Emil Forsberg: Menurun, Tetapi Tetap Dipercaya Leipzig

Analisis

by Redaksi 6

Redaksi 6

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Emil Forsberg: Menurun, Tetapi Tetap Dipercaya Leipzig

Klub yang menempati peringkat ketiga klasemen sementara Bundesliga 1, RB Leipzig, bakal menjamu penghuni posisi 13, SC Freiburg, di pekan ketujuh musim 2020/21. Apabila dipercaya turun bertanding, gelandang die Roten Bullen, Emil Forsberg, bakal memainkan laga ke-100 di divisi tertinggi sepakbola Jerman.

Pemain berusia 29 tahun itu didatangkan Leipzig dari klub Swedia, Malmoe, pada musim dingin 2015 silam, saat klub masih berkompetisi di Bundesliga 2. Enam bulan setelah bergabung, Forsberg masih butuh adaptasi dan belum mencetak gol di 14 laga perdana Bundesliga, tetapi membantu tim finis di peringkat lima dengan torehan empat asis.

Usai beradaptasi dengan gaya bermain pelatih Ralf Rangnick dan Bundesliga, Forsberg langsung mencetak gol debut liga pada matchday 2 melawan SpVgg Greuther Fuerth. Dari total 34 pertandingan Bundesliga 2 2015/16, Forsberg tidak pernah absen — 32 kali tampil sebagai starter, dua sebagai pengganti. Delapan gol sukses ia ciptakan, dan raihan asisnya naik ke angka tujuh. Terlebih, Leipzig berhasil promosi.

Mungkin musim perdananya di Bundesliga 1 adalah yang terbaik sepanjang kariernya di Jerman. Di 13 pekan perdana, Forsberg tampil sebanyak 12 kali, berkontribusi dalam 15 gol (lima gol, 10 asis), serta membantu Leipzig tak terkalahkan (10 menang, tiga seri).

Di akhir musim, Forsberg menyudahi catatan asisnya di angka 19. Raihan tertinggi di Bundesliga, bahkan terbaik di antara para pemain di lima liga top Eropa jika menghitung total asisnya. Penampilan melawan Bayern Muenchen di pekan 33, mungkin menjadi penampilan terbaik Forsberg selama musim tersebut. Ia sukses mencetak tiga asis, kendati Leipzig kalah dengan skor 4-5.

Forsberg terpilih ke dalam 11 terbaik Bundesliga 2016/17. Leipzig sendiri berhasil finis sebagai runner up.

Link streaming RB Leipzig vs SC Freiburg

"Dan saat musim dimulai, saya meledak. Saya mencetak delapan gol dan menciptakan 19 gol lagi — yang sangat bagus untuk seorang pemain sayap. Saya melakukan lari yang benar, saya memimpin permainan. Pada akhirnya, Leipzig finis kedua dan lolos ke Liga Champions. Semua ambisi kami telah terwujud," kenang Forsberg kepada The Players Tribune.

Sempat tampil menurun pada musim 2017/18 karena cedera osteitis pubis yang memaksanya absen selama tiga bulan, Forsberg gagal menemukan performa terbaik usai pulih. Dia hanya mengakhiri musim dengan catatan lima gol dan empat asis dari total 33 pertandingan di semua kompetisi.

Begitu pula di dua musim terakhir, catatan asis Forseberg tak mampu lagi mendekati rekornya di musim 2016/17. Total, dia hanya mencetak 10 asis dari 44 penampilan Bundesliga di musim 2018/19 dan 2019/20.

Namun, Forsberg masih mendapat kepercayaan dari para pelatihnya di Leipzig. Kelebihannya dapat bermain di banyak posisi menjadi faktor kunci tiap pelatih yang menangani Leipzig, seperti memberikannya satu tempat di tim utama.

Dari pelatih pertamanya di Leipzig, Alexander Zorniger hingga pelatih keenam, Julian Nagelsmann, gelandang asal Swedia selalu mendapat tempat di tim utama. Forsberg tercatat sudah bermain di delapan posisi yang berbeda; mulai dari gelandang tengah, penyerang bayangan, hingga peran naturalnya sebagai winger.

Lain itu, meski lebih sering ditempatkan di sayap kiri, peran Forsberg sebenarnya adalah seorang gelandang serang. Tidak seperti inside forward, dan meski memiliki teknik tembakan yang mumpuni, Forsberg lebih sering melakukan tusukan ke depan kotak penalti dan cenderung memberi umpan terobosan. Sepuluh dari total sembilan asisnya pada Bundesliga 2016/17 tercipta melalui umpan-umpan terobosan yang diawali oleh tusukannya ke sepertiga akhir lapangan.

Kemampuan Forsberg dalam mengeksekusi bola mati juga terbilang istimewa. Masih dengan data musim terbaiknya 2016/17, enam dari total 19 asisnya berasal dari set piece. Lima dari sepak pojok dan satu dari tendangan bebas.

Terlepas dari sulitnya kembali menemukan performa terbaik, Forsberg hampir selalu tampil di tiap pertandingan RB Leipzig. Dari total 110 kali dimasukkan di daftar tim Leipzig yang bermain di Bundesliga empat musim terakhir, hanya 11 kali dia menjadi penghangat bangku cadangan, 75 kali tampil sebagai starter dan 24 kali menjadi pemain pengganti.

Kini di laga ke-100 Bundesliga-nya, koleksi 36 asis serta 21 gol dari total 99 penampilan memang bukan hal yang buruk bagi seorang pemain sayap. Musim ini sendiri, Forsberg sudah mengantongi dua asis dan satu gol dari enam laga.

Saat ini, Leipzig berada di peringkat tiga dengan raihan 13 poin, selisih dua angka dari Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund yang sama-sama mengoleksi 15 poin. Misi meraih tambahan tiga poin akan sulit jika meninjau rekor kontra Freiburg. Dari lima duel terakhir kedua tim di Bundesliga, Leipzig sudah tiga kali kalah dan baru menang satu kali.

Seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21, beserta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar