Saat Hati Serginho Terpatri di AC Milan

Advetorial

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Saat Hati Serginho Terpatri di AC Milan

Jika hati seorang pemain sudah tertambat kepada satu klub, sulit bagi pemain tersebut untuk pindah ke klub lain. Meski di zaman sekarang, sebuah masa ketika uang begitu dengan mudahnya membuat pemain pindah dari satu klub ke klub yang lain, tetapi masih saja ada beberapa pemain yang menunjukkan kesetiaannya pada suatu klub meski sempat berpindah-pindah.

Hal inilah yang dialami oleh Sergio Claudio dos Santos, atau yang sering dipanggil Serginho. Sebelum membela AC Milan pada 1999, Serginho sempat beberapa kali pindah klub sepakbola di tanah kelahirannya, Brasil. Beberapa klub mulai dari Itaperuna, Bahia, sampai beberapa klub besar Brasil seperti Flamengo, Cruzeiro, dan Sao Paulo, pernah ia bela.

Namun, usianya dalam membela klub tersebut tak pernah lebih dari empat tahun. Pelayanan terlama yang pernah ia berikan kepada Sao Paulo selama tiga tahun. Sisanya pria kelahiran 1971 ini hanya membela satu klub dalam waktu setahun saja. Semua itu berakhir ketika ia hijrah ke Italia pada 1999 dan memilih AC Milan sebagai klub yang ia bela.

Bersama AC Milan inilah, ia merasakah yang namanya betah tinggal dalam sebuah klub. Dapat dilihat bahwa ia membela AC Milan dalam waktu yang cukup lama, yaitu dari 1999 sampai ia pensiun pada 2008. Dalam masa-masa itu, ia mengantarkan AC Milan meraih berbagai trofi bergengsi. Mulai dari trofi Serie-A, Coppa Italia, Piala Super Italia, dan tentunya gelar juara Liga Champions Eropa sudah pernah ia sumbangkan untuk AC Milan. Bahkan, gelar juara Liga Champions Eropa berhasil ia sumbangkan sebanyak dua kali untuk tim yang bermarkas di San Siro tersebut, yaitu pada 2002/2003 dan 2006/2007.

Atas prestasi yang gemilang bersama klub inilah, ia kerap dipanggil oleh Tim Nasional Brasil. Sayangnya, ia satu zaman dengan para legenda hebat Brasil macam Ronaldo, Romario, dkk., sehingga ia hanya mendapatkan 10 caps bersama Tim Nasional Brasil.

Namun, meski hanya mendapatkan 10 caps, ia berhasil mengantarkan Brasil menjuarai Copa America pada 1999. Ia menjadi tulang punggung Brasil di posisi bek sayap saat itu. Permainannya yang enerjik, dan staminanya yang kuat sehingga ia bisa melakukan overlap beberapa kali ke jantung pertahanan lawan dan kemudian kembali lagi untuk bertahan.

Pada saat datang ke Indonesia bersama Milan Legend pun, Serginho menjadi pemain yang masih paling enerjik dengan memborong banyak gol ke gawang Indonesia saat itu. Sekarang, Serginho kembali hadir di Indonesia bersama dengan para Calcio Legend yang dipilih oleh Marcelo Lippi.

Para Calcio Legend ini akan bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno melawan pada eks Primavera Baretti dalam laga yang digagas dan diselenggarakan oleh Grande Evento. Pertandingan ini sendiri akan berlangsung pada Sabtu (21/5) malam ini.

foto: football-wallpapers.com

ed: fva

Komentar