4 Hal yang Membuat Man United Kalah Telak dari Spurs

Analisis

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor at Pandit Football Indonesia, head of content at Box2Box Football, podcaster at Footballieur, writer at Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

4 Hal yang Membuat Man United Kalah Telak dari Spurs

Bermain Aman Justru kecolongan

Melawan Spurs di White Hart Lane pastinya bukan pekerjaan mudah bagi juru taktik manapun. United sudah terkenal banyak menguasai penguasaan bola, tetapi sejujurnya hal ini tidak ada pengaruhnya sama sekali untuk taktik counterpressing Pochettino.

Baca juga: Mengenal Counterpressing, Kunci Permainan Terstruktur Spurs

United hanya menciptakan empat buah peluang pada gameweek ini, atau yang terburuk bersama dengan Newcastle united juga.

Namun, hal mencengangkan ditunjukkan dengan angka kesuksesan operan mereka yang "hanya" 73%, yang menjadi angka terburuk mereka sepanjang musim ini.

Spurs sebenarnya "sebelas-dua belas" dengan United, yaitu dengan 71% operan sukses. Tetapi mereka memang lebih banyak berniat mengambil risiko dengan operan-operan berisiko di lini tengah ke lini depan, tidak seperti United yang memutar-mutar bola dari tengah ke belakang.

The Lilywhites menunjukkan gaya operan yang lebih intens dan lebih direct, namun lebih berisiko gagal. Tetapi sekalinya berhasil, operan jenis ini bisa menciptakan peluang berbahaya, seperti yang terjadi pada gol pertama Alli.

Banyak keputusan aneh dari Louis van Gaal

Van Gaal sadar harus melakukan perubahan di babak kedua. Namun, ia malah melakukan perubahan yang, cenderung, aneh.

Ia memasukkan Ashley Young menggantikan Marcus Rashford. Young baru sembuh dari cedera. Tetapi bukan itu yang ingin kami tekankan, melainkan posisi bermain Young semalam yaitu sebagai penyerang alih-alih pemain sayap.

Bermain di posisi asingnya, Young tidak bisa memberi dampak sama sekali sepanjang 45 menit babak kedua: ia tidak sekalipun menembak, membuat peluang, memenangkan dribelnya (ya pantas saja, dribel dari tengah melawan Spurs yang tengahnya penuh), menciptakan umpan silang (ini juga bisa dipahami mengingat posisinya penyerang), dan bahkan ia tidak sekalipun memainkan trik andalannya (baca: diving).

Ini adalah keanehan terbaru dari Van Gaal setelah ia sempat membuat banyak keanehan sebelumnya.

Baca juga: Keputusan-keputusan Aneh Louis van Gaal

Kemudian setelah pertandingan selesai, ia menyatakan bahwa ia memainkan Young (jangan tertipu namanya, ia sudah tidak "young" alias muda lagi, 30 tahun) sebagai penyerang, katanya, adalah agar Young bisa melakukan banyak pergerakan berlari tanpa bola.

Strategi "berlari tanpa bola" di belakang pertahanan Spurs sepertinya cara yang patut dicoba, tetapi sejujurnya Rashford dan Anthony Martial pun sudah melakukannya sepanjang babak pertama.

***

Manchester United telah kalah total dari Tottenham Hotspur. tapi satu hal yang perlu diingat, Spurs adalah kesebelasan yang paling konsisten (bersama Leicester City juga) musim ini. Jadi seharusnya kalah dari Spurs bukan lah hal yang lebih menyebelkan daripada kalah dari Sunderland atau West Bromwich Albion.

Dengan kekalahan ini, United semakin kesulitan untuk finis di empat besar. Sepertinya fans United harus mulai siap-siap mengucapkan selamat tinggal kepada Liga Champions UEFA musim depan.

Namun bagi beberapa fans garis keras United, mereka senang-senang saja mengucapkan selamat tinggal kepada Liga Champions asalkan ucapan selamat tinggal tersebut satu paket dengan selamat tinggal untuk Louis van Gaal.

Komentar