Ketika Profesor Stephen Hawking Meramal Nasib Inggris di Piala Dunia

Sains

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor at Pandit Football Indonesia, head of content at Box2Box Football, podcaster at Footballieur, writer at Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Ketika Profesor Stephen Hawking Meramal Nasib Inggris di Piala Dunia

Urusan ramal-meramal nasib memang selalu menarik perhatian banyak orang. Tak terkecuali para pecinta sepakbola. Apalagi dalam 90 menit bisa terjadi banyak hal yang bisa membuyarkan prediksi. Memangnya siapa yang bisa menebak Yunani bisa juara Piala Eropa 2004 atau Atletico Madrid jadi pemenangan La Liga?

Seorang fisikawan legendaris, profesor Stephen Hawking, baru-baru ini pun mencoba peruntungannya dalam menebak piala dunia. Atau, lebih tepatnya, nasib Inggris di Piala Dunia.

Diminta oleh Paddy Power, meski mengaku tidak menyukai sepakbola, ilmuwan ternama ini telah melakukan analisis selama sebulan terakhir ini. Ia mengumpulkan sampel data berupa 45 pertandingan timnas Inggris di kompetisi piala dunia semenjak 1966 untuk coba mencari tahu apakah Inggris bisa mengangkat trofi Jules Rimet.

“Mereka (Paddy Power) percaya bahwa sebagai fisikawan teoritikal yang ternama, saya lebih layak untuk membuat prediksi, ketimbang Paul Si Gurita,” ujar Hawking pada wartawan di Hotel Savoy, London. Tapi, penting diingat bahwa Paul menebak dengan tepat 6 pertandingan Euro 2008 dan 7 pertandingan PD 2010.

Lalu apa yang dikatakan oleh Hawking tentang timnas Inggris?

Kabar buruknya adalah ia percaya bahwa The Three Lions tak punya peluang bagus di Brasil nanti. Ini karena cuaca panas, ketinggian (altitude), dan jarak perjalanan akan mengurangi peluang kesuksesan pasukan Roy Hodgson tersebut. Lebih lanjut lagi, ia menganalisis bahwa jam 3 sore adalah waktu yang paling optimal untuk Steven Gerrard dkk berlaga, tapi sayangnya banyak pertandingan Inggris tidak diselenggarakan pada waktu tersebut.

Menurut Hawking, jika saja timnas Inggris bermain pada kondisi cuaca 5% lebih panas dari lingkungan biasa mereka bermain, maka peluang untuk menang akan berkurang hingga 59%-nya. Profesor yang terkenal dengan teori bahwa lubang hitam mengeluarkan radiasi ini juga berkata bahwa lingkungan ideal akan tercipta saat Inggris berhadapan dengan Costa Rica, sementara yang terburuk adalah saat melawan Italia.

Namun, jika The Three Lions mendapatkan wasit asal Eropa ketika melawan Uruguay, Profesor Hawking percaya bahwa peluang Inggris untuk meraih hasil positif akan meningkat. Ini karena wasit asal Eropa akan lebih mudah bersimpati dengan permainan Inggris dan antipati kepada pemain dengan drama “balerina” seperti Suarez.

Fisikawan berusia 72 tahun asal Oxford ini, yang sebelumnya terkenal untuk sejumlah buku laris tentang berbagai isu-isu ilmiah, juga berpendapat bahwa Inggris seharusnya mengenakan jersey warna merah.

Hawking berpendapat, "Data Inggris menunjukkan bahwa kami lebih sukses jika memakai seragam berwarna merah, dan juga kami harus bermain dengan 4-3-3 ketimbang 4-4-2. Merah membuat tim merasa lebih percaya diri karena dianggap sebagai warna yang lebih agresif dan dominan. Sementara itu, 4-3-3 adalah sistem yang lebih positif dan bermanfaat bagi tim karena alasan psikologis yang sama."

Selain masalah jersey dan formasi, Hawking juga meramal striker Inggris yang akan lebih bersinar di Piala Dunia. “Di antara Sturridge atau Wayne Rooney, tentu saya akan memilih Sturridge. Kamu tidak perlu untuk jadi ilmuwan hebat untuk menebaknya, karena rasio gol per-menit Sturridge memang lebih baik dari Rooney. Sturridge mencetak gol setiap 108 menit, sementara Rooney hanya 1 gol per-144 menit. Selain itu, Sturridge juga dalam performa terbaiknya, sedangkan Rooney menanggung beban belum pernah mencetak gol di putaran final piala dunia,” tambah sang profesor lagi.

Tak hanya memberikan ramalan, Hawking juga sempat memberikan formula sempurna bagi para penendang penalti Inggris.

Dibayar oleh Paddy Power untuk melakukan analisis ini, Hawking sendiri membagikan uang yang ia terima kepada dua kegiatan amal. Satu untuk anak-anak di Siria dan satu lagi untuk yayasan yang menangani anak-anak yang saraf motoriknya terganggu, satu penyakit yang diderita Hawking semenjak kecil.

Para ilmuwan memang acap kali diminta untuk meneliti hal yang aneh-aneh oleh berbagai perusahaan sebagai program promosi. Misalnya saja seorang psikologis yang pernah dibayar oleh agen perjalanan untuk menemukan hari paling menyebalkan sedunia, atau lazim dikenal dengan Blue Monday.

Tapi, program penelitian aneh-aneh ini jarang kali melibatkan ilmuwan sekaliber Profesor Hawking.

Juru bicara dari Paddy Power sendiri berkata bahwa semula mereka tidak menyangka Hawking akan menyanggupi permintaan mereka,“Kami kira peluang ia akan berkata ‘iya’ hanya 1%. Tapi ia setuju. Dan kami semua kaget.”

Simak video lengkap dari analisis Profesor Stephen Hawking di bawah ini.

[video id="iJFQ1QG5Hno" site="youtube"][/video]

Sumber foto: prweek.com

(dex)

Komentar