Cara Watford Sulitkan Manchester City

Analisis

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Cara Watford Sulitkan Manchester City

Manchester City berhasil mencuri kemenangan di Vincarage Road, kandang Watford pada Sabtu malam kemarin (3/1). Dua gol kemenangan sisi biru kota Manchester tersebut dicetak oleh Yaya Toure dan Sergio Aguero pada 10 menit jelang bubaran.

Sepanjang laga, Watford sebenarnya berhasil merepotkan lini pertahanan City. Bahkan City harus tertinggal terlebih dahulu setelah Aleksandar Kolarov tidak sempurna mengantisipasi sepak pojok Ben Watson sehingga bola meluncur masuk ke gawangnya sendiri.

Kedua Tim Dominan di Sayap Kanan.

Memulai laga dengan formasi 4-4-2, The Hornets – julukan Watford, banyak melakukan serangan melalui sisi kanan. Kombinasi pergerakan Ighalo dan gelandang Almen Abdi diandalkan untuk membongkar pertahanan lawan.

Perubahan Formasi Watford Ketika Melakukan Kombinasi Serangan
Perubahan Formasi Watford Ketika Melakukan Kombinasi Serangan

Odion Ighalo yang sudah mencetak 14 gol di Liga Primer ini bergerak sedikit turun ke belakang. Tujuannya bukan saja untuk mengambil bola dan turut berpartisipasi dalam build-up serangan, tetapi juga hal ini akan memancing para pemain bertahan yang mengawalnya untuk terus membuntuti Ighalo hingga ke tengah lapangan. Pergerakan tersebut akan meninggalkan celah dan membuka ruang bagi pemain lain untuk merangsek masuk ke jantung pertahanan lawan.

Gelandang asal Swiss, Almen Abdi yang pada pertandingan kali ini ditempatkan sebagai gelandang kanan bergerak masuk ke pertahanan lawan memanfaatkan celah yang ditinggalkan akibat para pemain belakang City perhatiannya teralihkan oleh pergerakan Ighalo.

Watford Dominan di Sektor Kanan Terlihat Dari Jumlah Crossing Yang Di buat lebih banyak berasal dari sektor tersebut
Watford Dominan di Sektor Kanan Terlihat Dari Jumlah Crossing Yang Di buat lebih banyak berasal dari sektor tersebut

Kombinasi ini benar-benar memaksa lini pertahanan City untuk berkerja keras sepanjang pertandingan, terutama Aleksandar Kolarov yang ditempatkan di posisi bek kiri. Pada paruh pertama, Kolarov beberapa kali terlihat kesulitan untuk menjaga daerahnya dan menghentikan serangan lawan.

Apalagi ketika bek kanan Watford melakukan overlap, Kolarov menjadi kebingungan harus menjaga siapa antara Almen Abdi atau Alain Nyom yang naik membantu penyerangan. Bahkan akibat kondisi seperti ini, dalam beberapa kesempatan para penyerang sayap City harus turun jauh untuk ikut membantu pertahanan.

Sementara itu tim tamu Manchester City juga sama-sama mengandalkan penyerangan melalui sektor sayap kanan. Apabila Watford mengandalkan kombinasi antara Odion Ighalo dan Almen Abdi, The Citizens memanfaatkan pergerakan David Silva dan Kevin De Bruyne yang menjadi motor serangan tim.

Perubahan Skema Manchester City
Perubahan Skema Manchester City

Dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Watford, jelas kombinasi pergerakan City terlihat lebih textbook. Silva yang berposisi sebagai gelandang serang akan bermain melebar, sementara De Bruyne yang berada di sisi sayap akan merangsek masuk ke area tengah.

Kondisi ini akan memungkinkan Silva untuk mengirimkan umpan matang ke area kotak penalti lawan, di mana Aguero sudah bersiap menerima sodoran tersebut. Dan De Bruyne yang bergerak dari sisi sayap ke area tengah membuat dimensi serangan menjadi lebih variatif. Kombinasi ini terus terjadi meskipun De Bruyne dan Raheem Sterling saling berpindah posisi. Dan tetap dilakukan ketika Sterling akhirnya digantikan oleh Jesus Navas di pertengahan babak kedua. Gol kemenangan City yang dicetak oleh Aguero juga bermula dari umpan yang dikirim dari sisi kanan penyerangan.

