Bayern Muenchen vs Eintracht Frankfurt: Senjata Bola Atas Die Adler

Analisis

by Redaksi 7

Redaksi 7

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Bayern Muenchen vs Eintracht Frankfurt: Senjata Bola Atas Die Adler

Eintracht Frankfurt adalah salah satu dari empat tim Bundesliga yang belum terkalahkan musim ini. Delapan poin dan peringkat empat hingga Spieltag 5 adalah raihan cukup positif bagi skuad besutan Adi Huetter. Torehan itu membuktikan Die Adler layak bersaing di zona Eropa musim ini.

Akan tetapi, rekor tak terkalahkan Frankfurt terancam jelang melawat ke Allianz Arena, Minggu (24/10/2020) mendatang. Andre Silva dan kawan-kawan harus menghadapi teror runner up sementara sekaligus juara Bundesliga delapan kali beruntun, Bayern Muenchen.

Die Adler sendiri mempunyai rekor buruk saat bertandang ke Muenchen. Mereka terakhir menang tandang atas Bayern pada November 2000, kala Die Roten masih menempati Olympiastadion. Frankfurt pun selalu kalah dalam 11 pertandingan terakhir di kandang Bayern.

Link streaming Bayern Muenchen vs Eintracht Frankfurt

Musim ini, anak asuh Hans-Dieter Flick juga menegaskan bahwa performa mereka tidak kendur untuk mempertahankan titel Bundesliga Jerman. Kendati sempat dibabat Hoffenheim 4-1, Robert Lewandowski dan kawan-kawan bangkit dengan membekuk Arminia Bielefeld dan Hertha Berlin.

Dua kemenangan itu melengkapi pembantaian 8-0 atas Schalke pada Spieltag 1. Hingga partai keempat, Bayern meraih sembilan poin dan telah mencetak 17 gol. Tujuh gol lebih banyak dari RB Leipzig yang menjadi tim terproduktif kedua sejauh ini.

Pada Kamis (22/10) dini hari, Die Roten kembali menunjukan keperkasaannya dengan mengalahkan Atletico Madrid. Anak asuh Flick membungkam salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Eropa empat gol tanpa balas.

Tren performa itu tentu memberi kekhawatiran tersendiri bagi Die Adler. Dalam tiga lawatan terkini ke Allianz Arena, Frankfurt total kebobolan 12 gol. Di Bundesliga, mereka kalah 5-2 dan 5-1 pada dua musim terakhir.

Di sisi lain, Frankfurt memiliki kekhawatiran tersendiri tentang lini pertahanan. Mereka selalu gagal nirbobol sejauh ini. Sebastian Rode dan kolega selalu kebobolan satu gol pada empat laga awal.

Catatan itu mengkhawatirkan mengingat lini pertahanan Frankfurt tampil ulet di Bundesliga 2020/21. Die Adler adalah tim yang paling banyak memenangkan tekel (65). Frankfurt juga mencatatkan 28 intersep. Kiper Frankfurt, Kevin Trapp, juga tampil baik dengan torehan 77% penyelamatan dari tembakan yang dihadapi.

Jelang bertandang ke Muenchen, pertahanan Frankfurt harus tampil penuh konsentrasi. Die Adler tak boleh membiarkan lini pressing Bayern memaksa mereka membuat kesalahan. Lain itu, Stefan Ilsanker dan kawan-kawan juga wajib memikirkan cara menembus lini pressing Die Roten.

Pada laga di Allianz Arena musim lalu, pressing anak asuh Hansi Flick sukses membuat lawan tak berkutik. Skuad Frankfurt tak bisa mengembangkan permainan di bawah tekanan konstan Thomas Mueller dan kolega. Laga itu pun dimenangi Bayern 5-2.

Akan tetapi, jika meniliki laga musim lalu tersebut, Frankfurt berpeluang menyakiti Bayern dengan senjata andalan mereka: umpan lambung dan bola mati. Dua gol Frankfurt dicetak Martin Hinteregger dari sepak pojok. Dua golnya hampir membawa Frankfurt bangkit, namun Bayern merespons cepat dan mengunci tiga poin lewat aksi Alphonso Davies dan gol bunuh diri Hinteregger.

Dalam laga itu, anak asuh Adi Huetter mengekspose kelengahan lawan saat menghadapi situasi bola mati. Frankfurt sekaligus memaksimalkan strategi umpan lambung yang menjadi andalan mereka selama ini.

Di Bundesliga 2020/21, Frankfurt adalah tim dengan jumlah umpan lambung terbanyak (566). Die Adler juga menjadi tim dengan kreasi peluang lewat bola mati terbanyak (14, sama dengan VfB Stuttgart). Namun dari 14 peluang itu hanya satu yang secara langsung berujung gol.

Permainan Frankfurt sendiri didukung oleh materi pemain mereka. Di lini serang, Frankfurt punya Bas Dost (1,96 m), Andre Silva (1,84 m), dan Ragnar Ache (1,82 m) yang mumpuni dalam duel udara. Ketika sepak pojok, bek Martin Hinteregger (1,84 m), Eva N’Dicka (1,92 m), dan David Abraham (1,88 m) dapat naik membantu.

Hinteregger sendiri tergolong sangat berbahaya ketika menyambut umpan lambung. Musim lalu, ia mencetak delapan gol dan dua asis di Bundesliga. David Alaba dan kawan-kawan sudah menyaksikan sendiri kemampuan Hinteregger di kotak penalti.

Strategi bola atas diprediksi akan diandalkan Adi Huetter di Allianz Arena besok. Selain memanfaatkan keunggulan para pemainnya, Huetter tentu menyadari kelemahan Bayern dalam menghadapi bola mati pada awal musim ini. Dari empat laga, Die Roten telah kebobolan delapan gol dan tiga di antaranya melalui sundulan.

Tayangan langsung semua pertandingan Bundesliga 2020/21, serta cuplikan ulang dan siaran ulang pertandingannya dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar