Ketika Chicharito Murka....

Analisis

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Ketika Chicharito Murka....

Ada kejadian menarik saat Bayer Leverkusen menghadapi Barcelona di pertandingan terakhir Grup E Liga Champions dini hari (10/12) tadi. Penyerang Leverkusen, Javier ‘Chicharito’ Hernadez terlihat beradu argumen dengan rekan setimnya Karim Bellarabi.

Reaksi Chicharito ini ditenggarai penyebabnya adalah Bellarabi tidak memberikan bola kepadanya dalam sebuah serangan di menit-menit akhir. Gelandang asal Jerman tersebut memilih untuk menyelesaikan peluang gol tersebut sendirian, padahal saat itu Chicharito dalam posisi yang lebih bebas.

Pertandingan sedang dalam kondisi imbang 1-1, Sementara Die Bayer – julukan Leverkusen- sangat membutuhkan tiga poin agar bisa melenggang ke babak 16 besar. Maka ketika sebuah peluang yang sebenarnya bisa saja dikonversi menjadi gol kemenangan, reaksi yang ditunjukan Chicharito rasanya menjadi sangat wajar.

Sebenarnya bukan insiden yang terjadi menjelang bubaran itu saja yang membuat Chicharito gusar. Bellarabi menunjukan peforma minor sepanjang pertandingan dengan terlalu banyak terlalu banyak membuang peluang.

Seluruh Tembakan Bellarabi Pada Pertandingan Kemarin
Seluruh tembakan Bellaribi pada laga melawan Barcelona

Dari tujuh tembakan yang dilepaskan pemain berdarah Maroko ini, hanya tiga yang menemui sasaran, sementara sisanya melenceng atau berhasil diblok oleh pertahanan lawan. Termasuk peluang emas pada menit 60 yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol.

Sementara Chicharito, dari empat tembakan yang dilepaskan dua berhasil menemui sasaran. Dan seperti yang kita tahu satu tembakan pada menit ke-23 berhasil menjadi gol penyeimbang untuk Leverkusen.

Seluruh Tembakan yang Dilepaskan Chicharito, Satu Diantaranya Berbuah Gol
Seluruh Tembakan yang Dilepaskan Chicharito, Satu Diantaranya Berbuah Gol

Bukan hanya dari penyelesaian akhir,  Bellarabi yang ditugaskan pelatih untuk menopang Chicharito di lini serang, justru operan-operannya sering tidak tepat sasaran, terutama di sepertiga akhir lapangan, yang seharusnya bisa menjadi peluang gol. Empat operan gagalnya di kotak penalti lawan, menunjukan bahwa pemilik nomer punggung 38 ini seharusnya bisa bermain lebih efektif lagi.

Operan Tidak Tepat Sasaran Bellarabi
Operan Tidak Tepat Sasaran Bellarabi

Di sisi lain, salah satu faktor hasil imbang yang terjadi di Bay Arena kemarin adalah sigapnya penampilan kiper Marc Andre Ter-Stegen dalam mengawal gawang Barcelona. Dirinya berhasil mengamankan sembilan dari 26 tembakan yang mengarah ke gawangnya. Banyaknya serangan yang tercipta ke gawang Barca terjadi karena Barca tak menurunkan kompisisi pemain terbaiknya.

Los Cules – julukan Barcelona, pada pertandingan dini hari tadi lebih banyak menurunkan pemain muda. Bahkan di tengah pertandingan, pelatih Barca, Luis Enrique, Jordi Alba digantikan Camara Mesa, di mana laga ini menjadi laga pertama Mesa bersama tim senior Barca sepanjang kariernya.

Sepertinya jarang sekali kita melihat Chicharito bisa bereaksi sedemikian rupa. Penyerang Meksiko tersebut terlihat sangat frustasi. Untungnya wasit sempat melerai keduanya, sebelum fraksi antar keduanya berujung brutal seperti yang terjadi antara Kieron Dyer dan Lee Bowyer di Newcastle beberapa tahun lalu.

Foto : Skysports, Squawka

Komentar