih hasil sebaik Peru (gagal di fase grup dalam Copa America 2011 dan 2015), mereka masih memiliki peluang yang sama besarnya dengan Peru ataupun Brasil untuk lolos dari grup B.

Pemain-pemain seperti Enner Valencia, Antonio Valencia, Juan Carlos Paredes, dan Jefferson Montero, yang main di Liga Primer Inggris dipanggil untuk memperkuat Ekuador dalam ajang ini. Belum lagi nama seperti Walter Ayovi yang membela klub Monterrey di Meksiko juga patut untuk diperhitungkan.

Namun, di antara nama-nama yang ada di atas, Enner Valencia tampaknya akan menjadi tumpuan. Seperti halnya sosok Paolo Guerrero yang menjadi andalan Peru, Enner pun akan menjadi andalan Ekuador dalam mencetak gol lewat finishing-nya yang baik.

Untuk formasi sendiri, Ekuador tampaknya akan mengandalkan formasi 4-4-2, apalagi mereka memiliki pemain-pemain sayap yang baik di dalam diri seorang Jefferson Montero dan Antonio Valencia. Enner akan menjadi striker, didampingi oleh Miller Bolanos, karena Felipe Caicedo tidak dipanggil dalam ajang ini.

Apakah Ekuador dan Peru Mampu Menghambat Brasil?

Brasil memang memiliki peluang terbesar untuk lolos dari grup B ini. Namun, Brasil pun tidak akan tampil dengan kekuatan terbaiknya dalam ajang ini. Nama Neymar pun tidak diikutsertakan karena lebih dipersiapkan untuk ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Douglas Costa yang semula dipanggil harus menepi karena cedera sehingga digantikan oleh Ganso.

Dengan Brasil yang tidak tampil dengan kekuatan terbaik, Peru dan Ekuador akan menjadi dua tim yang memberikan "hari yang sulit" bagi Brasil di grup B. Jika Brasil lengah, bukan tidak mungkin Peru dan Ekuador-lah justru yang akan lolos.

Peluang Peru dan Ekuador

Melihat kekuatan skuad yang mereka miliki sekarang, Peru dan Ekuador sama-sama memiliki peluang yang besar untuk lolos ke babak berikutnya. Oleh karenanya, pertemuan antara Peru dan Ekuador di Glendale pada 9 Juni nanti akan menjadi pertandingan penting di grup ini, selain tentunya Brasil vs Ekuador ataupun Brasil vs Peru.

ed: fva

Komentar