Heavy Rotation a la Louis Van Gaal

Analisis

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Heavy Rotation a la Louis Van Gaal

Ketika daftar susunan pemain Manchester United yang akan berhadapan dengan Aston Villa rilis, semua orang berpikir bahwa Wayne Rooney akan bermain sebagai penyerang tengah. Akan tetapi yang terjadi justru manajer Louis van Gaal memainkan Rooney sebagai gelandang serang.

Jelas membingungkan, karena yang kebanyakan orang prediksikan adalah, Rooney akan bermain sebagai penyerang tengah sementara Marcus Rashford dan Memphis Depay bermain di posisi sayap. Sementara Juan Mata akan menjadi pengatur serangan. Keanehan lain yang dibuat oleh Van Gaal. Meskipun hal ini bisa jadi tidak terlalu mengejutkan. Karena sejak era Sir Alex Ferguson pun, Rooney beberapa kali ditempatkan di posisi yang lebih dalam.

Kebingungan lain terjadi ketika Jesse Lingard masuk menggantikan Juan Mata. Alih-alih menempati posisi sayap kanan yang sebelumnya ditempati Mata, Lingard justru kemudian bermain sebagai gelandang serang. Ini seakan menjadi kebingungan lain yang terjadi pada pekan sebelumnya, saat Van Gaal memainkan Ashley Young sebagi penyerang tengah.

Sejak kedatangannya ke barat daya Inggris pada musim panas tahun 2014 lalu, Louis van Gaal menjalani masa kepelatihannya di United dengan banyak sekali menempatkan pemain bukan di posisi aslinya. Beberapa bahkan terjadi perubahan posisi yang sangat ekstrem. Berikut diantaranya.

Wayne Rooney

Posisi asli : Penyerang Tengah

Posisi baru di era Van Gaal : Gelandang serang tengah , Gelandang Bertahan, Gelandang Tengah, Winger

Rooney memang tipe pemain yang punya tenaga besar dan teknik untuk bermain di posisi gelandang. Akan tetapi kapten United dan kesebelasan negara Inggris ini bukanlah pengoper bola yang baik. Instingnya sudah lama terlatih untuk mencetak gol ke gawang lawan. Meskipun memang kebiasaan Rooney untuk memindahkan arah serangan ketika ia sedang memegang bola, cukup membantu dirinya terkait masalah kreativitas mengembangkan permainan.

Daley Blind

Posisi asli : bek kiri, gelandang bertahan.

Posisi baru di era Van Gaal : bek tengah

Dengan hanya bertinggi badan 180 sentimeter, Blind kemudian menjelma menjadi bek tengah yang tangguh. Pengalamannya sebagai fullback membuat ia sangat mengenal bagaimana mengatasi para pelari cepat dari kubu lawan. Karena pernah menjadi gelandang Blind terbiasa mengalirkan bola. Sehingga dengan ditempatkannya Blind sebagai bek tengah, United bisa melakukan build-up serangan dari lini pertahanan sendiri.

Putra Danny Blind ini memang diberkahi kemampuan versatile yang tinggi. Akan tetapi rasanya akan menjadi sangat mubazir menempatkan pemain secerdas Daley Blind sebagai bek tengah.

Baca juga :


Kelebihan-kelebihan yang Akan Membuat Daley Menjadi Bek Tengah Hebat Seperti Ayahnya.

Marouane Fellaini

Posisi Asli : Gelandang

Posisi baru di era Van Gaal : Winger, Gelandang serang tengah, second striker


Fellaini sudah terkenal sebagai penyundul hebat sejak bermain untuk Everton. Kemampuan duel udara Fellaini memang membuatnya bisa jadi tembok yang sangat bagus bagi lini serang. Akan tetapi karena tidak punya kecepatan yang mumpuni, keberadaan Fellaini di lini serang justru sering membuat serangan United menjadi lamban. Padahal dalam suatu kesempatan mereka punya peluang untuk melakukan serangan balik cepat.

Lebih menyedihkan lagi, pemain yang akrab disapa Felli ini selalu dianggap sebagai simbol terpuruknya United di era Van Gaal oleh sebagian besar penggemar United.

Jesse Lingard

Posisi Asli : Winger

Posisi baru di era Van Gaal : Bek sayap, Gelandang serang tengah

Salah satu pemain yang kemudian bermain sebagai bek sayap di skema 3-5-2 di era awal kepelatihan Van Gaal. Meski sama-sama di sayap, perubahan dari winger menjadi bek sayap tidak-lah mudah. Dengan bermain dalam skema 3-5-2, pemain sayap menjadi satu-satunya pemain yang menyisir sisi lapangan.

