Real Madrid vs Juventus: Madrid Wajib Menambah Kreativitas di Tengah

Analisis

by Randy Prasatya

Randy Prasatya

Everything you can imagine is real.

Real Madrid vs Juventus: Madrid Wajib Menambah Kreativitas di Tengah

Ketegangan tampaknya terjadi dalam skuat Real Madrid jelang menghadapi Juventus pada leg kedua. Tekanan hadir menyusul hasil imbang El Real kala menghadapi Valencia di depan publiknya sendiri. Pada laga tersebut, Madrid hanya menorehkan hasil imbang yang membuat trofi juara La Liga semakin mendekati sang rival, Barcelona.

Ketegangan lain terjadi ketika pendukung Madrid tampak kesal akibat ulah Iker Casillas yang tampil angin-anginan dengan member siulan setiap kali Casillas menyentuh bola. Hal tersebut melengkapi 'ulah' pendukung Madrid yang sebulan lalu memperlakukan hal serupa pada Gareth Bale.

Sebenarnya, yang dilakukan suporter Madrid pada Casillas cukup beralasan. Tercatat, dalam tiga pertandingan terakhir, kapten Madrid tersebut sudah kebobolan sebanyak enam kali. Namun hal tersebut tak membuat Carlo Ancelotti, pelatih Madrid,melengserkan Casillas pada skuat utama. Kiper timnas Spanyol ini pun masih akan diproyeksikan menghuni susunan pemain Madrid saat menjamu Juve.

Karenanya, kemenangan atas Juventus tampak menjadi harga mati untuk kesebelasan Real Madrid, khususnya Casillas, untuk meredakan ketegangan. Pasalnya, jika mereka tidak mampu menyingkirkan Juventus yang menumbangkan mereka dengan skor 2-1 pada leg pertama, dapat dipastikan Madrid nihil gelar musim ini.

Lalu apa kiranya yang harus dilakukan Carlo Ancelotti untuk membawa Real Madrid melaju ke Berlin (tempat berlangsungnya babak final Liga Champions)?

Pada pertemuan pertama di Juventus Stadium seminggu yang lalu, Carlo Ancelotti dibuat pusing dengan absennya Modric dan Khedira. Untuk menyiasati hal tersebut, ia (kembali) mendorong Sergio Ramos ke depan sebagai gelandang bertahan. Faktor tersebut yang membuat Madrid akhirnya harus sedikit mengubah gaya bermainnya -- banyak menyisir sisi lapangan dengan mengandalkan umpan silang.

Tapi dengan datangnya kabar baik dari Karim Benzema yang kemungkinan telah dapat bermain, tentu saja membuat Ancelotti sedikit tersenyum. Pasalnya pemain asal Prancis tersebut dapat berperan sebagi tembok di lini depan Madrid. Itu akan membuat kerja Ronaldo sedikit lebih ringan dengan Benzema sebagi pemantul yang baik untuk mengecoh pertahanan Juventus yang tercatat paling solid di antara kontestan di semi final. Kreatifitas lini tengah bisa terbantu dengan gaya bermain eks penyerang Olympique Lyon ini.

Untuk di lini tengah, kali ini Madrid akan sedikit mengalami tugas berat dengan hadirnya Paul Pogba dari kubu Juventus yang absen pada leg pertama. Tapi itu tidak akan menjadi sulit jika Toni Kroos dan Sergio Ramos dapat saling berbagi peran dengan baik dengan menjaga kedalaman pertahanan dan bergantian saat menyerang. Mereka berdua sejatinya harus bermain lebih mendekat. Sebab andai jarak keduanya terlalu jauh, bukan tidak mungkin Juventus akan menguasai lini tengah jika mengingat permainan rapat Juvnetus di barisan tengah.

Tapi apakah untuk kali ini Ramos akan kembali menjadi gelandang bertahan? Saat menghadapi Valencia, Ramos kembali ditempatkan sebagai bek tengah. Andai Ramos dini hari nanti dikembalikan ke posisi asalnya ini, ada kemungkinan Madrid akan kembali bermain dengan 4-3-3. Kroos akan berjuang sendirian menjadi gelandang tengah yang akan berperan ganda dalam menjaga baris pertahanan dan menyuplai bola ke lini depan.

Jika kembali melihat peran Kroos di lini tengah saat menghadapi Valencia sebagai gelandang tengah, ini akan menjadi warning untuk Ancelotti. Sebab Kroos tidak berperan baik dalam menjaga kedalaman pertahanan. Pemain asal Jerman tersebut tidak satu pun mencatatkan atribut-atribut pertahanan, seperti tekel dan intercept. Catatan Kroos hanyalah akurasi umpan yang mencapai 92,3%. Hanya sebatas itu.

Jika seperti ini, Kroos tampaknya akan kesulitan jika sendirian bermain menjadi gelandang tengah tanpa adanya satu pemain yang membantunya. Isco dan James harus rajin membantu pertahanan untuk meringankan tugas Kroos menghadapi gelandang-gelandang Juventus yang menurunkan para pemain terbaiknya.

Maka tampaknya untuk menandingi lini tengah Juventus kali ini adalah dengan mengunakan 4-2-3-1. Madrid akan mendapatkan kedalaman pertahanan yang lebih baik dengan Kroos yang mendapatkan pendamping sebagai gelandang. Siapa yang akan menemani Kroos sebagai gelandang bertahan?

Ramos tampaknya dibutuhkan untuk kembali dipasang sebagai gelandang bertahan pada laga ini. Namun penempatannya bukan pada formasi 4-4-2 seperti pada leg pertama, namun 4-2-3-1 sebagai double pivot bersama Kroos. James yang ditempatkan sebagai gelandang serang akan lebih leluasa mendistribusikan ke lini serang jika adanya dua pemain yang bermain menjaga kedalaman di lini tengah.

Keuntungannya dengan skema ini, Kroos tak terlalu bertugas sebagai holding midfielder di mana ia bisa juga menjadi inisiator serangan bersama James. Sementara adanya James sebagai gelandang serang, akan membuat Ramos lebih fokus menjaga pertahanan di tengah. Jika tak seperti ini, atau seperti pada leg pertama, kemungkinannya menempatkan Ramos sebagai gelandang akan kembali menjadi kesalahan.

Meningkatkan kreativitas di lini tengah bisa menjadi kunci Madrid memegang kendali permainan dan menciptakan banyak eluang mencetak gol pada laga ini. Bagaimana pun, Madrid membutuhkan gol cepat. Skor 1-0 pun sebenarnya sudah bisa memastikan skuat asuhan Ancelotti ini melangkah ke babak final menghadapi Barcelona.

Leg pertama harus menjadi pelajaran bagi Ancelotti pada laga leg kedua. Dan Juventus tampaknya masih akan berusaha kembali menguasai jalannya pertandingan meski harus bermain di Bernabeu. Ancelotti tentuny harus memiliki strategi yang tepat untuk bisa membuat Madrid tak cepat kehilangan bola dan secepat mungkin merebut bola dari kaki pemain Juventus. Formasi 4-2-3-1 seperti skema di atas tampaknya bisa menjadi alternatif strategi Ancelotti pada leg kedua ini.

Komentar