Menghancurkan Arsenal dengan Bermain Melebar Tanpa Bek Sayap

Analisis

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Menghancurkan Arsenal dengan Bermain Melebar Tanpa Bek Sayap

Bayern München membalas kekalahan 0-2 dari Arsenal pada matchday 3 lewat kemenangan meyakinkan 5-1 di matchday 4. Satu gol Olivier Giroud di menit ke-69 bukan tandingan masing-masing satu gol dari Robert Lewandowski (10’), David Alaba (44’), dan Arjen Robben (55’), serta dua gol Thomas Müller (29’, 89’).

Dengan kemenangan terbarunya Bayern kini sudah mengumpulkan sembilan poin. Jumlah tersebut sama banyak dengan Olympiakos. Arsenal, sementara itu, berada dalam situasi sulit. Mereka akan tersingkir jika tidak memenangi dua pertandingan tersisa. Dan menang pun bisa saja tidak berarti apa-apa jika Bayern atau Olympiakos mendapat tambahan satu angka saja.

Josep Guardiola, pelatih kepala Bayern München, sedikit mengubah susunan sebelas pemain pertamanya. Ada beberapa pemain yang menjadi starter di matchday 3 namun tidak bermain sejak menit pertama (atau tidak bermain sama sekali) pada pertandingan semalam.

Juan Bernat yang mengisi pos bek sayap kiri di matchday 3 tidak bermain semalam. Ia masih menderita cedera sehingga berhalangan tampil. Namun andai tidak cedera pun, tampaknya Bernat akan tetap diparkir karena posisinya akan dipercayakan pada David Alaba (yang pada matchday 3 bermain sebagai bek tengah bersama Jérôme Boateng) untuk kebutuhan taktik. Tidak seperti Bernat, Alaba dapat bermain sebagai gelandang. Sebagai pengganti Alaba di posisi bek tengah, Guardiola memainkan Javi Martínez.

Sementara Alaba digeser mendekat ke garis tepi, Thomas Müller digeser menjauh dan menggantikan posisi Arturo Vidal. Douglas Costa yang bermain di sisi kiri serangan Bayern pada matchday 3, dimainkan di sayap kanan pada pertandingan semalam. Kingsley Coman meggantikan posisi Costa sebagai penyerang sayap kiri.

Susunan pemain Bayern vs Arsenal
Susunan pemain Bayern vs Arsenal

Susunan pemain Arsenal di matchday 4 juga sedikit berbeda dengan susunan pemain di matchday 3. Mathieu Debuchy bermain sebagai bek sayap kanan menggantikan Héctor Bellerín yang cedera. Begitu juga dengan Joel Campbell yang menggantikan Aaron Ramsey dan Olivier Giroud yang menggantikan Theo Walcott. Laurent Koscielny tidak cedera namun ia tidak bermain sebagai starter. Sebagai gantinya, Gabriel Paulista dipasangkan dengan Per Mertesacker.

Keberhasilan Bayern Mengeksploitasi Sisi Sayap Arsenal

Arsenal yang bermain sempit dengan dua lapis pertahanan (hanya Olivier Giroud yang tidak terlibat langsung di sini; ia menunggu di depan untuk menjadi penerima dan penahan bola ketika Arsenal melancarkan serangan balik) terkurung oleh positioning dan penguasaan bola Bayern München. Arsenal bermain sempit namun dua lapis pertahanan mereka tidak cukup rapat. Para pemain Bayern mengisi celah-celah yang ada untuk menerima umpan dari segala arah, terutama dari area sayap yang sepenuhnya dikuasai Bayern.

Di mana Coman dan Costa menerima umpan-umpan yang diarahkan kepada mereka.
Di mana Coman dan Costa menerima umpan-umpan yang diarahkan kepada mereka.

Bukan tanpa alasan Josep Guardiola mengganti Juan Bernat dengan David Alaba dan Arturo Vidal dengan Thomas Müller serta memainkan Javi Martínez dan Kingsley Coman. Guardiola memainkan sekaligus tiga pemain sayap (Coman, Müller, dan Douglas Costa) untuk bermain selebar mungkin dan untuk menguasai area sayap setinggi mungkin.

Guardiola juga memainkan Alaba serta Philipp Lahm karena keduanya mampu bermain sebagai gelandang. Alaba dan Lahm berubah fungsi menjadi gelandang serang ketika Bayern menguasai bola di area permainan Arsenal. Memasangkan Javi Martínez bersama dengan Jérôme Boateng sebagai duet bek tengah juga memastikan setiap barisan pemain Bayern memiliki pemain-pemain yang kompeten menjaga penguasaan bola.

