Preview Piala Jenderal Sudirman: Persija Jakarta vs Semen Padang

Analisis

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Preview Piala Jenderal Sudirman: Persija Jakarta vs Semen Padang

Persija Jakarta mau tidak mau harus memenangkan pertandingan terakhir mereka di babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman 2015, agar bisa memastikan diri melaju ke babak semifinal. Sembari berharap di partai lain, Mitra Kukar kalah atau minimal ditahan imbang oleh PS TNI.

Macan Kemayoran – julukan Persija, dipastikan bertanding tanpa kapten mereka, Ismed Sofyan yang menerima kartu merah pada pertandingan sebelumnya, ketika berhadapan dengan PS TNI. Sebagai pengganti pemain asal Aceh tersebut, pelatih Banur- sapaan akrab pelatih Bambang Nurdiansyah, kemungkinan akan memasang Novri Setiawan atau dengan kemungkinan lain, yaitu memutasikan Syahroni ke posisi bek kanan.

Persija masih akan mengandalkan kecepatan sayap-sayap mereka untuk membongkar pertahanan lawan. Aldi Al Cahya dan Dedi Hartono akan menyisir pertahanan lawan lalu kemudian mereka akan mengirimkan umpan matang kepada penyerang asing asal Kamerun, Pacho Kengmone.

Atau coach Banur bisa saja menerapkan skema lain yaitu dengan mengandalkan para pemain cepat Persija sebagai ujung tombak. Seperti yang dilakukannya di partai terakhir melawan PS TNI, dimana Banur memasang Aldi dan Lestaluhu bersaudara sebagai trisula penyerangan.

Meskipun demikian, sisi kanan pertahanan Macan Kemayoran masih menjadi sorotan. Tiga gol yang bersarang di babak penyisihan, semuanya berasal dari sisi pertahanan tersebut. Bahkan pada pertandingan terakhir melawan PS TNI, sisi kanan pertahanan selalu bisa membuat Erwin Ramdhani berkreasi, walaupun pada akhirnya umpan Erwin berhasil diblok atau tidak menemui sasaran.

Kerapuhan ini bukan saja disebabkan oleh perubahan formasi Persija ketika bertahan maupun menyerang. Tetapi juga disebabkan oleh semakin bertambahnya usia Ismed, dimana dirinya tidak secepat dulu lagi, ditambah hijrahnya Syahirzal ke Mitra Kukar, membuat Persija tidak memiliki bek kanan berpengalaman. Apalagi Novri yang biasanya menggantikan Ismed di posisi tersebut, sejatinya memiliki posisi natural sebagai gelandang.

Hal ini tentunya berbahaya, karena sang lawan Semen Padang memiliki Nur Iskandar dan Irsyad Maulana. Keduanya yang ditempatkan di sisi kiri oleh pelatih Nil Maizar, selalu melakukan kombinasi serangan yang membahayakan pertahanan lawan.

Ilustrasi Perubahan Skema Penyerangan Semen Padang
Ilustrasi Perubahan Skema Penyerangan Semen Padang

Nur Iskandar yang berposisi sebagai penyerang biasanya akan bermain lebih melebar. Pergerakan ini akan membuka ruang untuk Irsyad Maulana yang ada di sisi sayap untuk melakukan gerakan memotong masuk ke pertahanan lawan.

Hasil dari pergerakan ini memungkinkan Kabau Sirah – julukan Semen Padang memiliki dimensi serangan yang lebih variatif. Irsyad bisa saja langsung melakukan tembakan dari jarak jauh seperti yang dilakukannya ketika berhadapan dengan Persipura Jayapura, atau dirinya akan memberikan bola ke rekan-rekan lain yang posisinya lebih bebas.

Jangan lupakan juga nama Hendra Adi Bayaw. Pemain yang sudah membela Semen Padang sejak 2012 ini berperan penting ketika tim melakukan serangan balik. Dengan kecepatannya Hendra akan menggiring bola dan menyisir pertahanan lawan.

Apalagi Semen Padang termasuk tim yang yang bertahan dengan rapat, sepanjang turnamen gawang Jandia Eka Putra baru kemasukan empat kali. Catatan ini membuat Semen Padang menyamai Arema Cronus sebagai tim yang paling sedikit kemasukan gol.

Dengan keharusan Persija untuk memenangkan pertandingan, dan Semen Padang yang meskipun dalam posisi aman tapi bisa saja terperosok karena apabila kalah dalam pertandingan ini, tiga tim teratas akan memiliki poin sama. Dan tim yang lolos ditentukan melalui head to head, maka laga nanti dipastikan akan berjalan menarik.

Komentar