Van Gaal menginginkan pemain yang menempati posisi nomer punggung 10 adalah pemain yang memiliki kecepatan. Karena itulah ia tidak pernah menempatkan Ander Herrera di sana, meskipun gelandang Spanyol tersebut memiliki atribut yang sesuai. Lingard adalah salah satu opsi, selain Anthony Martial dan Memphis Depay. Tetapi sayangnya ia bukan tipe pemain yang kreatif ketika mengalirkan bola. Lingard adalah pemain sayap tulen, yang lebih gemar berlari dan menyisir pertahanan lawan.

Juan Mata

Posisi asli : Gelandang serang tengah

Posisi baru di era Van Gaal : Winger, Wing-back.

Di wawancara perdananya ketika diperkenalkan sebagai pemain baru United, Juan Mata mengungkapkan bahwa dirinya senang apabila diposisikan sebagai pemain No.10 yang bisa bergerak diantara gelandang dan para penyerang. Posisi itu pun ia dapatkan di awal bergabungnnya dengan Manchester United.

Tapi yang terjadi sejak akhir musim 2015/2016 adalah Mata justru bermain sebagai sebagai winger di kanan penyerangan United. Positifnya, Mata bisa melakukan gerakan memotong dan masuk ke jantung pertahanan lawan. Sebagai orang Spanyol yang memiliki teknik tinggi dalam bermain sepakbola, membuat Mata tidak terlalu kesulitan beradaptasi dengan posisi barunya. Bisa jadi perubahan posisi mata adalah salah satu transformasi sukses yang dilakukan oleh Van Gaal.

Marcus Rashford

Posisi asli : Penyerang

Posisi baru di era Van Gaal : Penyerang Sayap, Sayap, Bek Sayap.


Rashford bermain sebagai bek sayap di laga Europa League melawan Liverpool

Rashford menjadi sensasi terbaru tim saat ini. Berusia muda namun sudah punya banyak catatan apik, termasuk dalam urusan mencetak gol ke gawang lawan. Apabila melihat gol-gol yang sudah dicetaknya, sangat terlihat bahwa Rashford adalah predator buas di kotak penalti. Namun hal itu tidak membuat Rashford lepas dari ‘keisengan’ Van Gaal. Pemuda yang bahkan belum berusia 20 tahun ini bebeberapa kali ditempatkan di posisi sayap. Terlihat bahwa juru taktik asal Belanda ingin memaksimalkan kecepatan yang dimiliki oleh Rashford.

Ashley Young


Posisi Asli : Winger

Posisi baru di era Van Gaal : Full-back, Wing-back, Gelandang tengah, Gelandang serang tengah, Penyerang.

Ashley Young menjadi pemain yang disebut-sebut ‘anak emas’ Van Gaal selain Fellaini. Bahkan di masa-masa awal Van Gaal menangani United, terlihat jelas bahwa Young akan menjadi andalan. Di tur pra-musim ke Amerika Serikat musim 2014/2015, Young memang bermain luar biasa. Ia menjadi kunci United memenangkan kompetisi pra-musim International Champions Cup.

Gol Young di Derby Manchester musim lalu. Kala itu ia ditempatkan sebagai penyerang tengahGol Ashley Young di Derby Manchester musim lalu. Kala itu Young ditempatkan sebagai penyerang tengah.

Young sudah banyak bermain di luar posisi aslinya. Terhitung hanya posisi bek tengah dan kiper yang belum pernah Young mainkan di bawah arahan Louis Van Gaal. Mungkin suatu hari nanti bisa saja Young bermain di posisi tersebut.

*

Angel Di Maria sempat mengungkapkan bahwa ia tidak menikmati waktunya di United. Pemain Argentina tersebut merasa bahwa setiap pekan dirinya akan bermain di posisi yang berbeda. Pernyataan Di Maria seakan mengamini bahwa Van Gaal memang sering melakukan perubahan posisi para pemainnya. Tak hanya rotasi pemain, rotasi posisi Van Gaal lakukan dengan begitu ekstrim, Heavy Rotation.

Kasus-kasus di atas sebenarnya belum menghitung perubahan dadakan yang dilakukan Van Gaal pada situasi darurat. Juga pada beberapa pemain muda yang baru diorbitkan, di mana posisinya memang masih sering berubah.

Sebenarnya sah-sah saja apabila pemain ditempatkan di bukan posisi naturalnya. Selain terkait kebutuhan tim, bisa jadi posisi baru ternyata akan memaksimalkan potensi sang pemain itu sendiri. Tetapi apabila yang terjadi tidak sesuai harapan, tentu akan menjadi sebuah kerugian.

Seperti yang sering orang bilang perbedaan antara ngaco dan jenius itu hanya setipis kertas. Jadi Louis Van Gaal itu ngaco atau memang jenius?


Sumber : manutd.com, Sky Sports, WhoScored.

Komentar