Bukti dominasi Bayern atas Arsenal
Bukti dominasi Bayern atas Arsenal

Pemilihan dan penempatan pemain Guardiola juga terbukti ampuh untuk meredam serangan balik Arsenal, kunci kemenangan Arsenal di matchday 3. Guardiola meninggalkan serangan sayap menggunakan bek sayap yang (pada matchday 3) terbukti tidak cukup ampuh untuk menggempur Arsenal dan membuat Bayern lemah terhadap serangan balik. Bermain melebar dengan memaksimalkan penyerang sayap menjaga area permainan Bayern tetap luas tanpa meninggalkan lubang di pertahanan.

Gol pertama Bayern München adalah kombinasi dari empat hal: permainan melebar Kingsley Coman (penyerang sayap Bayern), sokongan Thiago Alcântara dari tengah, masuknya Robert Lewandowski ke kotak penalti Arsenal walau ia tidak memiliki banyak ruang di area yang padat itu, dan kesalahan perhitungan Gabriel Paulista.

Coman yang menarik Mathieu Debuchy dan Joel Campbell mengumpan kepada Thiago yang berada di depan kotak penalti Arsenal. Thiago menjadikan Lewandowski sebagai tujuan umpan lambung. Gabriel, yang berada paling dekat dengan Lewandowski, menarik diri untuk menempatkan Lewandowski dalam posisi offside. Perhitungan Gabriel salah.

Pada proses gol kedua sangat terlihat bagaimana area permainan Bayern lebar dan permainan Arsenal sempit. Douglas Costa bergerak masuk ke arah dalam dari sisi kanan serangan Bayern untuk memberi ruang kepada Lahm. Dari sayap kanan Lahm melepas umpan silang dengan Coman, yang berada di tiang jauh, sebagai tujuan. Pertahanan Arsenal begitu sempit sehingga Coman, yang berada di kotak penalti saja, menjadi pemain terjauh dari Lahm. Tendangan Coman tidak sempurna namun tidak jauh darinya ada Müller yang sigap menyambar bola liar tanpa gangguan berarti dari para pemain Arsenal.

Gol ketiga menggarisbawahi tepatnya keputusan Guardiola mendorong Alaba dan Lahm menjadi gelandang serang. Pada proses gol yang sama terlihat rendahnya semangat juang pemain Arsenal. Santi Cazorla yang kalah dan terjatuh dalam perebutan bola dengan Alaba tidak langsung bangkit, melainkan mempertanyakan keputusan wasit, sementara Alaba menguasai bola. Terbebas dari lawannya, Alaba memiliki cukup waktu untuk menendang bola ke sudut kiri atas gawang Arsenal sebelum Francis Coquelin dan Gabriel menutup ruang tembaknya.

Costa pindah ke sayap kiri pada babak kedua. Seperti Lahm yang menemukan ruang berkat pergerakan Costa dalam proses gol kedua, Alaba sangat terbantu pergerakan Costa ketika mencetak assist untuk gol keempat Bayern. Pergerakan Costa menarik Debuchy dan Campbell sehingga membebaskan Alaba yang berlari ke dan menerima bola di dalam kotak penalti Arsenal. Alaba kemudian melepas sebuah umpan cut-back dan Arjen Robben, yang tak terkawal di dalam kotak penalti Arsenal, memanfaatkan umpan tersebut untuk mencetak gol kurang dari satu menit sejak masuk menggantikan Coman.

Bayern mencetak gol kelimanya dari serangan balik. Momen kunci dalam proses terciptanya gol ini bukan ketika Costa melewati tiga pemain Arsenal sekaligus atau ketika Müller menerima umpan Costa dalam posisi bebas namun belum dalam posisi offside. Momen kunci dalam gol ini adalah ketika Mesut Özil melepaskan perhatiannya dari bola. Dari gerakan tubuhnya (tangan terbuka, wajah menghadap langit) terlihat Özil merasa kecewa terhadap serangan Arsenal yang gagal. Pada saat itu ia melepaskan perhatian dari bola yang masih aktif dalam permainan. Kegagalan Özil, yang saat itu berada di depan kotak penalti Bayern, untuk bereaksi terhadap bola liar yang mengarah kepadanya membuat Bayern mendapat momentum untuk melancarkan serangan cepat.

Grafis umpan Javi Martínez
Grafis umpan Javi Martínez

Josep Guardiola belajar dari kesalahan taktiknya sendiri pada matchday 3. Ia mengganti Juan Bernat dengan David Alaba yang dapat bermain sebagai gelandang dan menyerahkan sepenuhnya serangan sayap kepada Kingsley Coman, Douglas Costa, dan Thomas Müller. Guardiola juga memainkan Javi Martínez, pemain yang paling dapat ia andalkan untuk peran hybrid bek tengah-gelandang, demi menjaga kualitas umpan Bayern di semua lini. Dengan komposisi pemain seperti ini Bayern München tetap dapat menguasai sayap tanpa memberi kesempatan untuk mengeksploitasi lini belakang Bayern lewat serangan balik kepada Arsenal.

Komentar