Pergantian Taktik Gagal Louis Van Gaal

Analisis

by Randy Prasatya

Randy Prasatya

Everything you can imagine is real.

Pergantian Taktik Gagal Louis Van Gaal

Manchester United (MU) hampir dipastikan berakhir tanpa gelar musim ini. Setan Merah harus kehilangan kesempatan untuk terus berusaha mengejar trofi di musim 2014/2015 setelah kalah 1-2 dari Arsenal di Old Trafford dalam ajang perempat final Piala FA.

Pertandingan ini cukup menarik sebenarnya. Arsenal bermain langsung menekan dengan serangan balik yang cepat melalui Alexis Sancez dan Alex Oxlade-Chamberlain. Dan itu menjadi strategi yang bekerja dengan baik bagi The Gunners, yang tampak terus konsisten mengancam pertahanan MU setiap kali melakukan serangan balik.

Chamberlain tampil begitu brilian saat menusuk kejantung pertahanan MU melalui kemampuan individunya dalam menggiring bola. Pergerakan Monreal yang muncul di kotak penalti lawan tanpa kawalan memberi kemudahan untuk Chamberlain memberikan umpan pendek. Dengan tenang Monreal menceploskan bola ke tiang dekat gawang David De Gea. Penyelesaian yang sangat halus dari mantan full-back Malaga ini membawa Arsenal unggul di menit ke-25.

Proses gol arsenal 1

Dalam proses gol pertama bagi Arsenal, sangat menarik untuk menyoroti peran Valencia dan Smalling gagal dalam berkordinasi untuk menutup ruang antar kedua pemain. Di gambar 1, Valencia berada di depan Blind. Dan hal ini menyebabkan lini belakang MU hanya menyisakan tiga pemain belakang. Smalling yang berada lebih dekat dengan Monreal justru harus tertarik oleh pergerakan Oezil (panah hitam menunjukan arah pergerakan pemain dan panah merah arah bola yang dilepaskan) yang mengumpan ke sisi kanan. Praktis dengan tertariknya Smalling, memberikan keleluasaan untuk Monreal masuk ke area kotak penalti dan menunggu Chamberlain yang sedang dikepung dua pemain MU (lingkaran hitam) untuk melepaskan umpan.

Namun, keunggulan Arsenal hanya bertahan sekitar 4 menit. Rooney yang berdiri tanpa kawalan ketat dari Koscielny dan Mertesacker berhasil menanduk bola hasil umpan silang dari Di Maria. Satu kecerobohan inilah yang memaksa pertandingan di babak pertama harus berakhir 1-1.

Capture gol emyu
Proses Gol Manchester United

Pergantian yang Berujung Malapetaka

Pergantian pemain yang dilakukan Louis Van Gaal di awal babak kedua menjadi titik kesalahan yang sangat krusial. Mantan pelatih timnas Belanda ini memasukan Carrick dan menarik Herrera yang bertujuan untuk menambal kekeroposan lini tengah. Serta mengganti Shaw dan memasukan Jones.

Dua pergantian di awal babak kedua memang terbukti berhasil membuat pertahanan MU menjadi lebih baik. Tapi pergantian ini secara keseluruhan membuat daya gedor MU menjadi menurun. Pada pertandingan ini, Carrick terlihat sangat jarang naik lebih jauh untuk membantu serangan. Ia terlalu fokus membantu pekerjaan Blind agar tak kedodoran saat menghadapi pergerakan Alexis dan Oezil.

Pergantian ini praktis hanya membuat pertahanan menjadi lebih kuat dibandingkan babak pertama. Namun hal ini juga membuat aliran bola menjadi agak mandek. Herrera sebelumnya memang banyak membantu di sepertiga akhir dan memperbanyak opsi umpan. Tetapi setelah masuknya Carrick, opsi ini menjadi hilang karena posisinya berbeda dengan Herrera. Carrick lebih banyak menunggu di belakang karena terus ditekan pemain Arsenal. Seperti yang telah disinggung pada paragraf sebelumnya.

Sehingga dalam keadaan demikian Setan Merah justru kesulitan untuk menyerang. Strategi umpan-umpan pendek yang dijalankan juga menjadi sulit karena para gelandang Arsenal khususnya Oezil dan Cazorla serta kadang dibantu Sanchez menekan ke titik tengah duet Carrick-Blind.

Umpan-umpan pendek yang dilakukan oleh MU memang tidak selalu ke arah depan, tetapi sewaktu masih ada Herrera opsi umpan menjadi banyak. Sehingga para pemain lain dapat memilih antara ke depan atau belakang bahkan ke kiri atau kanan. Tekanan ini sepertinya yang mempengaruhi Valencia melakukan backpass terlalu terburu-buru. Sehingga tendangannya tidak sempurna, dari tayangan ulang terlihat bola hanya menyentuh telapak kaki. Bola ke De Gea menjadi pelan dan dapat direbut dengan mudah oleh Welbeck kemudian.

Backpass sebenarnya bagian strategi yang dipakai oleh Van Gaal musim ini. Salah satu buktinya menurut data Opta, MU adalah kesebelasan dengan jumlah tertinggi mengirim umpan ke kiper dengan 451 kali sepanjang musim.  Tetapi yang menjadi perbedaan adalah saat babak pertama umpan tersebut dikirim dengan nyaman karena tidak adanya tekanan.

Van Gaal memilih bertahan terlalu dini karena skor masih imbang 1-1 dan sedang bertanding di kandang. Paling tidak jika memang ia memilih tidak mengambil banyak resiko, pergantian hanya dilakukan oleh satu pemain dahulu dengan memasukan Carrick. Sehingga masih ada dua jatah pergantian sembari Van Gaal memantau keadaan taktik di lapangan.

Apalagi menjelang akhir laga anak asuhnya harus bermain dengan 10 orang setelah Di Maria diusir oleh wasit Michael Oliver. Tindakannya juga konyol dan mencerminkan rasa frustasi, setelah diving ia protes secara berlebihan ke wasit.

Baca juga:

Yang Tertawa dan Murung di Malam Kekalahan MU

Nasib Pemain-pemain yang Dipinjamkan Man United

Penjualan Welbeck dan Ironi Manchunian

Komentar