Empat Hal Kunci Semen Padang Menangkan Laga di Stadion Haji Agus Salim

Analisis

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Empat Hal Kunci Semen Padang Menangkan Laga di Stadion Haji Agus Salim

Setelah bermain imbang dengan agregat 2-2 pada waktu normal dan pertandingan mesti dilanjutkan melalui babak adu penalti, Semen Padang berhasil memenangkan laga sulit melawan Pusamania Borneo FC dalam putaran kedua Piala Jenderal Sudirman yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang Sabtu (16/01). Babak adu penalti sendiri berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Semen Padang.

"Kabau Sirah" – julukan Semen Padang berhasil memenangkan duel adu tendangan penalti setelah kiper Jandia Eka Putra berhasil menggagalkan eksekusi dari Ponaryo Astaman dan Jajang Mulyana. Dengan hasil ini skuat asuhan Nil Maizar berhak melaju ke partai puncak yang akan digelar pada 24 Januari nanti.

Berikut empat hal yang menjadi kunci Kabau Sirah membalikan keadaan sekaligus melaju ke partai final:

Menyerang dari Sisi Kanan

Sejak peluit babak kedua dibunyikan, "Kabau Sirah" terus menggempur pertahanan PBFC melalui sisi kanan penyerangan. Hal ini disebabkan oleh strategi defensif yang diusung tim tamu dengan menumpuk banyak pemain di area tengah, terutama setelah kedua tim bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama. Ade Jantra, Ponaryo Astaman dan Srdjan Lopicic selalu berdiri tepat di depan empat pemain belakang PBFC.

Terlebih kebiasaan dari bek kiri Rizky Pora yang naik ikut membantu serangan, membuat celah di lini pertahanan PBFC. Ruang kosong tersebut bisa dimanfaatkan oleh tim tuan rumah, berkali-kali Hendra Adi Bayaw menyisir pertahanan tim tamu melalui area yang ditinggalkan Rizky. Bahkan dalam beberapa kesempatan gelandang Yoo Hyon Ko dan penyerang James Koko Lomell ikut bergerak melebar ke sisi kanan.

Pergerakan James Koko Lomell

Bisa jadi legiun asing asal Liberia ini adalah pahlwan Semen Padang ketika pertandingan masih berjalan di waktu normal. Meskipun tidak mencetak gol, James membuat pergerakan-pergerakan yang menyulitkan dan memecah lini pertahanan PBFC.

James Koko (99) turun ke belakang untuk menjemput bola
James Koko  turun ke belakang untuk menjemput bola

Ditempatkan sebagai penyerang oleh pelatih Nil Maizar, James justru sangat aktif bergerak, tidak hanya terpaku di depan saja. Mantan pemain Gresik United ini turun jauh hingga ke area tengah lapangan, tujuannya adalah bukan hanya untuk membantu membangun serangan, tetapi juga agar para pemain yang mengawalnya terpancing dan meninggalkan posnya di area bertahan.

Skema penyerangan Semen Padang setelah James Koko melakukan pergerakan melebar
Skema penyerangan Semen Padang setelah James Koko melakukan pergerakan melebar

Dalam kesempatan lain, James juga bergerak melebar ke sisi kanan. Hal ini akan memudahkan Hendra Bayauw untuk melakukan gerakan memotong masuk ke kotak penalti PBFC. Atau dalam situasi lain, pergerakan melebar James membuat gelandang Rudi bisa bergerak masuk ke jantung pertahanan tim lawan, memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan pemain PBFC. Seperti yang terjadi saat Rudi mencetak gol kedua Semen Padang yang sekaligus membuat agregat menjadi 2-2.

Semen Padang Manfaatkan Set Piece

Menghadapi strategi defensif Semen Padang, selain memaksimalkan pergerakan James Koko Lomell. "Kabau Sirah" juga memanfaatkan situasi bola mati untuk membongkar pertahanan tim tamu, apalagi dalam pertandingan lalu mereka berada posisi tertinggal dan harus mencetak banyak gol

Hendra Bayaw berkali-kali dilanggar PBFC. Mayoritas di antaranya terjadi di area pertahanan tim tamu. Situasi ini dimanfaatkan oleh pemain-pemain Semen Padang untuk membuat peluang. Gol pertama yang dicetak oleh Yu Hyun Koo pun berasal dari situasi tendangan bebas.

Peforma gemilang Rudi

Selain James Koko Lomell ada pemain lain yang tampil cemerlang. Gelandang bertahan Rudi patut diapresiasi penampilannya sepanjang laga. Setelah memberi assist untuk gol pertama Kabau Sirah, gelandang berusia 28 tahun ini kemudian mencetak gol kedua sekaligus membuat agregat menjadi 2-2.

Tidak hanya itu, Rudi juga berhasil meredam pergerakan Srdjan Lopicic, yang membuat gelandang asal Montenegro tersebut kesulitan untuk mengembangkan permainan. Tampilnya Rudi akibat dari Vendry Mofu yang tidak tampil pada laga ini karena hukuman kartu merah di pertandingan sebelumnya.

Peforma gemilang ini menjadi yang kedua untuk Rudi setelah dirinya bermain luar biasa ketika Semen Padang berhasil menghempaskan sensasi turnamen PS TNI di babak delapan besar. Tentunya dengan ini Rudi patut dipertimbangkan oleh Nil Maizar untuk skuatnya yang akan berlaga di partai final.

Komentar