Reading Masih Sangat Mungkin Kalahkan Arsenal

Analisis

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Reading Masih Sangat Mungkin Kalahkan Arsenal

Malam nanti waktu Indonesia bagian barat, Arsenal akan bertanding  melawan Reading di semifinal Piala FA. Selain menjadi semifinal Piala FA mereka yang kedua dalam dua musim terakhir, semifina kali ini pun akan menjadi yang kesepuluh untuk Arsène Wenger (ternyata sembilan tak selau membawa sial bagi Wenger!).

Namun bagi Reading, ini adalah semifinal Piala FA pertama sejak 88 tahun lalu. Dari sini, tampak akan mudah bagi Arsenal meraih kemenangan, belum lagi mereka meraih hasil sempurna dalam delapan pertandingan terakhir mereka. Tapi sebenarnya, justru di situlah masalahnya.

“Kami bahagia karena pekerjaan kami adalah memenangi pertandingan.Namun kami juga khawatir karena harus mempertahankan rangkaian hasil baik ini dan tetap fokus terhadap setiap detail yang dapat mengganggunya,” ujar Wenger. “Kami harus menangani semua hal untuk menjaga kesebelasan tetap berada di tingkat konsentrasi, hasrat, keinginan, urgensi, dan kepercayaan diri yang tepat.”

Wenger sendiri mengaku terkejut terhadap hasil dari delapan pertandingan terakhir Arsenal. Dan ia tidak menyembunyikan tekanan yang tengah mengiringinya. Bahkan nanti malam, beban pekerjaannya dipastikan akan bertambah. Wenger menghadapi situasi yang tidak biasa: memiliki (terlalu) banyak pemain untuk dipilih.

“Hal ini selalu menjadi keputusan yang sensitif. Saya dapat mengubah satu, dua, atau tiga pemain untuk membuat semua orang terlibat, namun penting juga untuk tidak mengganggu keseimbangan kesebelasan. Hal ini selalu rapuh dan sensitif. Hal ini tidak mudah,” ujar Wenger.

Hanya Mikel Arteta dan Alex Oxlade-Chamberlain saja yang pasti tidak bermain. Abou Diaby masih diragukan walau sudah sembuh. Jack Wilshere dan Mathieu Debuchy, sementara itu, sudah siap kembali bermain. Jika Wenger memainkan keduanya, maka ia harus mengorbankan salah satu dari Aaron Ramsey atau Santi Cazorla serta Héctor Bellerín. Padahal ketiganya sedang berada di tingkat permainan yang sangat baik.

Namun tidak merotasi pemain untuk Piala FA juga tidak bijaksana. Pemain-pemain seperti Tomáš Rosický dan Mathieu Flamini tenunya membutuhkan kesempatan bermain. Terlepas dari semua dilema yang dimilikinya, Wenger sudah menentukan penjaga gawang utama. Wojciech Szcz?sny akan kembali meneruskan tugasnya sebagai penjaga gawang utama Arsenal untuk Piala FA. Dan Wenger tentunya berharap siapapun yang ia mainkan mampu mencetak gol; delapan pemain berbeda mencetak sembilan gol untuk Arsenal di Piala FA musim ini – hanya Olivier Giroud yang mengumpulkan lebih dari satu gol.

Reading sendiri tidak akan diperkuat Nathan Aké dan Kwesi Appiah. Chelsea dan Crystal Palace melarang kedua pemain tersebut bermain di Piala FA. Selain itu, Nathaniel Chalobah dan Michael Hector pasti absen karena cedera. Anton Ferdinand sendiri masih diragukan dapat bermain.

Walau demikian, Wenger tetap mengkhawatirkan ancaman Reading. Beberapa pemain yang ia soroti antara lain adalah Pavel Pogrebnyak, Jamie Mackie, Hal Robson-Kanu, dan Garath McCleary. Terutama Robson-Kanu, yang mencetak tiga gol dalam empat pertandingan terakhir Piala FA walaupun hanya mampu mencetak satu gol dalam dua puluh delapan pertandingan liga.

Siapapun pemain yang bermain nantinya, Steve Clarke sang manajer tetap kuncinya. Lain hal, semangat juang Reading bisa menjadi faktor non-teknis yang menentukan berhasil atau tidaknya Reading lolos ke final Piala FA pertama sepanjang sejarah mereka.

“Kami melewati semua putaran dengan status kuda hitam. Jadi mudah-mudahan kami dapat kembali membuat kejutan,” ujar McCleary. Untuk diketahui, sepanjang musim ini Reading tidak pernah berhadapan dengan kesebelasan Premier League di Piala FA. Untuk mencapai semifinal, Reading hanya melewati hadangan Huddersfield Town, Cardiff City, Derby County, dan Bradford City.

Mengingat Wenger menilai ancaman Reading berasal dari umpan-umpan silangnya, Wenger tampaknya akan memainkan Per Mertesacker. Namun pasangan untuk pemain bertubuh tinggi tersebut pada posisi bek tengah masih belum diketahui. Baik Laurent Koscielny dan Gabriel sama-sama memiliki kecepatan yang tidak dimiliki Mertesacker.

Para pemain Arsenal sendiri enggan meremehkan Reading karena beberapa alasan. Arsenal menderita kekalahan terakhir mereka di Piala FA ketika bermain melawan Blackburn yang berasal dari divisi yang lebih rendah. Lain hal, musim lalu Arsenal nyaris tersingkir dari Piala FA oleh Wigan Athltetic yang, sama seperti Reading musim ini, bermain di Championship.

Bermain di stadion istimewa dalam kesempatan istimewa, sejarah pertemuan kedua kesebelasan tak ada artinya. Arsenal tidak memiliki keuntungan apapun dari hasil sempurna dalam dua belas pertandingan terakhir melawan Reading. Tiga puluh tujuh gol yang mereka cetak dalam rangkaian tersebut tidak akan membawa Arsenal ke final. Satu-satunya hal yang dapat membawa Arsenal ke final kedua dalam dua musim terakhir adalah kemenangan di pertandingan nanti malam, memastikan bahwa Reading yang baru kebobolan dua kali sepanjang gelaran Piala FA musim ini merasakan pahitnya gagal di semifinal pertama mereka sejak 1927.

Reading juga tidak memiliki alasan untuk kalah sebelum bertanding walaupun mereka belum pernah merai kemenangan dalam enam pertandingan terakhir. Musim lalu, Arsenal menghadapi Wigan dengan bekal empat pertandingan tanpa kemenangan (termasuk di antaranya kekalahan 0-6 dari Chelsea). Reading sangat mungkin mengalahkan Arsenal dan merayakan keberhasilan mencapai final pertama.

Komentar