Dortmund dan Tottenham Sama-sama Tidak Peduli

Analisis

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Dortmund dan Tottenham Sama-sama Tidak Peduli

Marco Reus mencetak 2 gol ketika berhasil mengalahkan Spurs 3-0 pada leg pertama 16 besar Liga Europa. Gol tambahan lainnya dicetak oleh Pierre-Emerick Aubameyang.

Borussia Dortmund dan Tottenham Hotspur, dilihat dari penampilan mereka pada pertandingan ini, bisa sama-sama menjadi juara. Tidak sama-sama di Europa League, tentunya.

Dortmund Tidak Peduli

Mustahil Dortmund tidak sadar bahwa Tottenham menduduki peringkat kedua tabel klasemen sementara. Di Premier League yang katanya adalah liga terbaik di dunia, pula. Namun Dortmund kelihatan tidak peduli terhadap fakta tersebut. Sehebat-hebatnya Dortmund musim ini, mereka melakukan satu atau dua penyesuaian ketika berhadapan dengan lawan tangguh. Dortmund melakukannya ketika melawan Bayern München, namun tidak demikian melawan Tottenham. Dortmund bermain sebagaimana normalnya; Tottenham yang sedikit melakukan penyesuaian taktik (Mauricio Pochettino sepertinya sadar bahwa bermain menekan melawan Dortmund sehingga dalam pertandingan ini Tottenham tidak seagresif biasanya). Penyesuaian taktik yang tidak membawa hasil positif, sayangnya.

Tottenham Juga Tidak Peduli

Seperti Dortmund, Tottenham juga tidak peduli. Namun sementara Dortmund tidak peduli kepada fakta bahwa lawan yang mereka hadapi adalah tim tangguh, Tottenham tidak peduli kepada kejuaraan yang saat ini sedang mereka ikuti. Tim mana pun membutuhkan susunan pemain terbaik untuk meraih hasil maksimal melawan Dortmund, namun susunan pemain Tottenham dalam pertandingan ini terbaca “kami tidak peduli dengan Europa League karena fokus utama kami adalah tampil sebaik mungkin – dan untuk melakukannya kami membutuhkan para pemain terbaik – di Premier League, di mana kami berpeluang juara; Europa League untuk Dortmund saja.” Jika memang benar demikian, semoga sukses untuk Tottenham di Premier League. Dortmund juga memiliki peluang juara di Bundesliga. Namun tampaknya peluang mereka untuk keluar sebagai pemenang di Europa League jauh lebih besar.

Beri Jalan untuk Mereka yang Tidak Memberi Jalan

Sulit memilih satu pemain terbaik dalam pertandingan ini karena yang pantas menerimanya ada dua. Bukan Pierre-Emerick Aubameyang yang mencetak gol pembuka, bukan Marco Reus sang pencetak gol ganda; umpan-umpan kunci Gonzalo Castro menjadi awal terciptanya gol-gol Dortmund, namun bukan ia juga orangnya. Bukan ketiganya, melainkan Erik Durm dan Julian Weigl.

Durm memainkan peran hybrid fullback/gelandang sayap dalam pertandingan melawan München dan hasilnya bagus untuk Dortmund. Dalam pertandingan ini ia membawa peran hybrid-nya naik kelas: fullback/gelandang sayap/penyerang sayap dalam satu pertandingan sekaligus. Karena Durm, Dortmund dapat secara leluasa memainkan formasi 4-1-4-1, 5-3-2, 4-4-2, dan 4-3-3 sekaligus dalam satu pertandingan. Durm tidak hanya membuat Dortmund leluasa bergerak ketika menguasai bola (dan membuat Tottenham sangat kerepotan karenanya), tapi juga memberi rasa aman ketika bola tidak dalam penguasaan Dortmund. Menyerang lewat sisi kiri bukan perkara mudah bagi Tottenham.

Weigl, sementara itu, memberi perlindungan di area tengah. Kemampuannya menempatkan diri membuat Tottenham tidak melihat serangan lewat tengah sebagai opsi. Keberadaan Weigl mempermudah para pemain yang ada di belakangnya: Mats Hummels, Sven Bender, dan – tentu saja – Roman Weidenfeller. Di luar perlindungan kelas satu yang ia berikan, Weigl juga pantas menjadi pemain terbaik dalam pertandingan ini karena peran vitalnya dalam mengatur aliran bola Dortmund.

Trivia Hotspur

Tottenham langsung mengancam di awal pertandingan. Baru 37 detik pertandingan berjalan, mereka sudah melepas satu tembakan tepat sasaran. Namun hingga pertandingan berakhir, itulah satu-satunya tembakan tepat sasaran yang Tottenham lepaskan dalam pertandingan ini. Tottenham yang di Inggris sedang berada dalam puncak performa, di Jerman tak berdaya. Berikut trivia-tivia yang mengiringi kekalahan Tottenham di Westfalenstadion:

Musim ini, Tottenham baru satu kali kalah – di kejuaraan mana pun – dengan selisih gol lebih dari satu.

Baru satu tim yang berhasil mencetak tiga gol ke gawang Tottenham dalam satu pertandingan musim ini: Dortmund.

Tim terakhir yang mengalahkan Tottenham dengan tiga gol adalah Stoke City (juga 3-0), pada Mei 2015.

Mengingat pada pertandingan terbarunya sebelum ini Tottenham bermain imbang 2-2 melawan Arsenal, mereka telah kebobolan lima kali dalam dua pertandingan terakhir. Untuk pertama kalinya musim ini Tottenham kebobolan dua gol atau lebih dalam dua pertandingan berturut-turut.

Dalam delapan pertandingan tandang terakhir mereka di kejuaraan Eropa, Tottenham hanya mencetak satu clean sheet.

Komentar