Skuat Bhayangkara Surabaya United TSC 2016: Tim Baru dengan Target Tinggi

Analisis

by Redaksi 34 27994

Redaksi 34

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Skuat Bhayangkara Surabaya United TSC 2016: Tim Baru dengan Target Tinggi

Kisruh internal yang sempat menimpa Bhayangkara Surabaya United (BSU), ternyata tidak membuat tim ini berjalan di tempat demi menyambut Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016. Beragam pembenahan pun dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh eks Manajer Timnas U23, Gede Widiade ini.

Pembenahan-pembenahan tersebut diyakini akan memperbaiki performa BSU yang tampil kurang memuaskan di turnamen-turnamen jelang TSC. Di antaranya tersingkir usai walk-out di Piala Presiden, hingga pulang di babak semi final pada Piala Gubernur Kalimantan Timur.

Tak ingin sekadar numpang lewat, BSU pun mulai mencari cara untuk bangkit. Salah satunya adalah menggandeng kepolisian untuk terlibat mengurusi tetek bengek tim. Tim yang sebelumnya “hanya” bernama Surabaya United kini berganti nama menjadi Bhayangkara Surabaya United, setelah 39 % saham tim milik Gede dibeli oleh Polri.

Penggabungan kedua institusi ini pun diyakini membuat kuat BSU, utamanya dalam faktor finansial. Hal ini dibuktikan oleh pernyataan Gede di sela-sela peluncuran ISC 2016 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

“Saya pengen pemain dari Jepang, Korea Selatan, atau Thailand yang harganya mahal. Yang penting bagus," ucap Gede kala itu seperti dikutip dari Tempo (19/4).

Tidak hanya faktor finansial yang akan membuat tim ini kuat. Faktor basis suporter yang bisa dibilang berada di seluruh Indonesia, tampaknya tidak akan membuat tim asuhan Ibnu Grahan ini kehilangan dukungan saat bermain di manapun.

Masuk ke faktor pemain, gaya bermain tim ini diyakini akan berubah. Pasalnya, beberapa pemain di skuat utama, seperti Firli Apriliansyah, Asep Berlian, Slamet Nurcahyo, Siswanto, dan Munhar memilih hengkang dari tim. Kepergian mereka pun membuat tim ini hanya menyisakan nama-nama senior seperti Otavio Dutra dan Rudi Widodo.

Meski demikian, hijrahnya pemain pilar tersebut tak akan membuat tim ini kelimpungan. Manajemen pun mendatangkan pemain dengan kualitas setara, seperti eks bek Arema, Suroso, hingga pemain muda berbakat, Fitra Ridwan.

Di posisi penjaga gawang, kepergian Heri Prasetyo mampu ditambal dengan kedatangan Wahyu Tri Nugroho. Kedatangannya tentu akan memanaskan persaingan pos penjaga gawang, yang terlebih dulu diisi oleh Thomas Ryan Bayu.

Untuk pos bek sayap, tampaknya sudah paten akan dimiliki oleh dua pemain Timnas U19 yang telah bergabung dengan BSU sejak QNB League lalu. Keduanya adalah Putu Gede Juni Antara di bek kanan dan M. Fatchurohman di pos bek kiri.

Persaingan di lini belakang baru akan panas di pos bek tengah. Pasalnya, ada empat nama yang memiliki kans untuk bermain sebagai pemain inti. Di antaranya adalah bek senior asal Brazil, Otavio Dutra, Suroso, Sahrul Kurniawan, dan Heri Setiawan.

Nama Otavio bisa dipastikan bakal mengisi satu slot. Sementara satu slot lainnya bakal diperebutkan oleh ketiga pemain tersebut. Apakah Ibnu bakal memilih Suroso yang telah memiliki segudang pengalaman di level senior, atau memberikan kursi kepada dua bek lain yang merupakan eks Timnas U19?

Di lini tengah, tiga pemain eks Timnas U19, M. Hargianto, Zulfiandi, dan Evan Dimas Darmono, diyakini bakal mendapatkan tempat utama. Pasalnya, ketiganya dikenal sudah sangat klop saat berada di lapangan. Oleh karena itu, Ibnu tampaknya bakal memberikan slot untuk ketiganya.

Selain itu, pemain cadangan tim ini juga belum mampu menunjukkan kemampuan untuk merusak trio lini tengah tersebut. Dari beberapa nama yang masuk daftar pemain tim ini, hanya Indra Kahfi yang merupakan eks pemain PS Polri dan Aulia Ardli yang pernah bermain untuk Persebaya, yang memiliki kualitas mendekati ketiganya. Selain dua nama di atas, nama pemain senior, Ahmad Sembiring Usman, juga disebut bakal merapat ke tim ini untuk memanaskan persaingan di lini tengah.

Posisi striker masih menjadi persoalan tim ini. Kepergian Pedro Javier Velazquez ke PBFC membuat tim ini hanya memiliki nama Fandi Eko Utomo dan Rudi Widodo, sebagai mesin pencetak gol. Persoalan bertambah sulit, mengingat kedua pemain ini bukan tipe finisher.

Fandi yang merupakan anak legenda sepakbola Indonesia, Yusuf Ekodono, lebih bertipe sebagai second striker. Sementara Rudi lebih dikenal sebagai winger atau penyerang yang gemar menyisir sayap.

Satu nama striker asing pengganti Pedro harus segera dicari oleh Ibnu. Jika tidak, hal tersebut bisa menjadi persoalan bagi tim yang memiliki penggemar berjuluk “Bhara Mania” ini.

Persoalan pemain di lini depan harus segera dicari solusinya. Mengingat target tim ini terbilang “tinggi”, yakni menempati urutan kelima TSC 2016.

Komentar