Skuat Persiba Balikpapan TSC 2016: Sejauh Mana Tim Beruang Madu Mampu Melaju?

Analisis

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Skuat Persiba Balikpapan TSC 2016: Sejauh Mana Tim Beruang Madu Mampu Melaju?

Dibandingkan tim-tim Kalimantan lain di TSC A 2016, Persiba bisa dikatakan tidak terlalu aktif memburu nama-nama besar. Meski demikian, tim Beruang Madu juga tidak bisa dianggap lemah. Pasalnya, kedatangan eks pelatih Pusamania Borneo FC, Jaino Matos, dan beberapa nama baru diyakini akan memperkuat Persiba.

Meski demikian, Persiba Balikpapan bukan tanpa persoalan. Pada awal April lalu, Persiba sempat menyatakan bahwa tidak akan mengikuti kompetisi buatan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) ini, karena persoalan keuangan. Skuat Beruang Madu disebut membutuhkan 15 hingga 16 miliar untuk mengikuti kompetisi ini.

Permasalahan ini sempat sedikit terobati usai Direktur GTS, Joko Driyono, memberikan bantuan berupa melakukan asistensi pengelolaan klub hingga usaha mencarikan sponsor. Langkah ini disebutnya sudah benar, karena ia tidak melakukan bailout untuk membantu agar klub tetap berjalan.

"Langkah membantu Persiba seperti ini juga ada di kompetisi luar. Contohnya adalah Brisbane Roar di A-League. Di sana, mereka dibantu federasi supaya klub tetap mampu berjalan. Hal ini semata untuk menyelamatkan eksistensi klub," ujar Joko Driyono seperti dikutip dari TopSkor.

Persoalan Persiba tidak berhenti sampai di situ. Masalah kedua muncul saat Jaino Matos ditunjuk sebagai pelatih klub. Pasalnya, pria asal Brazil ini belum memiliki prestasi apik di kancah sepakbola Indonesia ketika menjalani peran sebagai pelatih. Ia pun hanya memiliki pengalaman sebagai pelatih kala menangani Persib U21 dan Pusamania Borneo FC.

Di PBFC, nama Jaino semakin besar. Jatuh bangun performa tim pun ia rasakan di PBFC. Meski demikian, di Samarinda, kualitasnya sebagai pelatih semakin terasah. Ia pun mampu mencatatkan prestasi di sini, yakni membawa Pusamania Borneo FC juara di turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur.

***

Beberapa nama senior didatangkan manajemen Persiba jelang TSC 2016. Di antaranya Oktovianus Maniani, Bima Sakti Tukiman, dan Iqbal Samad. Untuk melengkapi kuota pemain asing, dua nama pemain mancanegara yang sudah pernah bermain di Indonesia juga didatangkan, yakni Matsunaga Shohei serta Antonio Teles.

Kedatangan pemain-pemain baru di atas diyakini akan memperkuat skuat lama Persiba yang membawa Beruang Madu maju hingga semi final Piala Gubernur Kalimantan Timur, awal Maret lalu. Seperti Saddam Sudarma Hendra, Kurniawan Karman, Ledi Utomo, Asep Budi Santoso, Rahel Radiansyah, Gideon Victor Way, Frangky Turnando dan Arwin Rabdha.

Jika melihat daftar pemain yang dimiliki Persiba, yang menggabungkan pemain senior dan junior, tampaknya kemampuan tim ini untuk masuk ke kisaran papan atas masih akan sulit. Bagaimana tidak, masing-masing tim di TSC saat ini memiliki daya beli pemain yang begitu tinggi. Tidak usah membayangkan Arema atau Persib Bandung, bahkan Madura United yang baru bertransformasi dari PBR memiliki banyak pemain bintang.

Di lini belakang, keberadaan beberapa pemain senior, seperti Ledi Utomo, Gideon Way, dan Iqbal Samad, bisa menjadi kunci tim ini. Belum lagi keberadaan bek asing yang pernah mencatatkan caps bersama Timnas Liberia, Kohn Dirkir Glay. Dirkir bahkan bisa menjadi solusi bek muda Persiba karena usianya baru 24 tahun.

Persoalan baru akan muncul jika beberapa nama pemain senior tersebut absen. Alasannya, pemain cadangan seperti Absor Fauzi, Abdul Rahman, Asep Budi, dan Frengky Turnando, belum memiliki jam terbang seperti para seniornya tersebut.

Jaino sempat membuat tercengang beberapa Balistik (sebutan untuk kelompok suporter Persiba). Keputusannya untuk mendatangkan beberapa pemain asing di posisi gelandang membuat Balistik sedikit bingung. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa keputusan ini dimaksudkan untuk memperkuat lini tengah, yang nantinya bakal menjadi tumpuan tim.

“Kami menumpuk pemain di lini tengah karena kunci sepakbola ada di sana. Kuat atau tidaknya tim tergantung dari lini tengah,” ucap Jaino seperti dikutip dari @NewsPersibaBpn.

Pilihan Jaino tersebut membuat lini tengah Persiba bervariasi. Hal ini tentu saja memudahkannya dalam meracik strategi untuk tim. Lima pemain pun diprediksi akan mengisi lini tengah Persiba, di antaranya adalah Bima Sakti dan Teles di posisi gelandang jangkar, serta Okto Maniani, Vinicius, dan Matsunaga di posisi gelandang serang.

Jika lima pemain tersebut absen, masih ada beberapa pemain yang layak menghuni skuat inti. Misalnya Abdul Aziz di posisi gelandang jangkar, serta Rahel Radiansyah di posisi winger. Sebelumnya, Abdul Aziz dikenal sebagai pemain tim futsal, Libido FC Bandung. Sementara Rahel merupakan salah satu pemain kunci Persiba kala melakoni Piala Gubernur Kalimantan Timur.

Lini depan menjadi posisi yang paling mengkhawatirkan bagi Persiba. Alasannya, Persiba tidak memiliki nama striker yang benar-benar mampu diandalkan. Mereka bahkan hanya memiliki nama eks striker PBR, Heri Susanto, untuk mencetak gol. Striker lain di daftar skuat Persiba, seperti Syamsir Alam tidak banyak diharapkan oleh Persibamania, mengingat mereka belum memiliki banyak jam terbang di level tertinggi.

Melihat skuat Persiba saat ini, Jaino diyakini bakal kerap menggunakan formasi 4-5-1 atau 4-6-0. Hal ini dilihat dari komentar Jaino untuk memperkuat lini tengah Persiba. Selain itu, penggunaan striker asing yang kerap dilakukan di Indonesia, tidak terjadi di Persiba.

Foto: Bhayangkaracup.co.id

Komentar