Pertahanan Disiplin Bali United Imbangi Persib yang Kelelahan

Analisis

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Pertahanan Disiplin Bali United Imbangi Persib yang Kelelahan

Memiliki rekor selalu menang, Persib Bandung mengawali pertandingan melawan Bali United di Bali Island Cup (BIC) 2016, Minggu (22/02), dengan kepercayaan diri tinggi. Namun hasil akhir pertandingan justru di luar dugaan banyak pihak, skuat asuhan Indra Sjafrie berhasil menahan imbang Persib Bandung.

Kapten Persib, Atep, berhasil membuat kesebelasan berjuluk Maung Bandung tersebut unggul pasca water break babak pertama. Namun menit ke-60, bek kanan Bali United, Putu Gede Juni Antara, melepaskan sebuah tendangan keras yang menaklukan kiper Persib, I Made Wirawan, dan memaksakan skor 1-1 sebagai hasil akhir pertandingan.

Lini Belakang Bali United Bermain Disiplin

Dibandingkan pertemuan pertama di Siliwangi, Serdadu Tridatu – julukan Bali United, banyak melakukan pergantian pemain di komposisi sebelas pemain utama yang turun ke lapangan. Di posisi kiper, Diky Indrayana yang biasanya menjadi kiper utama dicadangkan dengan memberikan kesempatan pada Ngurah Arya. Sementara itu, Ganjar Mukti, Bobby Satria, Felsianus dan Putu Gede menjadi kuartet lini pertahanan yang berbeda di banding pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Terbukti komposisi baru ini berhasil meredam penyerangan Persib. Kredit khusus patut diberikan pada Ganjar Mukti, yang banyak melakukan tekel penyelamatan, termasuk saat menggagalkan peluang dari David Laly menjelang pertandingan berakhir. Ia juga menempel ketat Tantan, sehingga penyerang Persib tersebut tidak bisa bebas bergerak.

Strategi bertahan yang sedikit berbeda juga diperagakan empat pemain belakang Bali United. Mengawali pertandingan dengan empat pemain belakang sejajar, ketika diserang oleh lawan yang terjadi justru Bobby Satria akan bermain lebih belakang dan bertindak sebagai sweeper, hal ini membuat pertahanan Bali United menjadi berlapis.

Persib yang Kelelahan

Sejak peluit tanda pertandingan di mulai berbunyi, ada perbedaan yang ditujukan oleh Persib Bandung. Biasanya skuat asuhan Dejan Antonic ini akan langsung menekan lawan bahkan sejak menit pertama pertandingan. Tapi pada laga kemarin yang terjadi tidak seperti biasanya.

Ada beberapa momen para pemain Persib kemudian memilih untuk menunggu lawan dibanding harus menekan. Rentang waktu pertandingan pertama ke pertandingan kedua pada turnamen BIC yang berjarak tiga hari ini tak mampu diatasi dengan baik sehingga para pemain Persib cukup kelelahan pada laga ini.

Paling mencolok adalah dua pemain baru, Rahmad Hidayat dan Samsul Arief, yang tampil berbeda. Rahmad Hidayat jadi terlalu banyak berlari dan menggiring bola dibandingkan pada partai-partai sebelumnya untuk menutupi pemain yang terlambat naik. Sementara itu Samsul Arief yang bermain baik pada pertandingan pertama melawan PSS Sleman, justru tampil melempem pada pertandingan kali ini. Samsul tidak sekesplosif biasanya dan lebih banyak menunggu bola di depan.

***

Meski Persib bermain tak lebih baik, kans untuk Persib menjuarai turnamen ini tetap terbuka. Karena pada akhirnya gelar juara BIC hanya akan ditentukan oleh laga antara Persib berhadapan dengan Arema, yang sudah jauh-jauh hari difavoritkan sebagai juara bahkan sebelum turnamen dimulai.

Jika Persib mengalahkan Arema, Persibakan mengungguli Arema dengan raihan tujuh poin. Arema sendiri saat ini berada di puncak klasemen dengan torehan enam poin. Persib berada di peringkat dua dengan empat poin.

Tapi bisa jadi juga jika  sebenarnya Dejan tak mau habis-habisan pada laga ini. Mungkin, sekali lagi mungkin, ia lebih menyiapkan anak asuhnya untuk habis-habisan pada pertandingan terakhir saat menghadapi Arema yang bisa disebut sebagai laga final.

Komentar