Harapan Bayer Leverkusen pada Kualitas Patrik Schick

Cerita

by Redaksi 10

Redaksi 10

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Harapan Bayer Leverkusen pada Kualitas Patrik Schick

Direktur olahraga Bayer Leverkusen, Rudi Voller, merasa optimis bahwa daya dobrak lini serang Die Werkself tak bakal menurun meski dua pemain andalan musim lalu, Kai Havertz dan Kevin Volland, telah hengkang. Eks penyerang Timnas Jerman itu menilai, produktivitas gol timnya akan baik-baik saja berkat hadirnya sosok Patrik Schick.

“Dengan kedatangan Patrik Schick, kami telah merekrut striker dengan level internasional yang telah menunjukkan naluri golnya di Serie A dan Bundesliga secara impresif dan konsisten,” kata Rudi Voller.

Schick didatangkan dari AS Roma dengan banderol 26,5 juta euro dan bakal berada di Stadion BayArena selama lima tahun ke depan. Pernyataan Rudi Voller menunjukkan harapan besarnya kepada sang pemain.

Musim lalu, ia membela RB Leipzig (klub yang justru akan dihadapinya pekan ini). Saat itu dengan status pemain pinjaman dari AS Roma, Schick tampil cukup meyakinkan lewat torehan 10 gol dan dua asis dalam 22 pertandingan.

Tak hanya di kompetisi domestik, Schick juga turut membawa Die Roten Bullen ke semifinal Liga Champions 2019/20. Kendati tak mencetak gol di ajang tersebut, ia menorehkan satu asis dan tampil sebanyak 238 menit dalam lima laga yang dijalani.

Link streaming Bundesliga 2020/21

Muram di Italia, Nyaman di Jerman

Lahir di Praha, Ceko, pada 24 Januari 1996, Schick bergabung dengan Sparta Praha U-19 pada 2013. Setahun berselang, ia bermain untuk tim senior meski pada akhirnya dipinjamkan ke Bohemians 1905. Di klub inilah pengalaman dan mentalnya mulai terasah.

Kesempatan bermainnya meningkat. Jika di Sparta Praha ia hanya tampil enam kali di berbagai ajang, di Bohemians 1905, Schick tampil dalam 29 pertandingan selama semusim dan menorehkan delapan biji gol.

Kemampuannya pun mencuri perhatian salah satu tim Italia, Sampdoria. Pada 2016, ia resmi bergabung dengan Il Samp lewat transfer senilai empat juta euro. Lagi, jumlah penampilannya kembali meroket. Sebanyak 35 pertandingan ia lakoni dan berkontribusi lewat 13 gol serta empat asis. Di akhir musim 2016/17, Schick membantu Sampdoria bertengger di peringkat 10.

Melihat potensinya, serta umur yang relatif masih muda, AS Roma bergerak untuk merekrutnya ke Olimpico kendati memiliki Edin Dzeko di lini depan.

Kemuraman kariernya di Negeri Pizza mulai muncul. I Giallorossi, yang kala itu dilatih Eusebio Di Francesco, kerap menggunakan formasi 4-3-3 dengan Dzeko sebagai penyerang tengah. Pos penyerang tengah tak bisa direbut Schick sehingga ia lebih akrab dengan bangku cadangan.

Dalam situasi seperti ini, Juventus muncul sebagai peminat. Malang tak dapat ditolak, nasib nahas kembali menerpa pemain berpostur 1,87 meter tersebut. Sempat menyiratkan rasa gembira lantaran bakal bergabung dengan La Vecchia Signora, harapan Schick pupus dikarenakan ia tak lolos tes kesehatan.

RB Leipzig, klub “muda” asal Jerman menyelamatkan kariernya. Schick dipinjam pada 2019 lalu. Sebenarnya, kondisi Schick di Leipzig hampir sama ketika berada di AS Roma. Ia bukanlah pilihan utama skuad arahan Julian Nagelsmann karena adanya sosok Timo Werner. Bedanya, meski kerap tampil sebagai pilihan kedua, performanya justru memuaskan sang pelatih.

Sebelum dikontrak Bayer Leverkusen, sejumlah klub meminati Schick. Namun, menurutnya, kompetisi Jerman telah memberikan kenyamanan yang tidak diperolehnya selama bermain di Italia.

Jika melihat catatan di laga debutnya bersama Leverkusen ketika menghadapi Wolfsburg pekan lalu, Schick terlihat belum terlalu nyetel dengan permainan arahan Peter Bosz. Turun dari bangku cadangan pada menit 63 untuk menggantikan Lucas Alario, Schick hanya membuat satu tembakan, itu pun tak tepat sasaran.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa Schick memiliki catatan yang tidak terlalu memukau kala melakoni partai debut. Karenanya tidak mengejutkan jika Schick cukup kesulitan di pertandingan-pertandingan awal. Musim lalu di laga debut bersama Leipzig ketika melawan Bayer Leverkusen — yang sekarang jadi klubnya — ia hanya tampil selama 27 menit. Baru pada laga ketiga Schick bisa mencetak gol.

Apabila Schick mampu tampil konsisten, sebagaimana yang ia lakukan musim lalu bersama Leipzig, gol pertamanya untuk Leverkusen tinggal menunggu waktu.

Tayangan langsung semua pertandingan Bundesliga 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar