4 Hal dari Kemenangan Besar Arema atas PSS Sleman

Analisis

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

4 Hal dari Kemenangan Besar Arema atas PSS Sleman

Hari kedua turnamen Bali Island Cup (BIC) 2016, mempertemukan Arema Cronus  berhadapan dengan PSS Sleman. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (21/02) siang, Arema berhasil memenangkan pertandingan dengan skor telak 5-2.

Penyerang gaek Christian Gonzales menjadi bintang pada pertandingan tersebut dengan berhasil mencetak hat-trick. Dua gol Arema lain disarankan oleh Srdjan Lopicic, Antonio Putro Nugroho, sementara itu PSS Sleman hanya mampu membalas dua melalui gol dari Busari dan Candra.

Penumpukan Pemain di Area Pertahanan PSS Sempat Sulitkan Arema

Kemasukan empat gol dipertandingan pertama melawan Persib Bandung membuat PSS lebih berhati-hati dalam memulai pertandingan. Tim berjuluk Elang Super Jawa ini memilih untuk menumpuk banyak pemain di area pertahanan mereka, strategi ini sempat membuat serangan Arema terhambat di babak pertama.

PSS menumpuk pemain mereka di kotak penalti, namun tidak menerapkan penjagaan yang ketat. Dalam gambar, setidaknya ada tiga pemain Arema (dilingkari merah) berada dalam posisi bebas.
PSS menumpuk pemain mereka di kotak penalti, namun tidak menerapkan penjagaan yang ketat. Dalam gambar, setidaknya ada tiga pemain Arema (dilingkari merah) berada dalam posisi bebas.

Apabila diperhatikan kembali, meskipun para PSS menumpuk para pemain di kotak penalti, mereka tidak melakukan penjagaan yang ketat kepada para pemain Arema. Karena hal tersebut, kemudian skuat asuhan Milomir Selsja tetap bisa melepaskan tendangan ke arah gawang kiper Ali Barkah.

EL Loco Luar Biasa

Laga ini juga memunculkan sebuah pertanyaan besar, sampai usia berapakah Christian Gonzales akan terus bermain? Pasalnya dengan usianya yang akan mencapai 40 pada tahun 2016 ini, Gonzales masih saja bisa diandalkan dan menjadi tumpuan serangan Arema.

Gol kedua Gonzales, alih-alih menyundul bola ke arah yang mudah. Ia justru menempatkan bola ke tiang jauh
Gol kedua Gonzales, alih-alih menyundul bola ke arah yang mudah. Ia justru menempatkan bola ke tiang jauh

Hat-trick yang diciptakannya pada pertandingan kali ini juga membuktikan kualitas dari pemain naturalisasi asal Uruguay ini. Setelah melakukan penempatan posisi yang sangat bagus pada gol pertamanya, gol kedua penyerang berjuluk El Loco ini semakin membuktikan kelas yang dimiliki oleh Gonzales, alih-alih mengarahkan bola dengan cara yang mudah, Gonzales justru menempatkan bola ke arah yang sulit yaitu tiang jauh. Gol ketiganya juga semakin melengkapi hat-trick sempurna El Loco dimana pada pertandingan kali ini ia berhasil mencetak gol melalui kepala dan kedua kakinya.

Arema Banyak Membuang Peluang

Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, di mana Arema tidak bermain agresif. Dalam pertandingan kali ini, tim berjuluk Singo Edan ini kembali memperagakan permainan yang lebih menyerang. Pada babak pertama saja, Arema berhasil melepaskan 10 tendangan, belum termasuk dua percobaan Gonzales dan Hamka Hamzah yang golnya dianulir oleh wasit.

Dalam 15 menit pertama pertandingan berlangsung Gonzales bahkan berhasil membuat tiga tendangan ke gawang PSS. Salah satu peluang emas Arema yang tidak menjadi gol tentunya adalah yang terjadi di babak pertama, saat sepakan Dendi Santoso hanya menyamping padahal ia sudah berada dalam posisi ideal untuk menembak bola.

Hendro Siswanto bukan Ahmad Bustomi

Cederanya Ahmad Bustomi bisa jadi pangkal masalah Arema dalam melakukan serangan. Terlihat pada partai perdana melawan Bali United, Arema seakan kesulitan membuat peluang. Hendro Siswanto yang diplot menggantikan Bustomi masih belum sesuai untuk menjalankan peran yang serupa dengan seniornya tersebut. Piawai membangun serangan dari lini belakang, Hendro bukanlah tipe gelandang yang bisa mengoper ke depan.

Beruntung Arema mendatangkan Srdjan Lopicic, gelandang asal Serbia itu mampu menjadi dirigen permainan Singo Edan. Dan dalam pertandingan kali ini Lopicic menjalankan tugasnya dengan baik, ia memberikan operan untuk lini serang Arema. Dua assist dan satu gol melengkapi peforma luar biasa Lopicic pada pertandingan kali ini.

***

Memenangkan pertandingan kedua, peluang Arema untuk kembali menjadi juara turnamen terbuka lebar. Namun dengan lawan yang nanti akan dihadapi adalah Persib Bandung, maka keinginan untuk kembali membawa pulang trofi BIC 2016 tidak akan berjalan dengan mudah. Arema  harus lebih maksimal dalam memanfaatkan peluang, karena tentunya akan sangat menyakitkan apabila tidak berhasil menjadi juara karena kalah selisih gol.

Foto : aremafc.com, youtube.com/netmediatama

Komentar