Grafis Yang Menggambarkan City Lebih Dominan Menyerang Melalui Sektor Kanan
Grafis Yang Menggambarkan City Lebih Dominan Menyerang Melalui Sektor Kanan

Namun pergerakan ini sempat menemui jalan buntu, salah satu penyebabnya adalah penampilan tidak maksimal yang ditunjukan oleh Kevin De Bruyne dan Raheem Sterling. Kedua bintang muda ini seakan tidak mampu berbuat banyak pada pertandingan ini.

Dari enam umpan lambung yang dilepaskan De Bruyne, hanya dua yang menemui sasaran, sementara Sterling lebih buruk lagi, mantan pemain Liverpool tersebut tidak berhasil membuat satupun umpan dalam laga tersebut, hal tersebut jugalah yang membuat akhirnya Pellegrini memutuskan untuk memasukan Navas menggantikan Sterling.

Hampir Seluruh Pemain Watford Berada di Area Sendiri Ketika Diserang
Hampir Seluruh Pemain Watford Berada di Area Sendiri Ketika Diserang

Di sisi lain Watford juga yang bertahan dengan rapat. Ketika menerima serangan, hampir seluruh pemain Watford ada di daerah pertahananya sendiri. Penumpukan ini menyulitkan para pemain City untuk menyalurkan bola kepada Sergio Aguero. Hampir Seluruh Pemain Watford Berada di Daerahnya Sendiri Ketika Di serang

City Berhasil Memanfaatkan Kelengahan Watford

Ketinggalan satu gol  dan terus kesulitan untuk membongkar pertahanan lawan, Manuel Pellegrini membuat sebuah perjudian besar. Dirinya mengganti Eliaquim Mangala dan memasukan Wilfred Bony yang berposisi sebagai penyerang untuk menambah daya serang tim. Kemudian untuk mengisi pos yang ditinggalkan oleh Mangala, Pellegrini mengisntruksikan gelandang bertahan Fernandinho untuk turun ke posisi bek tengah.

Namun nyatanya hal ini belum juga menemui hasil yang diinginkan, pertahanan The Hornets masih sulit untuk ditembus oleh lini serang City. Bahkan hingga pertandingan memasuki sepuluh menit menjelang bubaran, Yaya Toure dan kawan-kawan masih berada dalam posisi tertinggal.

Laga tinggal menyisakan sisa waktu sekitar 10 menit, Watford mulai mengendurkan penjagaan mereka. Hal disebabkan oleh mereka mungkin sudah merasa akan memenangkan pertandingan. Terlihat dari keputusan manajer Quique Flores untuk menarik gelandang bertahan Ben Watson, yang berhasil meredam pergerakan Yaya Toure sepanjang pertandingan.

Kelengahan tersebut akhirnya berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh City. Mereka berhasil membuat dua gol yang dicetak hanya dalam kurun waktu dua menit.

***

Manchester City sempat kesulitan namun akhirnya berhasil memenangkan pertandingan sekaligus terus menjaga asa dalam persaingan memperebutkan gelar juara Liga Inggris. Masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diperhatikan oleh City apabila memang serius ingin mengakhiri musim dengan status sebagai kampiun.

Sergio Aguero ylangsung memberikan ledakan dengan mencetak gol kemenangan tim. Namum Gol yang bersarang ke gawang Joe Hart pada pertandingan kali ini juga sangat menggambarkan ketergantungan City akan sosok Vincent Kompany. Tidak ada pemimpin di lini belakang, absennnya bek asal Belgia tersebut terasa sekali.  Seharusnya baik Otamendi ataupun Mangala mampu menjalankan peran komando di lini pertahanan, mengingat usia Kompany pun tidak lagi muda.

Hasil pertandingan ini sendiri seharusnya menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk Watford dalam menyongsong pertandingan-pertandingan berikutnya. Sejak berhasil menghajar Liverpool pada akhir tahun lalu, The Hornets belum lagi meraih satupun kemenangan. Dan dalam kekalahan-kekalahan yang diterima, ada fakta bahwa mereka selalu kemasukan di menit-menit akhir pertandingan.

Komentar